Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

BRIN Kembangkan Chatbot AI untuk Edukasi Pasien Cuci Darah

09/06/2026 8:24 AM

Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat Platform SIAPkerja

09/06/2026 8:18 AM

KAI Sediakan 1,17 Juta Kursi Diskon 30 Persen Selama Libur Sekolah

09/06/2026 8:05 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • BRIN Kembangkan Chatbot AI untuk Edukasi Pasien Cuci Darah
  • Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat Platform SIAPkerja
  • KAI Sediakan 1,17 Juta Kursi Diskon 30 Persen Selama Libur Sekolah
  • Gubernur Kaltim Pastikan Tak Ada PHK PPPK
  • Bontang Gelar Operasi Timbang Serentak 2026, Sasar 9.840 Balita
  • DP3AP2KB PPU Dorong Rujukan Terpadu untuk Perlindungan Perempuan dan Anak
  • DP3AP2KB PPU Soroti Beberapa Faktor dalam Pengajuan Dispensasi Kawin
  • BPOM Larang Klaim BPA Free pada Kemasan yang Tak Mengandung BPA
  • Gempa Filipina Picu Peringatan Tsunami, Kutim, Bontang, dan Berau Berstatus Waspada
  • Hak Anak Pasca Perceraian Jadi Sorotan DP3AP2KB PPU, Nafkah dan Pengasuhan Masih Jadi Momok
  • DP3AP2KB PPU Perkuat Konseling Dispensasi Kawin, Tekankan Risiko Perkawinan Usia Anak
  • KAI Tutup 116 Perlintasan Sebidang untuk Tingkatkan Keselamatan
  • Mendikdasmen Salurkan Bantuan Revitalisasi untuk 123 Sekolah di Kaltim
  • Paser Kirim 50 Delegasi ke Penas Petani Nelayan XVII di Gorontalo
  • Paser Jadi Tuan Rumah IPAC 2026, Atlet Top Dunia Ikut Bertanding
  • Bayi Orangutan Lahir di Jantho, Harapan Baru Populasi Orangutan Sumatera
  • El NiƱo Tak Selalu Buruk, Hasil Tangkapan Ikan Bisa Meningkat
  • Pemerintah dan DPR RI Sepakati RUU P2SK
  • Dskominfo Kutim Hadirkan Layanan Pengolahan Dokumen Digital Gratis Berbasis Web
  • Balikpapan Terapkan Perlinsos Digital, Warga Bisa Cek Status Bansos Mandiri
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Opini

Framing Media dan Polarisasi Publik dalam Demonstrasi Agustus 2025

Redaksi Daily Kaltim24/11/2025 3:49 PM
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Nabila Ariiqah Aini, Mahasiswa Semester Tiga Universitas Mulawarman. (istimewa)

Oleh Nabila Ariiqah Aini, Mahasiswa Semester Tiga Universitas Mulawarman

Dalam era kontemporer ini, media massa menjadi sarana utama dan paling efektif dalam penyebaran informasi digital sekaligus paling berbahaya dalam mengotak-atik persepsi publik. Terutama pada momen-momen politik seperti demonstrasi besar. Suatu isu dapat dikemas dengan pilihan kata dan narasi yang disesuaikan ke dalam pembingkaian atau istilahnya memframing informasi dari sisi positif maupun negatif bahkan netral sesuai isu mana yang layak ditampilkan, seberapa sering dibahas, dari sudut pandang siapa, dan Robert Entman (1993) menyebutkan framing adalah proses membingkai realitas sesuai kepentingan tertentu.

Pengaruh framing memicu bias kognitif yang membentuk penilaian masyarakat terhadap rasionalitas bergeser ke polarisasi. Polarisasi itu kondisi masyarakat yang terbelah menjadi dua kubu, bukan karena perbedaan gagasan idealis, tetapi karena bawaan keyakinan ideologis dan bias kognitif tertentu dengan cara menggunakan perasaan atau empati khalayak untuk masuk ke pembingkaian narasi.

Fenomena pembingkaian isu tersebut salah satunya adalah demonstrasi pada bulan Agustus tahun 2025. Demo sebagai bentuk penyaluran aspirasi dan tuntutan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang tidak sesuai kebutuhan rakyat. Membuat rakyat menuntut reformasi, seperti UU, regulasi, dan kebijakan agar menciptakan sistem yang lebih adil serta menitikberatkan pada aspirasi rakyat. Momentum ini digunakan media massa untuk menginformasikan atau menyiarkan kepada publik melalui kondisi dan situasi terkini, ada juga yang menarasikan opini-opini sebagai bahan refleksi.

Media massa akan memframing atau memberi pengaruh kuat kepada masyarakat dalam isu tertentu. Begitu media menyorot satu isu terus-menerus, otak publik otomatis menganggap isu itu penting padahal bisa jadi banyak hal lain yang sama pentingnya tapi gak disorot. Hal ini sejalan dengan teori agenda setting yang dikemukakan McCombs dan Shaw (1972), ā€œThe media may not be successful much of the time in telling people what to think, but it is stunningly successful in telling its readers what to think aboutā€, artinya bahwa media mungkin tidak selalu berhasil membuat orang memikirkan sesuatu sesuai keinginan media, tetapi sangat berhasil menentukan isu apa yang dianggap penting oleh khalayak.

