Dailykaltim.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan inovasi layanan baru melalui pengembangan rangkaian kereta berkonsep experience, luxury, dan heritage. Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan di Balai Yasa Surabaya Gubeng, dengan progres tahap pertama mencapai sekitar 38 persen hingga pertengahan Februari 2026. KAI menargetkan rangkaian ini memasuki tahap uji coba pada Juni 2026 sebelum dioperasikan secara komersial.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung proses pengembangan sarana tersebut pada Rabu (18/2/2026) bersama Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah KAI memperkuat layanan transportasi berbasis rel yang terintegrasi dengan pengembangan sektor pariwisata nasional.
Pengembangan kereta berkonsep baru ini dilakukan seiring pertumbuhan sektor pariwisata di Pulau Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisata domestik di Pulau Jawa pada 2024 tercatat sebanyak 706.472.487 perjalanan dan meningkat menjadi 777.760.821 perjalanan pada 2025, atau tumbuh sekitar 10,1 persen dalam setahun.
Tren peningkatan juga terlihat pada kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu kedatangan bandara di Pulau Jawa. Pada 2024, jumlah kunjungan tercatat 2.962.247 orang dan meningkat menjadi 3.198.593 orang pada 2025, atau tumbuh sekitar 8 persen.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh turut meningkat. Data KAI mencatat pengguna wisatawan asing sebanyak 300.708 orang pada 2022, kemudian naik menjadi 580.995 pada 2023, meningkat lagi menjadi 669.226 pada 2024, dan mencapai 694.123 wisatawan pada 2025. Secara kumulatif, periode 2022–2025 menunjukkan pertumbuhan sekitar 131 persen.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menilai tren tersebut menjadi momentum strategis bagi perusahaan untuk menghadirkan layanan perjalanan yang tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga pengalaman wisata.
“Kereta api melintasi berbagai wilayah dengan panorama yang kuat secara visual dan historis. Melalui konsep experience, luxury, dan heritage ini, KAI menghadirkan perjalanan yang memadukan kenyamanan premium dengan nilai historis dalam satu rangkaian layanan,” ujar Bobby.
Rangkaian kereta yang dikembangkan terdiri atas 12 unit, mencakup kereta sleeper dengan ruang privat, kereta makan berkonsep fine dining, kereta lounge dengan fasilitas hiburan, serta kereta pendukung operasional. Seluruh sarana merupakan hasil revitalisasi kereta era 1980 hingga 1990-an yang diperbarui dengan standar kenyamanan modern.
Langkah revitalisasi tersebut menjadi bagian dari strategi peremajaan aset sekaligus optimalisasi sarana lama dengan tetap mempertahankan karakter historisnya.
“Kami merancang ulang kereta heritage dengan sentuhan modern agar tetap mempertahankan nilai sejarahnya dan menghadirkan standar layanan yang semakin meningkat. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata berbasis kereta api di Indonesia,” lanjut Bobby.
Ke depan, operasional rangkaian kereta ini akan difokuskan pada perjalanan tematik dengan rute pilihan yang menawarkan panorama unggulan dan terintegrasi dengan destinasi wisata utama. Melalui inovasi tersebut, KAI menargetkan penguatan peran transportasi kereta api sebagai bagian penting dalam pengembangan industri pariwisata nasional.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
