Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Mulai Juli 2026, Keberangkatan Umrah dan Haji Khusus Dipusatkan di Terminal 2F

27/06/2026 6:47 AM

Kapal Pertamina Gamsunoro Lewati Selat Hormuz, VLCC Pertamina Pride Bersiap Menyusul

27/06/2026 6:41 AM

Kutim Siapkan Lahan 6 Hektare, Lapas Baru Akan Dibangun di Bukit Pelangi

27/06/2026 6:23 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Mulai Juli 2026, Keberangkatan Umrah dan Haji Khusus Dipusatkan di Terminal 2F
  • Kapal Pertamina Gamsunoro Lewati Selat Hormuz, VLCC Pertamina Pride Bersiap Menyusul
  • Kutim Siapkan Lahan 6 Hektare, Lapas Baru Akan Dibangun di Bukit Pelangi
  • Penyaluran BBM di Sulawesi Capai 12,28 Juta Liter hingga Juni 2026
  • 60 Peserta Ramaikan Fun Game Mancing Udang Galah Borneo Sangatta
  • Paranael dan Zenia Terpilih sebagai Duta Perumdam Tirta Sendawar 2026
  • Jelang Tahun Ajaran 2026/2027, Pamong SMA Taruna Nusantara Tiba di IKN
  • Kutim Terancam Kehilangan DBH Rp2,34 Triliun Akibat Pemangkasan RKAB Batubara
  • Kutim Wajibkan Penanaman Mangrove di Setiap Revitalisasi Tambak
  • BNN Siapkan Gerakan Ananda Bersinar untuk Lindungi Anak dari Ancaman Narkoba
  • Kukar Luncurkan RTku Terbaik, Setiap RT Kelola Dana Rp150 Juta
  • Antusiasme Warga Tinggi, Donor Darah Massal di Paser Diikuti 320 Peserta
  • Diskon Transportasi Berlaku saat Libur Sekolah 2026
  • Indonesia Naik Tiga Peringkat, Tempati Posisi Kedua Destinasi Ramah Muslim Dunia
  • Sirkuit Mandalika hingga Sasake Masuk Peta Venue PON 2028
  • DP3AP2KB PPU Siapkan Tim Masuk Sekolah, Sasar Isu Kekerasan hingga Pernikahan Dini
  • DP3AP2KB PPU Sebut Pernikahan Dini Dinilai Rentan Picu Perceraian dan KDRT
  • BRIN Abadikan Jejak Bintang di Langit Timau, Tunjukkan Bukti Rotasi Bumi
  • Pengrajin Wastra di IKN Kembangkan Motif Batik Bernuansa Kota Masa Depan
  • RSUD Kudungga Jadi Rujukan Layanan Intervensi Jantung Nonbedah
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Budaya

Menafsir Makna Kematian di Tengah Perubahan

Redaksi Daily Kaltim16/08/2025 7:12 AM
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Dailykaltim.co – Kematian, dalam setiap peradaban dan budaya, selalu menjadi peristiwa yang diselubungi makna mendalam. Ia bukan sekadar akhir, melainkan jembatan menuju fase kehidupan selanjutnya. Bagi etnik Tionghoa, khususnya di Kota Padang, Sumatera Barat, ritual kematian adalah manifestasi terpenting dari penghormatan kepada leluhur dan identitas kultural yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah arus modernisasi yang kian deras, tradisi ini menghadapi tantangan dan perubahan, namun tetap kokoh berdiri berkat peranan dua “kongsi kematian” historis: Himpunan Tjinta Teman (HTT) dan Himpunan Bersatu Teguh (HBT).

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, berjudul “Kongsi Kematian dan perubahan Ritual Prosesi Kematian Tionghoa di Padang”. Ditulis oleh tiga peneliti terkemuka—Eniwati Erniwati dari Universitas Negeri Padang, Yelda Syafrina dari Universitas Negeri Padang, dan Zulfa Saumia dari Universitas Jambi—dan dipublikasikan dalam Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, Volume 15, Nomor 1 (April 2025). Kajian ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana HTT dan HBT, yang telah berdiri sejak masa kolonial, menjadi tiang penyangga dalam menjaga keberlangsungan tradisi leluhur ini.

