- Sawit Jadi Grand Design Pembangunan Kutai Timur Sejak 2001
- CISSReC: Viral di Media Sosial Bukan Jaminan Informasi Benar
- Indonesia Bangun AI Factory 1 GW, Bidik Posisi sebagai Pusat AI Asia Tenggara
- Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen
- Laba Varia Niaga Capai Rp3,62 Miliar, Andi Harun Soroti Ketergantungan pada Satu Bisnis
- Pemkab Kutai Barat Perkuat Kompetensi Aparatur dalam Pengadaan Digital
- 26 Perusahaan Buka 250 Lowongan di Job Fair PPU 2026
- Kesempatan Langka! Masyarakat Bisa Ikut Upacara HUT RI di Istana
- PLTS 100 GW Diklaim Bisa Tekan Impor Energi hingga US$28,9 Miliar
- Prabowo Terima Medali Pasukan Khusus Kerajaan Thailand
- Guru Besar UNY: Nilai Budaya Jawa Tetap Relevan Menjaga Kerukunan
- Kemkomdigi Panggil YouTube Buntut Konten Promosi Vape Libatkan Anak
- Bantuan Beras untuk 33,24 Juta Keluarga Mulai Disalurkan 17 Agustus
- PPU Masuk Wilayah Sasaran Rehabilitasi Mangrove Program M4CR
- Timnas Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0 Pada ASEAN Championship 2026
- Kutim Gandeng Kemenhub Siapkan SDM Transportasi untuk Dukung Infrastruktur Strategis
- PT WKP Kantongi Penghargaan Pemkab PPU Berkat Komitmen Tanggung Jawab Sosial
- Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Didorong Jadi Identitas Budaya Baru Berau
- MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028
- Bedah Robotik Kian Berkembang, Indonesia Siapkan Ekosistem AI dan Pelatihan Dokter
Penulis: Redaksi Daily Kaltim
Dailykaltim.co, Penajam – Pemerintah tengah mempersiapkan penggabungan sejumlah basis data kesejahteraan sosial menjadi satu sistem terpadu bernama Data Terpadu Semesta Nasional (DTSEN). Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Dinas Sosial menyatakan proses pengalihan dari sistem data sebelumnya kini tengah berlangsung. “Kalau untuk DTSEN ini sekarang lagi proses untuk pengalihan data dari DTKS, P3KE, Reksoses, kemudian nanti jadi datanya yang namanya DTSEN,” kata Kepala Dinas Sosial PPU, Saidin. Penggabungan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki akurasi sasaran dalam program perlindungan sosial. Selama ini, kementerian dan lembaga kerap menggunakan berbagai jenis data seperti DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), P3KE (Pusat Perlindungan…
Dailykaltim.co, Penajam – Perubahan slogan atau maskot daerah bukan perkara sepele. Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, mengingatkan agar wacana penggantian slogan “Serambi Nusantara” menjadi “Gerbang Ibu Kota” tidak hanya dijalankan sebagai upaya citra, tetapi juga ditopang oleh dasar hukum yang kuat dan perencanaan anggaran yang efisien. “Saya kira apapun itu, karena slogan menyangkut penganggaran dan pembiayaan yah mesti disiapkan alas hukumnya supaya anggaran yang keluar untuk membranding itu efisien,” ujar Syahrudin kepada wartawan usai mengikuti agenda pembahasan kebijakan daerah. Menurutnya, perubahan identitas daerah dalam bentuk slogan atau maskot bukan sekadar soal estetika atau simbolik.…
Dailykaltim.co, Penajam – Di balik tingginya produktivitas perikanan tangkap di Penajam Paser Utara (PPU), terdapat dinamika harga jual hasil laut yang mencerminkan tantangan klasik dalam rantai perdagangan ikan. Salah satunya adalah harga udang, komoditas unggulan yang kerap menjadi sorotan nelayan setempat. Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan PPU, Lomo Sabani mengungkapkan bahwa secara umum harga jual hasil tangkapan nelayan di wilayahnya masih berada pada taraf wajar. Namun, ia tidak menampik adanya selisih mencolok antara harga dari nelayan dan harga di pasar. “Meski demikian, nilai jualnya masih batas wajar kalau menurut kami,” ujar Lomo saat ditemui di ruang kerjanya.…
Dailykaltim.co, Penajam – Produksi sektor perikanan tangkap di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada tahun 2024 mencatat hasil yang menggembirakan. Meski menghadapi sejumlah tantangan klasik seperti cuaca dan keterbatasan sarana, total hasil tangkapan nelayan justru melampaui target tahunan. “Hasil perikanan tangkap kita surplus. Di 2024, kita target produksi di 6.500 ton, ternyata produksinya 6.600 ton,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) PPU, Lomo Sabani. Dengan capaian tersebut, pemerintah daerah merasa optimis menaikkan target produksi tahun ini. “Nah, di tahun ini kita naikkan sekitar 1–2 persen, jadi sekitar 6.700 ton, dan biasanya tercapai,” ujarnya. Meski surplus, Lomo…
