Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Usia 40 Tahun dan Ancaman Senyap Obesitas Sentral

06/05/2026 6:04 AM

Pemerintah Siapkan Skema Baru Tambang, Porsi Negara Diperbesar

06/05/2026 5:35 AM

BMKG Sebut Musim Kemarau Masuk Bertahap di Indonesia

06/05/2026 4:57 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Usia 40 Tahun dan Ancaman Senyap Obesitas Sentral
  • Pemerintah Siapkan Skema Baru Tambang, Porsi Negara Diperbesar
  • BMKG Sebut Musim Kemarau Masuk Bertahap di Indonesia
  • Damkarmat Kutim Perkuat Relawan Pemadam hingga Tingkat RT
  • Kutim Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Pelajar
  • PPU Perkuat Irigasi Lewat SIPURI, Ajukan Rp53 Miliar untuk 2026
  • Pelatih Timnas U-17 Tetapkan 23 Pemain untuk Piala Asia 2026
  • Waspadai Tren Gula Aren, Konsumsi Berlebih Picu Risiko Kesehatan
  • Kemenhub Terbitkan Sertifikat Tipe Validasi untuk Drone HY100
  • 142 Kios Sementara Rampung, Pedagang Pasar Segiri Kembali Berjualan
  • Porprov Kaltim 2026 Kekurangan Dokter, Dinkes Paser Lakukan Pemetaan
  • Dishub Paser Siapkan 139 Kendaraan untuk Porprov Kaltim 2026
  • Pemkab PPU Gelar Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Kemajuan Pendidikan
  • Pisah Sambut Dandim 0913/PPU, Sinergi Pembangunan Diperkuat
  • Program Pertamina Cerdas Kenalkan Keselamatan dan Energi ke Siswa
  • Terhenti di Semifinal, Indonesia Raih Perunggu Uber Cup 2026
  • Taman Safari Prigen Catat Kelahiran Tiga Anak Harimau Benggala
  • Hardiknas 2026, Pendidikan Nasional Menuju Sistem Terintegrasi
  • Dari Batik hingga Pendidikan, Dua Tokoh Perempuan PPU Perkuat Makna Gender Champion
  • Parade Gender Kaltim 2026 Jadi Momentum Pengakuan bagi Tokoh Berdampak dari PPU
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Budaya

Menafsir Makna Kematian di Tengah Perubahan

Redaksi Daily Kaltim16/08/2025 7:12 AM
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Dailykaltim.co – Kematian, dalam setiap peradaban dan budaya, selalu menjadi peristiwa yang diselubungi makna mendalam. Ia bukan sekadar akhir, melainkan jembatan menuju fase kehidupan selanjutnya. Bagi etnik Tionghoa, khususnya di Kota Padang, Sumatera Barat, ritual kematian adalah manifestasi terpenting dari penghormatan kepada leluhur dan identitas kultural yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah arus modernisasi yang kian deras, tradisi ini menghadapi tantangan dan perubahan, namun tetap kokoh berdiri berkat peranan dua “kongsi kematian” historis: Himpunan Tjinta Teman (HTT) dan Himpunan Bersatu Teguh (HBT).

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, berjudul “Kongsi Kematian dan perubahan Ritual Prosesi Kematian Tionghoa di Padang”. Ditulis oleh tiga peneliti terkemuka—Eniwati Erniwati dari Universitas Negeri Padang, Yelda Syafrina dari Universitas Negeri Padang, dan Zulfa Saumia dari Universitas Jambi—dan dipublikasikan dalam Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, Volume 15, Nomor 1 (April 2025). Kajian ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana HTT dan HBT, yang telah berdiri sejak masa kolonial, menjadi tiang penyangga dalam menjaga keberlangsungan tradisi leluhur ini.

