Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tanaman Usia 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kilogram

21/09/2026 9:32 AM

Wamenkomdigi: Kepercayaan Publik Jadi Kunci Pengembangan AI

21/09/2026 9:20 AM

Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga

19/09/2026 7:10 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tanaman Usia 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kilogram
  • Wamenkomdigi: Kepercayaan Publik Jadi Kunci Pengembangan AI
  • Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga
  • Delapan MPP Terdampak Bencana Butuh Perbaikan Segera, PANRB Siapkan Layanan Jemput Bola
  • RISE TO IPO 2026 Jangkau 153 Usaha Menengah, Dorong Akses ke Pasar Modal
  • Prabowo Ancam Cabut Izin 95 Korporasi yang Diduga Terlibat Karhutla
  • Bea Cukai Sita 29 Kilogram Emas di Empat Bandara, Nilainya Rp73,3 Miliar
  • RTH Depan Stadion PPU Mulai Bisa Dimanfaatkan Masyarakat dan Pelaku UMKM
  • Perizinan Makin Digital, DPMPTSP PPU Benahi Website dan Informasi Investasi
  • Disdukcapil PPU Jemput Bola ke Desa, Kejar KTP hingga Akta Kematian
  • KURIKULUM 2013: JEJAK PERUBAHAN YANG MENGUBAH WAJAH PEMBELAJARAN DI INDONESIA
  • Disperkimtan PPU Pastikan Pekerjaan RTH Korpri Sesuai Hasil Pengecekan Lapangan
  • DPMPTSP PPU Tegaskan Pelayanan Perizinan Gratis, ASN Diminta Jaga Integritas
  • Keterbatasan Fiskal Hambat Realisasi MPP PPU, DPMPTSP Berharap Tetap Terwujud
  • Urus Akta Kelahiran di PPU Kini Sekaligus Dapat KK dan KIA
  • Hutan Kota PPU Bakal Dilengkapi Menara Pantau, Perencanaan Umum Sudah Dilakukan
  • Layanan Adminduk Makin Digital, Disdukcapil PPU Perketat Perlindungan Data Pribadi
  • Kurangi Ketergantungan Dana Transfer, PPU Petakan Potensi Pajak dan Retribusi
  • PT STN Perkuat Respons Karhutla di Babulu Darat Bersama BPBD PPU
  • Data Desil Penerima BSPS di PPU Tak Selalu Sesuai Kondisi Lapangan
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Budaya

Pendopo, Dalem, dan Jejak Kuasa yang Mengendap di Priangan

Redaksi Daily Kaltim14/08/2025 7:35 AM0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Rumah Adat Jawa Barat. (istimewa)

Dailykaltim.co – Priangan, nama yang kini melekat di peta Jawa Barat, sejatinya menyimpan lapisan sejarah yang tak sekadar tertulis di arsip atau terpatri pada batu nisan. Ia hidup dalam bentuk hunian-hunian kaum ménak, bangsawan Sunda yang berdiri di antara tradisi dan perubahan zaman. Di balik tembok tebal dan pendopo menjulang, rumah-rumah itu menjadi panggung di mana kekuasaan, tata nilai, dan kosmologi lokal saling bertaut—sebuah teks budaya yang dibaca lewat arsitektur.

Kajian Nina Herlina, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran, dalam Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol. 7 No. 2, Juni 2025, halaman 100–108, menelusuri lanskap hunian kaum menak Priangan pada 1800–1942. Hunian ini bukan sekadar kediaman para penguasa daerah, melainkan pertemuan halus antara kemegahan adat, simbol-simbol spiritual, dan sentuhan modernisasi kolonial. Di sanalah ruang privat dan publik bersinggungan, membentuk narasi sosial yang kompleks.

Sebelum disebut Priangan, kawasan ini bernama Sumedanglarang. Pergantian nama terjadi ketika wilayah itu berada di bawah kekuasaan Mataram pada awal abad ke-17. Kehadiran VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda membawa struktur pemerintahan baru: kabupaten-kabupaten yang dipimpin bupati. Para bupati inilah inti kaum menak—aristokrasi yang memadukan garis keturunan kerajaan, jabatan administratif, dan martabat sosial.

Hunian mereka dibangun untuk memancarkan wibawa. Kompleks kabupaten, atau dalem, menyerupai miniatur keraton Jawa, lengkap dengan alun-alun, pendopo, dan halaman luas. Dalam rancangan itu, pendopo menjadi pusat interaksi publik—ruang terbuka untuk resepsi, upacara, dan pesta, sering dihiasi gamelan dan wayang golek. Tiang sokoguru berdiri sebagai penopang, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam makna kosmologis. Dalam pandangan Sunda-Jawa, sokoguru adalah penjaga harmoni; bahkan tradisi lama menanamkan kurban di bawahnya—dahulu kepala manusia, lalu kepala kerbau—untuk menjaga keseimbangan semesta.