Teori second-level agenda setting McCombs & Ghanem (2001), menyebutkan ā€œThe media not only tell us what to think about, but also how to think about it, and consequently what to thinkā€, artinya Media tidak hanya mengatur isu mana yang penting, tapi juga cara kita memahami dan menilai isu itu. Teori ini berkaitan dengan penjelasan McCombs dan Shaw (1993), bahwa “The agenda-setting role of the news media also extends to the criteria by which the public evaluates political leadersā€, artinya peran agenda setting dari media massa juga meluas hingga pada kriteria yang digunakan publik untuk menilai para pemimpin politik. Jadi, korelasi kedua teori tersebut adalah framing media mengarahkan opini, sikap, penilaian realitas politik masyarakat (kriteria publik) terhadap isu dan pemimpin politik. Sehingga dapat memicu dilema, terlebih masyarakat tak jarang langsung final menunjuk satu sudut pandang bahwa ini benar, ini yang salah, mengakibat polarisasi opini publik yang kurang tepat.

Contoh framing media terlihat dalam artikel Mahkamah Agung RI. (2025, 26 Agustus). ā€œDemo Anarkis: Ketika Aspirasi Rakyat Ditunggangi Kepentingan Tersembunyiā€. Ā Artikel tersebut menyebutkan bahwa demonstrasi yang awalnya dilandasi aspirasi rakyat dapat bergeser menjadi aksi anarkis. Menunjukkan praktik agenda setting sebagaimana dijelaskan McCombs dan Shaw (1972), bahwa media berhasil menentukan isu apa yang dianggap penting bagi publik. Dengan menonjolkan sudut pandang ā€œanarkis,ā€ media mengarahkan perhatian masyarakat pada aspek kekacauan, bukan substansi aspirasi rakyat.

Berdasarkan laporan yang didapat Kompas.tv. (2025, 29 Agustus). ā€œKomnas HAM Temukan Kekuatan Berlebihan Aparat dalam Demo 25 dan 28 Agustus, 951 Orang Ditahanā€. Laporan data tersebut menyebutkan bahwa aksi tanggal 25 Agustus 2025 ada 351 orang yang ditangkap dan pada aksi 28 Agustus 2025 diduga 600 orang ditangkap total sekitar 951 orang untuk kedua tanggal tersebut. Banyaknya massa aksi yang ditangkap karena tindakan penangkapan sewenang-wenang dengan dalih pengamanan oleh kepolisian yang merupakan pembatasan kebebasan bergerak. Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM, Putu Elvina menjelaskan, “Diduga kuat telah terjadi penggunaan kekuatan yang berlebih atau eksesif oleh aparat dalam penanganan aksi unjuk rasa yang menyebabkan satu orang atas nama almarhum Affan Kurniawan, 21 tahun, meninggal dunia karena diduga kuat ditabrak dan dilindas oleh kendaraan taktis Brimob Polriā€ (kompas.tv, 2025). Dalam teori McCombs dan Shaw (1993), media tidak hanya membentuk persepsi isu, tetapi juga memengaruhi kriteria publik dalam menilai pemimpin politik. Melalui penekanan terhadap penangkapan massal dan kekerasan aparat, Kompas.tv (2025) mengarahkan publik menilai pemerintah dari aspek HAM dan akuntabilitas. Pembingkaian ini menjadi counter-framing terhadap contoh pertama narasi resmi yang menstigmatisasi demonstrasi.

Penulisan opini ini menekankan bagaimana mekanisme agenda setting dan framing media membentuk cara publik menilai isu serta pemimpin politik, yang pada akhirnya memicu polarisasi dalam konteks demonstrasi Agustus 2025. Dari kedua contoh sebelumnya, menunjukkan bagaimana media membentuk realitas politik dan sosial. Ketika media resmi pemerintah (Mahkamah Agung RI, 2025)Ā  menonjolkan sisi ā€œanarkisā€ dan ā€œpenunggang kepentingan tersembunyi,ā€ publik terdorong untuk menilai pemimpin politik berdasarkan kemampuan menjaga ketertiban dan keamanan atau membangun citra pemimpin politik yang positif sedangkan citra demonstrasi sebagai ancaman. Sementara framing Kompas.tv (2025) mendorong publik menilai pemimpin dari ketidakmampuan menjamin keadilan dan HAM atau menyorot pelanggaran aparat dan ketidakadilan struktural yang membangun citra buruk pemimpin politik dan citra aksi massa yang positif sebagai representasi perlawanan terhadap ketidakadilan. Akibatnya publik terpecah menjadi dua kubu untuk memihak siapa dan menghakimi siapa. Bahayanya jika masyarakat hanya mengkonsumsi salah satu framingsaja, publik dapat menilai secara ekstrem. Yang kemudian, lahirlah polarisasi extrem juga. Dampaknya adalah menjauhkan rasionalitas dalam menilai sebuah narasi, terutama sering terjadi dikalangan yang kurang kesadaran kritis dan literasi politik.