Sejarah komunitas Tionghoa di Padang telah mengukir jejaknya sendiri sejak masa kolonial Belanda. Pada tahun 1850, mereka membeli sebidang tanah di Bukit Gunung Padang untuk dijadikan pemakaman, yang dinamakan Sin Tiong. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada prinsip feng shuiyang meyakini bahwa makam yang bersandar pada gunung dan menghadap laut akan mendatangkan berkah. Pembelian lahan ini didanai oleh sumbangan para tokoh Tionghoa pada masa itu, seperti Kapiten Lie Pie Goan dan Letnan Tjoa Tiang Mo.

Selain tanah pemakaman, etnik Tionghoa Padang juga mendirikan berbagai kongsi, termasuk “kongsi kematian”. Kata “kongsi”, yang berasal dari kata kong (usaha) dan si (pengelolaan), tidak hanya merujuk pada kerja sama dalam usaha, melainkan juga dalam aktivitas sosial, terutama terkait ritual kematian. Strukturisasi yang dilakukan Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1894 meninggalkan HTT (sebelumnya bernama Hok Tek Tong) dan HBT (sebelumnya bernama Heng Beng Tong) sebagai dua kongsi kematian utama yang berperan penting sebagai wadah bagi para perantau Tionghoa.

Setelah Indonesia merdeka, kedua kongsi ini mengalami restrukturisasi. “Melalui Keputusan Presiden No. 240 Tahun 1967, pemerintah menganjurkan perubahan nama kongsi menjadi nama Indonesia.” Hok Tek Tong berubah menjadi Himpunan Tjinta Teman, dan Heng Beng Tong menjadi Himpunan Bersatu Teguh pada tahun yang sama. Perubahan ini tidak hanya pada nama, tetapi juga pada struktur dan anggaran dasar, yang kini mengukuhkan mereka sebagai organisasi sosial, budaya, dan pemakaman.

Tradisi ritual kematian Tionghoa dikenal dengan tahapan yang panjang dan biaya yang besar. Namun, seiring waktu, modernisasi membawa perubahan signifikan. Di Tiongkok, misalnya, praktik kremasi kini lebih umum dan dikelola oleh perusahaan pemakaman profesional. Fenomena serupa juga terjadi di Padang, di mana sejak tahun 2000, kremasi menjadi pilihan alternatif.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti biaya pemakaman yang besar, efisiensi waktu, dan perubahan pola pikir generasi muda Tionghoa telah mendorong adopsi kremasi. Namun, meskipun metode pemakamannya berubah, esensi dan makna ritual tidak ditinggalkan. HTT dan HBT memastikan prosesi ritual tetap dilaksanakan sesuai tradisi, baik melalui penguburan maupun kremasi.

Salah satu aspek menarik dari perubahan ini adalah simbolisme yang menyertainya. Dulu, barang-barang berharga dikubur bersama jenazah, tetapi kini, replika simbolis—seperti rumah, mobil, atau uang kertas perak dan emas—dibakar untuk dikirimkan ke alam baka sebagai bekal. Hal ini mencerminkan adaptasi tradisi terhadap konteks zaman tanpa mengikis makna yang terkandung di dalamnya.

Keberadaan HTT dan HBT menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan ritual ini di Padang. Keterbatasan individu untuk menyelenggarakan prosesi yang rumit dan mahal membuat mereka memilih menjadi anggota salah satu kongsi. Kedua kongsi ini memiliki aturan keanggotaan yang jelas, di mana setiap anggota, atau hiati, harus mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah ditetapkan. Aturan ini mencakup kewajiban seperti membayar iuran dan membantu dalam pemakaman anggota lain.

Sebaliknya, anggota juga mendapatkan hak istimewa, termasuk bantuan dalam penyelenggaraan ritual kematian. Yang paling menyentuh adalah praktik gotong royong yang masih hidup di antara para anggota. “Kongsi menyediakan bantuan bagi keluarga yang tidak mampu tanpa membebankan biaya.” Bahkan, ada tradisi di mana anggota yang mampu secara finansial berlomba-lomba memberikan donasi peti mati secara anonim, sebagai bentuk amal yang diyakini dapat mendatangkan rezeki. Ini menunjukkan bahwa di balik struktur formal, nilai-nilai solidaritas dan kebersamaan masih menjadi jiwa dari kongsi-kongsi ini.

