Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga

19/09/2026 7:10 AM

Delapan MPP Terdampak Bencana Butuh Perbaikan Segera, PANRB Siapkan Layanan Jemput Bola

18/09/2026 4:37 AM

RISE TO IPO 2026 Jangkau 153 Usaha Menengah, Dorong Akses ke Pasar Modal

18/09/2026 4:35 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga
  • Delapan MPP Terdampak Bencana Butuh Perbaikan Segera, PANRB Siapkan Layanan Jemput Bola
  • RISE TO IPO 2026 Jangkau 153 Usaha Menengah, Dorong Akses ke Pasar Modal
  • Prabowo Ancam Cabut Izin 95 Korporasi yang Diduga Terlibat Karhutla
  • Bea Cukai Sita 29 Kilogram Emas di Empat Bandara, Nilainya Rp73,3 Miliar
  • RTH Depan Stadion PPU Mulai Bisa Dimanfaatkan Masyarakat dan Pelaku UMKM
  • Perizinan Makin Digital, DPMPTSP PPU Benahi Website dan Informasi Investasi
  • Disdukcapil PPU Jemput Bola ke Desa, Kejar KTP hingga Akta Kematian
  • KURIKULUM 2013: JEJAK PERUBAHAN YANG MENGUBAH WAJAH PEMBELAJARAN DI INDONESIA
  • Disperkimtan PPU Pastikan Pekerjaan RTH Korpri Sesuai Hasil Pengecekan Lapangan
  • DPMPTSP PPU Tegaskan Pelayanan Perizinan Gratis, ASN Diminta Jaga Integritas
  • Keterbatasan Fiskal Hambat Realisasi MPP PPU, DPMPTSP Berharap Tetap Terwujud
  • Urus Akta Kelahiran di PPU Kini Sekaligus Dapat KK dan KIA
  • Hutan Kota PPU Bakal Dilengkapi Menara Pantau, Perencanaan Umum Sudah Dilakukan
  • Layanan Adminduk Makin Digital, Disdukcapil PPU Perketat Perlindungan Data Pribadi
  • Kurangi Ketergantungan Dana Transfer, PPU Petakan Potensi Pajak dan Retribusi
  • PT STN Perkuat Respons Karhutla di Babulu Darat Bersama BPBD PPU
  • Data Desil Penerima BSPS di PPU Tak Selalu Sesuai Kondisi Lapangan
  • Disdukcapil PPU Tegaskan Semua Layanan Adminduk Gratis, Warga Diminta Waspadai Pungutan
  • Serambi Nusantara Catat 9.808 Permohonan, Warga PPU Bisa Urus Adminduk dari Rumah
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Budaya

Kampua: Jejak Sakral Muna yang Menyatukan Tradisi dan Syariat

Redaksi Daily Kaltim09/08/2025 7:59 AM0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
ilustrasi. (pexels)

Dailykaltim.co – Di Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ada sebuah ritual yang terus bertahan di tengah gelombang modernisasi: tradisi kampua. Lebih dari sekadar potong rambut bayi, ia adalah ritus sakral yang memadukan adat istiadat leluhur dengan ajaran Islam, sekaligus penanda masuknya seorang anak ke dalam lingkaran sosial dan spiritual masyarakat Muna.

Berdasarkan penelitian Laras Mahardika, La Aso, Laode Sahidin, dan Wa Kuasa Baka, yang termuat dalam Jurnal Fokus Penelitian Budaya: Masalah-Masalah Kebudayaan dan Masyarakat (Vol. 9, No. 2, 2024), kampua merupakan salah satu rite de passage penting yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dilaksanakan ketika bayi berusia 44 hari—usia yang dipandang suci dan bersih—kampua bukan hanya simbol penyucian, tetapi juga perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia kehidupan.

Prosesi kampua di Batalaiworu dilaksanakan melalui empat tahapan utama. Dimulai dari katununo dupa (pembakaran kemenyan), tahap ini menjadi pembuka sekaligus simbol penyucian bayi. Aroma dupa yang membumbung dianggap mengiringi doa-doa yang dipanjatkan, menghadirkan suasana sakral yang mempersiapkan semua pihak untuk memasuki momen inti.

Tahap kedua adalah kabasano barasandi (pembacaan barasanji), lantunan syair-syair pujian dan shalawat Nabi Muhammad SAW yang mengiringi prosesi, menegaskan keterkaitan kampua dengan nilai-nilai Islam. Tahap ini bersifat fleksibel: keluarga yang mampu biasanya menggelarnya, sementara bagi yang tidak, prosesi tetap sah tanpa pembacaan barasandi.

Memasuki tahap inti, kaalano wulu bhe katandano wite, rambut bayi dipotong oleh modji (imam) di beberapa titik kepala, sementara kaki bayi disentuhkan ke tanah sebagai simbol perkenalan dengan bumi yang akan menjadi pijakan hidupnya kelak. Rambut yang dipotong disimpan di dalam kelapa merah, mengandung doa agar anak tumbuh sehat dan kuat.