Kesimpulannya adalah media tidak hanya membentuk persepsi publik lewat isu yang diangkat (agenda setting) dari (McCombs & Shaw, 1972), tapi juga lewat cara isu itu disajikan (framing) dari (McCombs & Ghanem, 2001; McCombs & Shaw, 1993), dan dari situlah lahir polarisasi sosial yang menumpulkan rasionalitas masyarakat. Sehingga untuk mengatasi framing ke polarisasi semakin buruk, perlu dibenahi dan diupayakan kepada media massa dan kaum intelektual untuk menyampaikan literasi politik yang kritis serta institusi politik yang memiliki otoritas, seperti pemerintah dan partai politik yang lebih dominan sekaligus juga paling dekat dalam mempersuasikan masyarakat terhadap pendidikan politik secara komprehensif.

Demonstrasi bukan soal panggung depan semata atas nama rakyat, namun hak dan kewajiban warga negara untuk mendapatkan keadilan dalam menuntut substansi demokrasi. Maka setiap narasi harus di selektif untuk menilai secara benar dan tepat, karena media bisa jadi pengawas kekuasaan, tapi juga bisa jadi alat kekuasaan. Oleh karena itu, literasi politik dan pendidikan politik sangat berperan sentral dalam menjaga rasionalitas juga kesadaran politik masyarakat untuk dapat bernalar aktif, publik yang skeptis, memastikan referensi dari setiap media resmi agenda setting berita agar tidak mudah terprovokasi.

*) Tanggung jawab atas opini ini sepenuhnya ada pada penulis sebagaimana tercantum, dan tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan redaksi DailyKaltim.co.

Demonstrasi Framing Opini
Follow on Google News

Related Posts

Opini

Apakah GERD bisa menghentikan fungsi jantung?

23/05/2026 6:30 AM
Opini

Di Balik Kekejaman: Menggali Keadilan dalam Masyarakat Kita yang Sesuai dengan Fiqih Jinayah

21/01/2026 4:59 AM
Opini

Memahami Al-Qur’an Secara Mendalam: Tantangan Zaman Digital dan Keteladanan Metodologi Ulama Klasik yang Tepat

10/01/2026 7:03 AM
Opini

Belajar Toleransi dari Serambi Mekkah: Bagaimana Ulama Aceh Memandang Perbedaan Agama

29/12/2025 8:55 AM
Opini

Jalan Rusak Singa Geweh: Ketika Masalah Kecil Menjadi Sorotan Besar

29/12/2025 8:38 AM
Opini

Membaca Dinamika Politik Kukar 2029: Kontestasi Demokrasi dalam Bingkai Kepentingan Publik

29/12/2025 8:23 AM
Iklan
Demo
Trending

PPU Gelar Diskusi Sawit Berkelanjutan,Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas

07/11/2024 3:21 AM

7PaceRunners Gelar Lari di Car Free Day PPU, Kampanye Gaya Hidup Sehat dan Dukung UMKM

15/02/2025 4:17 AM

Disdukcapil PPU Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Soal Pelaporan Akta Kematian

29/04/2025 2:11 PM

Anopheles Tak Selalu Jadi Musuh: Fokus Dinkes PPU Kini ke Penularan Aktif di Sotek

11/06/2025 2:07 PM

PPU Borong Tiga Penghargaan Gender Champion Kaltim 2026, Peran Perempuan Jadi Sorotan

30/04/2026 10:01 AM
Terbaru
Rupa

BRIN Kembangkan Chatbot AI untuk Edukasi Pasien Cuci Darah

By Redaksi Daily Kaltim09/06/2026 8:24 AM

Dailykaltim.co – Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)…

Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat Platform SIAPkerja

09/06/2026 8:18 AM

KAI Sediakan 1,17 Juta Kursi Diskon 30 Persen Selama Libur Sekolah

09/06/2026 8:05 AM

Gubernur Kaltim Pastikan Tak Ada PHK PPPK

09/06/2026 7:57 AM

Bontang Gelar Operasi Timbang Serentak 2026, Sasar 9.840 Balita

09/06/2026 7:37 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

Ribuan Bibit Ikan Papuyu Ditebar di Embung MBH Sepaku

22/09/2025 5:36 AM

Indonesia Gagal Juara, Vietnam Menang 1-0 di Final AFF U-23

30/07/2025 6:32 AM

Samarinda Optimalkan Penyerapan Bankeu untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur

25/10/2024 8:40 AM
TERBARU

BRIN Kembangkan Chatbot AI untuk Edukasi Pasien Cuci Darah

09/06/2026 8:24 AM

Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat Platform SIAPkerja

09/06/2026 8:18 AM

KAI Sediakan 1,17 Juta Kursi Diskon 30 Persen Selama Libur Sekolah

09/06/2026 8:05 AM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version