Dailykaltim.co – Sebanyak 811 dari 812 site Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur telah kembali beroperasi. Satu BTS di Kabupaten Manggarai masih dalam proses perbaikan, meski Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan konektivitas telekomunikasi di wilayah terdampak telah pulih 100 persen.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan perkembangan pemulihan jaringan tersebut ketika membuka Lomba Khas 17-an Komdigi Karnaval 2026 di Lapangan Anantakupa Kemkomdigi, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Meutya mengapresiasi jajaran Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital yang terus bekerja menjaga sekaligus memulihkan jaringan telekomunikasi di daerah terdampak bencana.
“Terima kasih kepada khususnya teman-teman di Infradig yang telah menjaga konektivitas di NTT. Terima kasih kemarin kami dilaporkan juga bahwa hari ini kita 100 persen pulih,” ujar Meutya.
Namun, berdasarkan data pemulihan hingga Selasa petang, masih terdapat satu BTS yang belum kembali beroperasi. Tingkat pemulihan infrastruktur telekomunikasi yang terdampak gempa tercatat mencapai 99,9 persen.
“Per pukul 18.00 WIB tanggal 18 Agustus 2026, sudah 99.9 persen site BTS terdampak gempa NTT yang sudah berhasil dipulihkan,” kata Menkomdigi Meutya Hafid, Rabu (19/8/2026).
Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya mengidentifikasi 812 site BTS terdampak gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Infrastruktur tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota di Provinsi NTT.
Dari keseluruhan BTS yang terdampak, satu titik di Manggarai masih ditangani. Sementara itu, jaringan telekomunikasi di delapan daerah lainnya disebut telah pulih sepenuhnya.
“Hanya tinggal sau site BTS yang saat ini masih proses perbaikan yakni site yang berada di Manggarai. Sementara seluruh site BTS terdampak di delapan daerah lain sudah pulih sepenuhnya,” jelas Menkomdigi.
Meutya mengatakan ketersediaan jaringan telekomunikasi menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Konektivitas diperlukan agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi, menerima informasi, serta mendukung koordinasi penanganan dan pemulihan di lapangan.
Menurut dia, pemulihan jaringan juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas. Kendati konektivitas dinyatakan telah pulih, pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan di NTT dan daerah lain yang terdampak bencana.
“Mudah-mudahan meskipun masih banyak yang harus kita perbaiki di NTT dan juga daerah yang terkena bencana, tapi paling tidak dalam peran kita sebagai pemerintah c.q. Kemkomdigi kita membantu untuk mendorong konektivitas bisa kembali pulih seperti sediakala,” katanya.
Meutya turut mengingatkan jajaran Kemkomdigi bahwa tantangan dalam menjaga konektivitas akan semakin besar seiring pesatnya digitalisasi. Karena itu, infrastruktur dan ekosistem digital harus dijaga agar tetap andal dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Di luar itu, tantangan di tahun ini pasti akan juga tidak mudah dengan digitalisasi yang begitu cepat, kita juga harus menjaganya dengan baik,” ujar Meutya.
Ia berharap masyarakat terdampak gempa di NTT segera melewati masa pemulihan dan kembali beraktivitas seperti sediakala. Meutya juga mengajak masyarakat dari berbagai daerah menunjukkan solidaritas melalui bantuan yang dapat meringankan beban para korban.
“Mari kita bersama membantu dengan berbagai cara dan sarana yang kita bisa untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa NTT,” tutup Meutya.
[PRD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
