Dailykaltim.co, Paser – Pemerintah Kabupaten Paser mulai mengakselerasi pengelolaan sampah berbasis zero waste melalui pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF). Langkah ini diambil sebagai respons atas keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang tidak lagi sebanding dengan volume produksi sampah harian di daerah tersebut.
Bupati Paser Fahmi Fadli mengungkapkan, pada 2023 produksi sampah di Paser mencapai sekitar 121 ton per hari, sementara kapasitas TPA hanya mampu menampung 75 ton per hari. Ketimpangan itu mendorong pemerintah daerah mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan bernilai ekonomis.
“Dengan kesadaran ini, kami Pemerintah Kabupaten Paser mencoba berpikir dan belajar cepat bagaimana mengelola sampah dengan memanfaatkan nilai ekonomisnya. Konsep yang akan diterapkan adalah zero waste,” ujar Fahmi.
Sebagai tindak lanjut, dalam kurun waktu sekitar satu tahun, Pemkab Paser membangun dua unit RDF dan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas besar. Fasilitas tersebut dirancang untuk mengurangi beban TPA sekaligus mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menilai percepatan pembangunan fasilitas RDF di Paser sejalan dengan kebijakan nasional pengelolaan sampah dan Gerakan Nasional ASRI (aman, sehat, resik, indah).
“Dalam satu tahun telah dibangun dua RDF dan dua TPST dengan kapasitas besar. Ini kami harapkan terus dikembangkan,” kata Hanif saat menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Pemkab Paser dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).
Menurut Hanif, RDF memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara optimal dan konsisten.
“Kalau RDF-nya homogen, nilai kalorinya tinggi dan tentu berkonsekuensi pada tingginya nilai jual,” tegasnya.
Penguatan program ini juga ditandai dengan kerja sama antara Pemkab Paser dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Perusahaan tersebut menyiapkan investasi sekitar Rp1,5 triliun untuk pengembangan fasilitas ramah lingkungan dan pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen.
Melalui pengembangan fasilitas RDF dan TPST, Pemkab Paser menargetkan pengelolaan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi serta mendukung transisi energi alternatif di daerah.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
