Dailykaltim.co – Program edukasi keselamatan dan energi mulai diperkenalkan kepada siswa melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lewat program Pertamina Cerdas, PT Patra Logistik menghadirkan pembelajaran di luar kelas dengan metode yang lebih interaktif.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak memahami langsung risiko di jalan. Salah satunya melalui simulasi miniatur mobil tangki untuk mengenal area blind spot atau titik yang tidak terlihat oleh pengemudi.
Dari simulasi itu, siswa diperkenalkan pada posisi aman saat berada di sekitar kendaraan besar, yang kerap ditemui di jalan raya.
Selain aspek keselamatan, materi juga menyasar kebiasaan hemat energi. Siswa dikenalkan pada penggunaan bahan bakar secara bijak hingga langkah sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan rumah.
Program ini turut melibatkan pekerja lapangan, termasuk Awak Mobil Tangki (AMT), yang berbagi pengalaman langsung. Mereka menjelaskan kondisi nyata di jalan, sekaligus menanamkan pemahaman tentang pentingnya keselamatan dan tanggung jawab bersama.
Bagi perusahaan, keterlibatan pekerja menjadi bagian dari pendekatan edukasi yang lebih kontekstual, karena siswa mendapat gambaran langsung dari pelaku di lapangan.
Sejak 2024 hingga 2026, kegiatan ini tercatat telah menjangkau lebih dari 1.200 siswa di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bandung, hingga Nusa Tenggara Barat.
Tak hanya edukasi, perusahaan juga menyalurkan dukungan berupa fasilitas belajar dan perbaikan sarana dasar di sekolah. Bantuan difokuskan pada kebutuhan yang dapat langsung dimanfaatkan, seperti perangkat pembelajaran dan fasilitas sanitasi.
Corporate Secretary PT Patra Logistik, Prakoso Yoga Ferlando, menilai keterlibatan pekerja dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi sosial perusahaan.
“Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab satu atau dua pengendara, tapi juga kita semua. Keterlibatan pekerja sebagai relawan menjadi salah satu bentuk komitmen kami untuk hadir dan berkontribusi secara nyata, tidak hanya melalui operasional, tetapi juga lewat edukasi kepada masyarakat sejak dini,” ujarnya.
Ke depan, program ini akan diperluas ke lebih banyak sekolah dengan melibatkan pekerja secara langsung dalam proses pembelajaran. Harapannya, pemahaman yang diterima siswa tidak berhenti di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