Sejarah komunitas Tionghoa di Padang telah mengukir jejaknya sendiri sejak masa kolonial Belanda. Pada tahun 1850, mereka membeli sebidang tanah di Bukit Gunung Padang untuk dijadikan pemakaman, yang dinamakan Sin Tiong. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada prinsip feng shuiyang meyakini bahwa makam yang bersandar pada gunung dan menghadap laut akan mendatangkan berkah. Pembelian lahan ini didanai oleh sumbangan para tokoh Tionghoa pada masa itu, seperti Kapiten Lie Pie Goan dan Letnan Tjoa Tiang Mo.

Selain tanah pemakaman, etnik Tionghoa Padang juga mendirikan berbagai kongsi, termasuk “kongsi kematian”. Kata “kongsi”, yang berasal dari kata kong (usaha) dan si (pengelolaan), tidak hanya merujuk pada kerja sama dalam usaha, melainkan juga dalam aktivitas sosial, terutama terkait ritual kematian. Strukturisasi yang dilakukan Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1894 meninggalkan HTT (sebelumnya bernama Hok Tek Tong) dan HBT (sebelumnya bernama Heng Beng Tong) sebagai dua kongsi kematian utama yang berperan penting sebagai wadah bagi para perantau Tionghoa.

Setelah Indonesia merdeka, kedua kongsi ini mengalami restrukturisasi. “Melalui Keputusan Presiden No. 240 Tahun 1967, pemerintah menganjurkan perubahan nama kongsi menjadi nama Indonesia.” Hok Tek Tong berubah menjadi Himpunan Tjinta Teman, dan Heng Beng Tong menjadi Himpunan Bersatu Teguh pada tahun yang sama. Perubahan ini tidak hanya pada nama, tetapi juga pada struktur dan anggaran dasar, yang kini mengukuhkan mereka sebagai organisasi sosial, budaya, dan pemakaman.

Tradisi ritual kematian Tionghoa dikenal dengan tahapan yang panjang dan biaya yang besar. Namun, seiring waktu, modernisasi membawa perubahan signifikan. Di Tiongkok, misalnya, praktik kremasi kini lebih umum dan dikelola oleh perusahaan pemakaman profesional. Fenomena serupa juga terjadi di Padang, di mana sejak tahun 2000, kremasi menjadi pilihan alternatif.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti biaya pemakaman yang besar, efisiensi waktu, dan perubahan pola pikir generasi muda Tionghoa telah mendorong adopsi kremasi. Namun, meskipun metode pemakamannya berubah, esensi dan makna ritual tidak ditinggalkan. HTT dan HBT memastikan prosesi ritual tetap dilaksanakan sesuai tradisi, baik melalui penguburan maupun kremasi.

Salah satu aspek menarik dari perubahan ini adalah simbolisme yang menyertainya. Dulu, barang-barang berharga dikubur bersama jenazah, tetapi kini, replika simbolis—seperti rumah, mobil, atau uang kertas perak dan emas—dibakar untuk dikirimkan ke alam baka sebagai bekal. Hal ini mencerminkan adaptasi tradisi terhadap konteks zaman tanpa mengikis makna yang terkandung di dalamnya.

Keberadaan HTT dan HBT menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan ritual ini di Padang. Keterbatasan individu untuk menyelenggarakan prosesi yang rumit dan mahal membuat mereka memilih menjadi anggota salah satu kongsi. Kedua kongsi ini memiliki aturan keanggotaan yang jelas, di mana setiap anggota, atau hiati, harus mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah ditetapkan. Aturan ini mencakup kewajiban seperti membayar iuran dan membantu dalam pemakaman anggota lain.

Sebaliknya, anggota juga mendapatkan hak istimewa, termasuk bantuan dalam penyelenggaraan ritual kematian. Yang paling menyentuh adalah praktik gotong royong yang masih hidup di antara para anggota. “Kongsi menyediakan bantuan bagi keluarga yang tidak mampu tanpa membebankan biaya.” Bahkan, ada tradisi di mana anggota yang mampu secara finansial berlomba-lomba memberikan donasi peti mati secara anonim, sebagai bentuk amal yang diyakini dapat mendatangkan rezeki. Ini menunjukkan bahwa di balik struktur formal, nilai-nilai solidaritas dan kebersamaan masih menjadi jiwa dari kongsi-kongsi ini.