Sementara itu, dalem menyimpan kehidupan privat. Kaputren untuk putri-putri bupati, ruang makan dengan meja dan kursi bergaya Eropa, serta kamar-kamar luas bagi keluarga dan kerabat memperlihatkan percampuran halus antara tatanan tradisional dan selera kolonial.

Pertengahan abad ke-19, pemerintah kolonial melalui Dinas Pekerjaan Umum (B.O.W.) memperkenalkan regentswoning—rumah bupati bergaya Eropa dengan tembok tebal, atap genting, dan pilar Yunani. Meski dianggap kokoh, desain ini tak selalu diterima. Penolakan para bupati tak semata soal estetika, tetapi karena rancangan itu kerap mengabaikan makna simbolis dan fungsi sosial rumah tradisional, seperti ruang khusus tamu wanita atau area privat keluarga besar.

Beberapa bupati menolak beralih sepenuhnya. Pangeran Sugih di Sumedang, misalnya, tetap tinggal di rumah tradisional Srimanganti dan hanya menggunakan regentswoning untuk acara resmi. Bupati Ciamis R.A.A. Kusumadiningrat pun mempertahankan Keraton Selagangga sebagai hunian pribadi.

Rumah menak adalah galeri keanggunan: perabot kayu jati ukir, lampu kristal, piring perak, hingga piano yang diajarkan oleh guru Belanda untuk anak-anak bupati. Pusaka seperti kereta kuda Naga Paksi di Sumedang atau gamelan agung menjadi tanda kesinambungan warisan. Memasuki abad ke-20, mobil menjadi penanda kemewahan baru—Bupati Sumedang bahkan tercatat memiliki mobil Fiat pertama di Priangan.

Lingkungan hunian pun sarat makna. Kolam ikan gurame dan kancra bukan sekadar sumber pangan, tetapi bagian dari lanskap simbolik. Balong Gede di Bandung, kolam besar milik bupati, menjadi penanda prestise yang namanya tetap hidup meski fisiknya telah hilang.

Kini, banyak bangunan kabupaten tradisional lenyap, tergantikan kantor pemerintahan atau bangunan modern. Namun di Sumedang, jejak seperti Srimanganti, Bumi Kalér, dan Gedung Negara masih berdiri sebagai saksi bisu dialog panjang antara tradisi dan kolonialisme. Museum Prabu Geusan Ulun kini menyimpan perabot, pusaka, dan cerita yang dulu hanya beredar di lingkaran elite menak.

Kisah hunian kaum menak Priangan adalah cermin dialektika antara yang lama dan yang baru. Ia mengingatkan bahwa rumah bukan sekadar tempat bernaung, melainkan teks yang memuat tafsir kekuasaan, identitas, dan perubahan zaman. Seperti sokoguru yang menopang pendopo, warisan ini menjadi penyangga ingatan kolektif yang tak lekang di hati masyarakat Sunda.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Budaya Menak Priangan
Follow on Google News

Related Posts

Budaya

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM
Budaya

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

28/08/2026 12:13 PM
Budaya

Guru Besar UNY: Nilai Budaya Jawa Tetap Relevan Menjaga Kerukunan

03/08/2026 2:08 PM
Budaya

Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Didorong Jadi Identitas Budaya Baru Berau

31/07/2026 2:43 AM
Budaya

Ruwat Laut Carita: Tradisi Syukur yang Bertahan di Tengah Arus Wisata

23/02/2026 6:20 PM
Budaya

Begu Ganjang: Narasi yang Bergeser dalam Masyarakat Batak Toba

10/01/2026 6:55 AM
Iklan
Demo
Trending

Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga

19/09/2026 7:10 AM

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

29/08/2026 7:04 AM

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

28/08/2026 12:13 PM

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM

Gen Z Mengubah Cara Belanja, Pengalaman Kini Lebih Penting daripada Kepemilikan

27/08/2026 2:33 PM
Terbaru
Kaltim

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tanaman Usia 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kilogram

By Redaksi Daily Kaltim21/09/2026 9:32 AM

Dailykaltim.co, Kaltim – Harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit di Kalimantan Timur kembali menguat…

Wamenkomdigi: Kepercayaan Publik Jadi Kunci Pengembangan AI

21/09/2026 9:20 AM

Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga

19/09/2026 7:10 AM

Delapan MPP Terdampak Bencana Butuh Perbaikan Segera, PANRB Siapkan Layanan Jemput Bola

18/09/2026 4:37 AM

RISE TO IPO 2026 Jangkau 153 Usaha Menengah, Dorong Akses ke Pasar Modal

18/09/2026 4:35 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
TERBARU

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tanaman Usia 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kilogram

21/09/2026 9:32 AM

Wamenkomdigi: Kepercayaan Publik Jadi Kunci Pengembangan AI

21/09/2026 9:20 AM

Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga

19/09/2026 7:10 AM
Media Terverifikasi Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version