Tahap terakhir adalah pembacaan doa haroa penutup. Doa ini memohon keberkahan, keselamatan, dan perlindungan dari segala keburukan bagi sang anak. Setelah doa selesai, prosesi ditutup dengan jamuan hidangan khas Muna yang dinikmati bersama keluarga, tetangga, dan tokoh masyarakat.

Kampua, merupakan titik temu antara tradisi lokal dan ajaran Islam. Ia tidak hanya memenuhi fungsi sosial, tetapi juga menjadi bagian dari praktik keagamaan yang memperkuat identitas komunitas Muna sebagai Muslim. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mencakup religiusitas, kebersamaan, dan penghormatan terhadap leluhur.

Sejarah kampua sendiri erat terkait dengan penyebaran Islam di Muna pada abad ke-16. Peneliti terdahulu mencatat bahwa tradisi ini dipengaruhi oleh keberhasilan seorang ulama keturunan Arab yang mengobati istri Raja Sangia Latugho. Sejak itu, kampua menjadi bagian integral dari ritus kelahiran, menandai awal perjalanan hidup seorang anak dalam koridor budaya dan agama.

Dalam perspektif antropologis, kampua adalah bentuk rites of passage yang memisahkan bayi dari masa awal kehidupannya, membawanya ke fase baru sebagai anggota penuh komunitas. Nilai sosialnya jelas: memperkuat ikatan keluarga, mempererat hubungan antarwarga, dan menanamkan rasa kebersamaan melalui partisipasi kolektif.

Namun, sebagaimana tradisi lain, kampua menghadapi tantangan di era modern. Perubahan waktu pelaksanaan, misalnya, kini tak lagi kaku pada usia 44 hari, melainkan menyesuaikan kesiapan keluarga. Sementara itu, arus budaya global dan perubahan pola hidup mengancam kelestariannya jika tidak diwariskan secara sadar kepada generasi muda.

Penelitian ini menegaskan bahwa melestarikan kampua berarti mempertahankan identitas kultural Muna. Ia bukan sekadar ritual estetis, melainkan warisan yang menyatukan manusia dengan Tuhannya, keluarganya, dan tanah tempat ia berpijak. Dalam bahasa para peneliti, kampua adalah “tradisi sakral yang telah menjadi darah daging komunitas”—mewakili cara pandang hidup yang utuh dan berakar.

Dalam konteks masyarakat modern yang kerap terputus dari akar budayanya, kampua menjadi pengingat bahwa tradisi bisa menjadi jembatan, bukan penghalang, bagi kemajuan. Ia membuktikan bahwa adat dan agama dapat berjalan beriringan, saling memperkuat, dan bersama-sama membentuk masyarakat yang harmonis.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Budaya Kampua Muna
Follow on Google News

Related Posts

Budaya

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM
Budaya

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

28/08/2026 12:13 PM
Budaya

Guru Besar UNY: Nilai Budaya Jawa Tetap Relevan Menjaga Kerukunan

03/08/2026 2:08 PM
Budaya

Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Didorong Jadi Identitas Budaya Baru Berau

31/07/2026 2:43 AM
Budaya

Ruwat Laut Carita: Tradisi Syukur yang Bertahan di Tengah Arus Wisata

23/02/2026 6:20 PM
Budaya

Begu Ganjang: Narasi yang Bergeser dalam Masyarakat Batak Toba

10/01/2026 6:55 AM
Iklan
Demo
Trending

Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga

19/09/2026 7:10 AM

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

29/08/2026 7:04 AM

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

28/08/2026 12:13 PM

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM

Gen Z Mengubah Cara Belanja, Pengalaman Kini Lebih Penting daripada Kepemilikan

27/08/2026 2:33 PM
Terbaru
Bontang

Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga

By Daily Kaltim19/09/2026 7:10 AM

Nikel menjadi salah satu komoditas penting dalam agenda hilirisasi Indonesia. Namun, di balik geliat industri…

Delapan MPP Terdampak Bencana Butuh Perbaikan Segera, PANRB Siapkan Layanan Jemput Bola

18/09/2026 4:37 AM

RISE TO IPO 2026 Jangkau 153 Usaha Menengah, Dorong Akses ke Pasar Modal

18/09/2026 4:35 AM

Prabowo Ancam Cabut Izin 95 Korporasi yang Diduga Terlibat Karhutla

17/09/2026 4:24 AM

Bea Cukai Sita 29 Kilogram Emas di Empat Bandara, Nilainya Rp73,3 Miliar

16/09/2026 4:29 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
TERBARU

Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga

19/09/2026 7:10 AM

Delapan MPP Terdampak Bencana Butuh Perbaikan Segera, PANRB Siapkan Layanan Jemput Bola

18/09/2026 4:37 AM

RISE TO IPO 2026 Jangkau 153 Usaha Menengah, Dorong Akses ke Pasar Modal

18/09/2026 4:35 AM
Media Terverifikasi Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version