Dailykaltim.co, Paser – Rencana pengembangan perguruan tinggi di Kabupaten Paser mulai dibicarakan. Beberapa waktu lalu, Bupati Paser menerima kunjungan pendiri Lembaga Pendidikan dan Pusat Bisnis Sapta Grup, Slametno, untuk membahas peluang pendirian program studi baru melalui pola kerja sama dengan kampus yang sudah ada.
Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Lou Bepekat tersebut membahas usulan kolaborasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Praja (STIE-WP) Tanah Grogot. Dalam skema yang ditawarkan, STIE-WP tetap menjalankan Program Studi Ekonomi, sementara Sapta Grup membuka sejumlah program Strata Satu (S-1) di bidang lain melalui kerja sama tersebut.
Beberapa program studi yang diajukan antara lain Teknik Sipil, Informatika, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pertemuan itu turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Romif Erwinadi serta perwakilan Yayasan Widya Praja.
Pembahasan ini merupakan kelanjutan dari peninjauan Bupati ke lokasi pembangunan gedung perguruan tinggi di Km 12 pada akhir Januari 2026. Saat itu, pemerintah daerah mendorong percepatan penyelesaian gedung agar dapat segera dimanfaatkan.
Saat ini, terdapat empat perguruan tinggi di Paser, yakni Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Rusyd, Universitas Terbuka (UT), dan STIE Widya Praja. Jika rencana kerja sama tersebut terealisasi, pilihan pendidikan tinggi di Paser berpotensi bertambah tanpa harus membuka kampus baru secara terpisah.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