Dengan demikian, ritual kematian etnik Tionghoa di Padang adalah sebuah narasi tentang adaptasi dan pemertahanan budaya. Melalui peran vital HTT dan HBT, tradisi ini terus berevolusi, memadukan penghormatan pada masa lalu dengan pragmatisme masa kini. Ia menjadi cerminan dari sebuah komunitas yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadikannya relevan di tengah dinamika dunia modern.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Budaya Padang Tionghoa
Follow on Google News

Related Posts

Budaya

Ruwat Laut Carita: Tradisi Syukur yang Bertahan di Tengah Arus Wisata

23/02/2026 6:20 PM
Budaya

Begu Ganjang: Narasi yang Bergeser dalam Masyarakat Batak Toba

10/01/2026 6:55 AM
Budaya

Menari di Antara Dunia: Makna Sakral Tari Tor-Tor Batak Toba

22/12/2025 6:40 AM
Samarinda

Amplang hingga Bubur Peca’ Masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia

17/12/2025 3:15 AM
Samarinda

FESMA 2025 Resmi Dibuka, Mahakam Jadi Panggung Identitas Budaya Samarinda

22/11/2025 5:09 AM
Kubar

Rizky Ahmad Dani dan Nurul Trisia Terpilih Jadi Monaq dan Ringeeng Sendawar 2025

03/11/2025 4:04 AM
Iklan
Demo
Trending

PPU Gelar Diskusi Sawit Berkelanjutan,Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas

07/11/2024 3:21 AM

7PaceRunners Gelar Lari di Car Free Day PPU, Kampanye Gaya Hidup Sehat dan Dukung UMKM

15/02/2025 4:17 AM

Disdukcapil PPU Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Soal Pelaporan Akta Kematian

29/04/2025 2:11 PM

Anopheles Tak Selalu Jadi Musuh: Fokus Dinkes PPU Kini ke Penularan Aktif di Sotek

11/06/2025 2:07 PM

PPU Borong Tiga Penghargaan Gender Champion Kaltim 2026, Peran Perempuan Jadi Sorotan

30/04/2026 10:01 AM
Terbaru
Nasional

Mulai Juli 2026, Keberangkatan Umrah dan Haji Khusus Dipusatkan di Terminal 2F

By Redaksi Daily Kaltim27/06/2026 6:47 AM

Dailykaltim.co –  Seluruh aktivitas keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah serta haji khusus melalui Bandara Internasional…

Kapal Pertamina Gamsunoro Lewati Selat Hormuz, VLCC Pertamina Pride Bersiap Menyusul

27/06/2026 6:41 AM

Kutim Siapkan Lahan 6 Hektare, Lapas Baru Akan Dibangun di Bukit Pelangi

27/06/2026 6:23 AM

Penyaluran BBM di Sulawesi Capai 12,28 Juta Liter hingga Juni 2026

27/06/2026 6:17 AM

60 Peserta Ramaikan Fun Game Mancing Udang Galah Borneo Sangatta

27/06/2026 6:05 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

Puan Desak Pemerintah Perketat Pengawasan untuk Cegah Penyebaran Mpox

20/08/2024 4:31 PM

Safari Ramadan di Sepaku, Wabup PPU Tekankan Penguatan Spiritual

02/03/2026 5:56 AM

FIFA Luncurkan Paket Hospitality Resmi Piala Dunia 2026 di Seluruh Negara Tuan Rumah

16/07/2025 7:38 AM
TERBARU

Mulai Juli 2026, Keberangkatan Umrah dan Haji Khusus Dipusatkan di Terminal 2F

27/06/2026 6:47 AM

Kapal Pertamina Gamsunoro Lewati Selat Hormuz, VLCC Pertamina Pride Bersiap Menyusul

27/06/2026 6:41 AM

Kutim Siapkan Lahan 6 Hektare, Lapas Baru Akan Dibangun di Bukit Pelangi

27/06/2026 6:23 AM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version