Dailykaltim.co, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menguji coba operasional bus listrik sekolah sebagai alternatif transportasi pelajar yang lebih ramah lingkungan. Armada berkapasitas sekitar 30 penumpang itu diperkenalkan di sela peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Sangatta, Senin (4/5/2026).
Peluncuran uji coba dilakukan oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman dan ditandai dengan pengguntingan pita, disaksikan jajaran Forkopimda, guru, serta para siswa yang tampak antusias melihat langsung kendaraan listrik tersebut. Kehadiran bus ini menjadi pengalaman baru bagi dunia pendidikan di Kutai Timur, terutama dalam layanan transportasi pelajar.
Dalam keterangannya, Bupati Ardiansyah menyebut program ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas pelajar sekaligus meringankan beban orang tua.
“Program ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi anak-anak sekolah, sekaligus membantu mengurangi beban operasional rumah tangga orang tua dalam mengantar jemput,” ujar Bupati Ardiansyah.
Di sisi lain, bus listrik juga dipandang sebagai langkah awal pengurangan ketergantungan pada kendaraan pribadi di jam sibuk serta upaya menekan emisi di kawasan perkotaan.
Namun, Pemkab Kutim juga mengakui bahwa pengembangan transportasi pelajar tidak bisa langsung merata. Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur membuat sebagian wilayah masih akan menggunakan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak, seperti bus mini.
“Kondisi ini menjadi perhatian serius. Ke depan, kita akan terus memikirkan solusi agar seluruh anak di Kutai Timur mendapatkan akses transportasi yang layak dan aman,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa program bus listrik ini merupakan bagian dari implementasi program unggulan daerah yang dijalankan secara kolaboratif dengan Dinas Perhubungan.
Menurutnya, Disdikbud berperan sebagai pihak yang memanfaatkan layanan, sementara operasional teknis berada di bawah Dinas Perhubungan.
“Program ini sudah dirancang sejak 2024 dan alhamdulillah dapat diwujudkan pada 2026. Untuk tahap awal, uji coba dilakukan dengan satu unit bus yang akan mulai beroperasi dalam waktu dekat,” jelas Mulyono.
Tahap awal uji coba difokuskan di wilayah Sangatta Utara, dengan sasaran pelajar SMA Negeri 2 Sangatta Utara yang selama ini belum terlayani angkutan umum. Rute awal akan menghubungkan kawasan Hotel Pinang menuju sekolah, sebelum nantinya dievaluasi untuk penyesuaian operasional.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
