Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

DP3AP2KB PPU Siapkan Tim Masuk Sekolah, Sasar Isu Kekerasan hingga Pernikahan Dini

20/06/2026 1:39 PM

DP3AP2KB PPU Sebut Pernikahan Dini Dinilai Rentan Picu Perceraian dan KDRT

20/06/2026 1:37 PM

BRIN Abadikan Jejak Bintang di Langit Timau, Tunjukkan Bukti Rotasi Bumi

20/06/2026 6:28 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • DP3AP2KB PPU Siapkan Tim Masuk Sekolah, Sasar Isu Kekerasan hingga Pernikahan Dini
  • DP3AP2KB PPU Sebut Pernikahan Dini Dinilai Rentan Picu Perceraian dan KDRT
  • BRIN Abadikan Jejak Bintang di Langit Timau, Tunjukkan Bukti Rotasi Bumi
  • Pengrajin Wastra di IKN Kembangkan Motif Batik Bernuansa Kota Masa Depan
  • RSUD Kudungga Jadi Rujukan Layanan Intervensi Jantung Nonbedah
  • RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak Mulai Layani Masyarakat
  • Distribusi BBM di Malang Raya Capai 2,5 Juta Liter per Hari
  • Tak Kejar Target Angka, DP3AP2KB PPU Gencarkan Forum Anak Desa
  • Gunung Makmur Jadi Prioritas Forum Anak, DP3AP2KB PPU Soroti Kasus Kekerasan di Babulu
  • Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman hingga 10 Bulan
  • Ratusan Kloter Tiba, 114 Ribu Jemaah Haji Sudah Kembali ke Tanah Air
  • Serat Daun Nanas Kutim Dilirik Pasar, Tembus Rp12 Ribu per Kg
  • Status Lahan Bandara Nusantara Belum Tuntas, PPU Minta Percepatan
  • Forum Anak Desa Didorong Perkuat KLA, DP3AP2KB PPU Bidik Perdes Perlindungan Anak
  • Anak Lebih Percaya Teman Sebaya, DP3AP2KB PPU Perkuat Forum Anak Desa
  • DP3AP2KB PPU Dorong Forum Anak Dibentuk hingga Desa dan Kelurahan
  • Wings Air Terbang Perdana ke Melak, Akses Kutai Barat Makin Terbuka
  • Kakao Fermentasi Kutim Tembus Pasar Nasional, Pengiriman Perdana Capai 2 Ton
  • Kemnaker Umumkan Hasil Seleksi PVN 2026 Batch 2 pada 18 Juni
  • KPK Lelang Aset Rampasan Korupsi Rp311 Miliar, Ada Rumah hingga Mobil
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Budaya

Besoyong, Mantra yang Bernyanyi dalam Nafas Kebudayaan Suku Paser

Redaksi Daily Kaltim14/07/2025 6:31 AM
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Pembukaan Festival Belian Adat Paser Nondoi 2024. (istimewa)

Dailykaltim.co – Di tengah hiruk-pikuk festival budaya yang semakin menjadi komoditas pariwisata, suara-suara magis dari tanah Paser kembali menemukan ruang suci mereka. Di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Pesta Adat Belian Paser Nondoi tak sekadar perayaan warisan leluhur, tetapi panggung tempat mantra kembali berdendang—besoyong, nyanyian sakral yang lahir dari hutan, kini mengisi ruang publik dengan khidmat dan estetika spiritual.

Besoyong berasal dari kata soyong, berarti mantra atau doa dalam bahasa Paser. Ia bukan sekadar tradisi lisan; ia adalah suara yang menyampaikan niat, harapan, dan dialog dengan dunia tak kasatmata. Dalam masyarakat Paser yang sejak lama hidup berdampingan dengan alam dan roh penjaganya, besoyong merupakan alat komunikasi dengan Sangiyang—roh leluhur dan makhluk gaib yang diyakini menjaga keseimbangan alam.

Dalam penelitian yang berjudul “Besoyong Dalam Pesta Adat Belian Paser Nondoi di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur” (Kristanti, 2017, Institut Seni Indonesia Yogyakarta), Retno Kristanti menegaskan bahwa kehadiran besoyong dalam Pesta Adat Belian Paser Nondoi bukan hanya bentuk pelestarian budaya, tetapi sekaligus respons terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat Paser. Penelitian ini mengacu pada teori Alvin Boskoff tentang faktor internal dan eksternal perubahan sosial, dan mengklasifikasikan keberadaan besoyong ke dalam dua dimensi tersebut: sebagai ekspresi kepercayaan spiritual dan identitas budaya, sekaligus sebagai strategi memperkuat ekonomi dan pariwisata daerah.

