Dailykaltim.co, Penajam – Sebanyak 200 balita dengan status gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi penerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) pada 2026. Program ini menyasar keluarga rentan pangan sebagai bagian dari upaya mendukung perbaikan gizi anak dan pencegahan stunting.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah kerja puskesmas di PPU. Tahap pertama menyasar balita penerima manfaat di wilayah kerja Puskesmas Petung dan Puskesmas Penajam.
Data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU mencatat penerima bantuan tersebar di sejumlah wilayah, yakni Puskesmas Penajam sebanyak 48 balita, Waru 39 balita, Sotek 20 balita, Semoi II 19 balita, Babulu Darat 17 balita, Sebakung Jaya 15 balita, Bukit Raya 11 balita, Maridan 9 balita, Petung 9 balita, Gunung Intan 7 balita, dan Tegin Baru 6 balita.
Setiap keluarga penerima memperoleh paket bantuan yang terdiri atas 10 kilogram beras, dua rak telur, susu, minyak goreng, gula pasir, kacang hijau, tepung terigu, serta baking powder. Paket tersebut disusun untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, khususnya bagi balita yang memerlukan perhatian khusus terkait kondisi gizinya.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan program bantuan pangan tersebut telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari upaya penanganan kerentanan sosial dan perbaikan gizi masyarakat.
“Program ini terus berjalan setiap tahun sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dalam menangani kerentanan sosial. Tidak hanya Dinas Ketahanan Pangan, tetapi juga Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Dinas Sosial memiliki program yang saling mendukung. Harapan kami, bantuan ini dapat membantu menurunkan angka gizi buruk, mempercepat penurunan stunting, sekaligus meringankan beban keluarga yang membutuhkan,” ujar Mudyat.
Menurut dia, penanganan masalah gizi dan kerentanan pangan memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar intervensi yang diberikan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kami ingin seluruh program bantuan dari berbagai perangkat daerah berjalan secara terpadu. Dengan kolaborasi tersebut, masyarakat tidak hanya menerima satu jenis bantuan, tetapi memperoleh pendampingan dan intervensi yang lebih komprehensif sesuai kebutuhannya,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah PPU Tohar menilai penanganan stunting dan kerawanan pangan perlu dilakukan secara terpadu karena melibatkan berbagai aspek pelayanan masyarakat.
“Ini merupakan program bersama dengan sasaran yang sama. Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana bergerak secara terpadu sehingga penanganannya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi,” jelas Tohar.
Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Pemerintah daerah menilai keberadaan cadangan pangan penting untuk mengantisipasi kerawanan pangan maupun kondisi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, diharapkan kondisi gizi balita di PPU dapat terus membaik sehingga mendukung tumbuh kembang anak dan menekan risiko stunting di daerah tersebut.
[UHD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