Dailykaltim.co, Penajam – Di tengah keterbatasan fasilitas, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggulirkan upaya penanganan terhadap orang terlantar (OT). Selama tahun 2024, puluhan orang yang ditemukan dalam kondisi tidak memiliki tempat tinggal berhasil dipulangkan ke daerah asal masing-masing. “Selama ini sebenarnya kami ada rumah singgah tetapi itu hanya menyewa saja rumahnya,” ujar Kepala Dinsos PPU, Saidin. Kendati fasilitas rumah singgah masih bersifat sewa, peran tempat tersebut dinilai cukup vital dalam mendukung proses identifikasi dan pemulangan para OT yang terjaring di wilayah PPU. Data Dinsos mencatat, sepanjang 2024 lalu, sebanyak hampir 40 orang berhasil dipulangkan setelah ditampung…
Dailykaltim.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan fasilitas rumah singgah sebagai solusi sementara untuk menangani keberadaan orang terlantar (OT) yang tidak memiliki tempat tinggal atau tidak dapat ditemukan identitas maupun keluarganya. Fasilitas ini dipastikan berada langsung di bawah pengelolaan Dinas Sosial (Dinsos) PPU. “Sebenarnya rumah singgah ini kan untuk menampung jika ada OT yang kami dapatkan kemudian kami tidak menemukan keluarganya atau lokasinya, nah itu kami tampung dulu sementara untuk kami lakukan assesment dan cari daerah asalnya,” kata Kepala Dinsos PPU, Saidin. Menurut Saidin, rumah singgah ini bukan tempat tinggal permanen, melainkan bersifat transit dan dibatasi waktu…
Dailykaltim.co, Penajam – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sepaku terus berbenah. Meski sarana fisik dan sejumlah fasilitas medis sudah tersedia, pelaksanaan layanan operasi masih belum bisa dijalankan. Kepala Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara (PPU), Jansje Grace Makisurat, menyebut ketiadaan tenaga medis spesialis sebagai penyebab utamanya. “Nah untuk sekarang kita memanfaatkan kontrak, baik kontrak dengan yang ada di RAPB maupun dengan RS Samboja. Sekarang sudah berjalan, tetapi terkait kegiatan operasi kamar bedah belum berjalan,” ujar Jansje. RSUD Sepaku sendiri telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung penting seperti kamar operasi, ICE (Intensive Care Emergency), NICU (Neonatal Intensive Care Unit), PICU (Pediatric Intensive…
Dailykaltim.co, Penajam – Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, menyoroti persoalan klasik yang hingga kini masih dialami petani di daerahnya, khususnya terkait dengan akses pembelian pupuk bersubsidi. Menurutnya, skema distribusi yang selama ini berjalan justru menyulitkan petani, terutama karena keterbatasan teknis dari sistem kartu tani yang terintegrasi dengan perbankan nasional. “Kami sebenarnya ada gagasan, bagaimana Bank Kaltimtara ikut berpartisipasi mengurai juga masalah kemudahan akses untuk berbelanja pupuk itu,” ujar Syahrudin. Ia mencontohkan pengalaman petani yang mengalami kendala ketika hendak menggunakan kartu tani yang diterbitkan dalam kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Menurutnya, sistem ini…
Dailykaltim.co, Penajam – Wacana pemekaran desa dan kelurahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai belum memiliki arah yang jelas. Komisi I DPRD PPU meminta pemerintah daerah tidak lagi menunda komunikasi resmi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memastikan legalitas dan strategi yang bisa ditempuh dalam proses tersebut. Sebab hingga kini, pembahasan pemekaran masih terjebak dalam asumsi dan strategi internal yang belum diuji ke pusat. “Nah, makanya kenapa kita tadi menyampaikan ke Pemda, minimal diperjelas. Kita datang dulu ke Kemendagri, prolog dulu, agar kita tahu strategi apa yang bisa kita lakukan,” kata Anggota Komisi I DPRD PPU, Muhammad Bijak Ilhamdani,…
Dailykaltim.co, Penajam – Di balik angka produksi perikanan yang stabil, nelayan di Penajam Paser Utara (PPU) masih harus menghadapi tantangan klasik: rantai distribusi yang panjang dan nilai jual yang tak sepadan. Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) PPU, Lomo Sabani, menegaskan bahwa sebagian besar nelayan tidak menjual hasil tangkapannya langsung ke pasar konsumen. “Selain itu, nelayan ini kan enggak langsung menjualnya ke pasar, ada rantai dagang,” ujar Lomo. Ia menjelaskan bahwa harga ikan di tangan nelayan bisa mengalami selisih cukup besar ketika sudah sampai ke pasar. “Ketika dari nelayan dengan harga sekian, sampai di pasar hanya sampai…