Dengan demikian, ritual kematian etnik Tionghoa di Padang adalah sebuah narasi tentang adaptasi dan pemertahanan budaya. Melalui peran vital HTT dan HBT, tradisi ini terus berevolusi, memadukan penghormatan pada masa lalu dengan pragmatisme masa kini. Ia menjadi cerminan dari sebuah komunitas yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadikannya relevan di tengah dinamika dunia modern.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Budaya Padang Tionghoa
Follow on Google News

Related Posts

Budaya

Ruwat Laut Carita: Tradisi Syukur yang Bertahan di Tengah Arus Wisata

23/02/2026 6:20 PM
Budaya

Begu Ganjang: Narasi yang Bergeser dalam Masyarakat Batak Toba

10/01/2026 6:55 AM
Budaya

Menari di Antara Dunia: Makna Sakral Tari Tor-Tor Batak Toba

22/12/2025 6:40 AM
Samarinda

Amplang hingga Bubur Peca’ Masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia

17/12/2025 3:15 AM
Samarinda

FESMA 2025 Resmi Dibuka, Mahakam Jadi Panggung Identitas Budaya Samarinda

22/11/2025 5:09 AM
Kubar

Rizky Ahmad Dani dan Nurul Trisia Terpilih Jadi Monaq dan Ringeeng Sendawar 2025

03/11/2025 4:04 AM
Iklan
Demo
Trending

PPU Gelar Diskusi Sawit Berkelanjutan,Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas

07/11/2024 3:21 AM

7PaceRunners Gelar Lari di Car Free Day PPU, Kampanye Gaya Hidup Sehat dan Dukung UMKM

15/02/2025 4:17 AM

Disdukcapil PPU Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Soal Pelaporan Akta Kematian

29/04/2025 2:11 PM

Anopheles Tak Selalu Jadi Musuh: Fokus Dinkes PPU Kini ke Penularan Aktif di Sotek

11/06/2025 2:07 PM

PPU Sambut Delegasi Internasional, Tawarkan Potensi Investasi Besar

12/11/2024 6:56 AM
Terbaru
Gaya Hidup

Usia 40 Tahun dan Ancaman Senyap Obesitas Sentral

By Redaksi Daily Kaltim06/05/2026 6:04 AM

Dailykaltim.co – Di tengah perubahan gaya hidup yang semakin statis, sebuah temuan ilmiah kembali mengingatkan…

Pemerintah Siapkan Skema Baru Tambang, Porsi Negara Diperbesar

06/05/2026 5:35 AM

BMKG Sebut Musim Kemarau Masuk Bertahap di Indonesia

06/05/2026 4:57 AM

Damkarmat Kutim Perkuat Relawan Pemadam hingga Tingkat RT

06/05/2026 4:19 AM

Kutim Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Pelajar

06/05/2026 4:07 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

Satgas TNI UNIFIL Sajikan Cendera Mata Budaya Jawa Tengah untuk Kepala Militer Lebanon

14/04/2024 6:41 AM

Pemerintah Balikpapan Fokus Infrastruktur dan Kesejahteraan Warga

06/03/2025 10:28 PM

Bupati Mahulu Buka Penanaman Perdana Padi di Long Gelawang

11/11/2024 3:43 AM
TERBARU

Usia 40 Tahun dan Ancaman Senyap Obesitas Sentral

06/05/2026 6:04 AM

Pemerintah Siapkan Skema Baru Tambang, Porsi Negara Diperbesar

06/05/2026 5:35 AM

BMKG Sebut Musim Kemarau Masuk Bertahap di Indonesia

06/05/2026 4:57 AM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version