Dailykaltim.co – Tim bulu tangkis putri Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Selatan setelah kalah 1-3 pada babak semifinal Uber Cup. Hasil ini menghentikan langkah Indonesia menuju partai final, meski sempat memberi perlawanan melalui sektor tunggal kedua.
Pada partai pertama, tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani takluk dari An Se Young dengan skor 19-21, 5-21. Putri mengakui sempat mampu mengimbangi permainan lawan di gim awal, namun kehilangan ketahanan di poin-poin akhir.
“Di gim pertama cukup puas dengan penampilan saya karena saya bisa mengimbangi permainan An Se Young yang memainkan ritme dengan sangat baik. Dia tidak terlalu menyerang banget, hanya bola atasnya yang lebih menekan. Cukup disayangkan di akhir saya kurang tahan,” ujarnya.
Memasuki gim kedua, ia menilai lawan mulai mengubah tempo permainan dan lebih membaca pola yang diterapkannya sejak awal.
“Di gim kedua dia ada perubahan kecepatan dan saya malah banyak mati sendiri. An Se Young juga sudah membaca pola permainan saya bahkan sejak bola pertama,” kata Putri.
Indonesia kemudian kembali tertinggal setelah ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi kalah dari Baek Ha Na/Lee So Hee dengan skor 16-21, 21-19, 15-21. Pasangan ini sempat memaksakan gim penentuan sebelum akhirnya kehilangan momentum di fase akhir.
Amallia menyebut mereka telah berusaha maksimal meski hasil belum sesuai harapan.
“Tetap mengucap syukur alhamdulillah dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik, walaupun hasilnya masih tidak sesuai yang kita inginkan. Tapi kami tadi sudah mencoba yang terbaik,” ujarnya.
Febriana menambahkan laga berlangsung ketat dengan banyak reli panjang. Namun, fokus yang menurun di beberapa poin krusial menjadi pembeda.
“Di akhir-akhir gim ketiga mereka memang mempercepat pola. Memainkan ritme dari yang satu-satu lalu tiba-tiba dipercepat, itu yang membuat kami jadi dalam posisi terus tertekan,” katanya.
Tertinggal 0-2, Indonesia memperkecil kedudukan melalui kemenangan tunggal kedua, Thalita Ramadhani Wiryawan, yang mengalahkan Sim Yu Jin dua gim langsung 21-19, 21-19. Ia mengaku bermain lepas meski tim dalam posisi tertinggal.
“Meskipun tadi tim sudah ketinggalan 2-0 tapi saya mau coba main dulu saja. Coba mau mengeluarkan yang saya punya,” ujarnya.
Ia juga menerapkan strategi menyerang sejak awal untuk menekan lawan. “Saya terus bermain menyerang dan menekan dari awal walaupun di akhir-akhir gim kedua dia mengubah dengan memaksa rally-rally,” kata Thalita.
Harapan Indonesia pupus setelah ganda putri kedua, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, kalah dari Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong dengan skor 16-21, 18-21. Kekalahan ini memastikan Korea Selatan melaju ke final dengan keunggulan 3-1.
Rachel mengaku kecewa karena gagal menyumbang poin penentu bagi tim. “Sedih tidak bisa menjadi penentu hari ini, tidak bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai tekanan dari lawan membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. “Kami terus bermain dalam tekanan mereka, kami terus terpancing memberikan bola yang mereka mau,” kata Rachel.
Sementara itu, Febi menyebut serangan lawan menjadi faktor utama kesulitan yang mereka hadapi. “Serangan mereka menyulitkan kami. Dropshot-nya tajam dan tipis,” ujarnya.
Dengan hasil ini, Indonesia harus puas terhenti di semifinal, sementara Korea Selatan melangkah ke partai puncak.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