Dalam praktiknya, besoyong tidak dapat dilantunkan sembarangan. Hanya orang-orang tertentu—seperti mulung, pemimpin upacara adat—yang dapat melafalkan mantra tersebut dengan fasih dan penuh kesadaran. Ini bukan hanya persoalan vokal, melainkan soal kedalaman batin dan pemahaman terhadap isi mantra yang dilantunkan.

Besoyong dilantunkan dalam dua bentuk penyajian: secara mandiri dan bersama ansambel musik tradisional yang dikenal dengan tung petep. Dalam penyajian mandiri, suara mulung menjadi pusat: melantunkan bait-bait sakral untuk mengusir roh jahat, menjaga cuaca, dan memohon keberkahan. Salah satu bait yang diteliti menggunakan tangga nada Do-Re-Mi-Sol-La menyiratkan bahwa meski bersifat ritualistik, besoyong mengandung struktur musikal yang kaya.

Ketika dilantunkan bersama ansambel, besoyong bersatu dengan suara kelentangen (instrumen idiophone berbahan logam), tino, penengkah, lumba, Perjumpaan Roheng (instrumen membranophone dari kulit kijang dan kayu). Gabungan ini menciptakan lanskap suara yang memikat dan sakral, membentuk atmosfer transenden bagi peserta festival maupun pengunjung luar.

Pesta Adat Belian Paser Nondoi yang digelar rutin sejak 2014 menjadi momentum penting bagi masyarakat Paser untuk menampilkan kembali besoyong ke ruang publik. Jika dahulu besoyong hanya dilantunkan dalam ritual keluarga atau ruang tertutup, kini ia menjadi magnet kultural yang membuka dialog antara masyarakat lokal dan pendatang.

Motif spiritual dan magis tetap menjadi landasan utama kehadiran besoyong. Namun di sisi lain, faktor eksternal seperti dorongan ekonomi kreatif dan promosi pariwisata turut memberi energi baru. Pesta Adat ini telah masuk dalam payung hukum Peraturan Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara No. 2 Tahun 2017 tentang Pelestarian dan Perlindungan Adat Paser. Dalam pasal 4 ayat 2d, pemerintah mendukung penuh penyelenggaraan tahunan Pesta Adat Nondoi sebagai upaya pelestarian.

Dampaknya terasa di lapangan. Lapangan Pasar Induk Penajam Km 04, tempat acara berlangsung, berubah menjadi ruang kultural terbuka: panggung hiburan, stan kuliner, kerajinan tangan, lomba-lomba tradisional, hingga area ritual (kuta) yang terbuka untuk publik. Festival ini bukan saja menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga arena negosiasi antara nilai lama dan wacana modern.

Di tengah arus modernisasi yang sering mereduksi kebudayaan menjadi hiburan dangkal, kehadiran besoyong dalam Pesta Adat Belian Paser Nondoi memberi napas baru bagi upaya pelestarian kultural berbasis nilai. Ia bukan sekadar pertunjukan atau tontonan eksotis. Ia adalah pernyataan identitas, media penyembuhan, sekaligus pelindung ruang publik dari intervensi yang tidak terlihat.

Seperti yang dikemukakan Kristanti dalam kesimpulan penelitiannya, “Besoyong memungkinkan terpeliharanya hubungan antara pengunjung, masyarakat setempat, dan penduduk selama Pesta Adat Belian Paser Nondoi berlangsung.” Ini adalah ruang spiritual sekaligus sosial, tempat suara tidak hanya menjadi medium komunikasi, tetapi juga representasi dari eksistensi kolektif.

Dalam konteks ini, besoyong bukan sekadar artefak kebudayaan. Ia adalah suara hidup yang menjembatani manusia dengan alam, tradisi dengan modernitas, lokalitas dengan dunia luar. Dan selama ia masih dilantunkan dengan kesadaran penuh, maka selama itu pula suku Paser tetap berbicara kepada dunia: dengan mantra, dengan nyanyian, dan dengan semangat untuk terus hidup dalam tradisi.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Besoyong Budaya Suku Paser
Follow on Google News

Related Posts

Budaya

Ruwat Laut Carita: Tradisi Syukur yang Bertahan di Tengah Arus Wisata

23/02/2026 6:20 PM
Budaya

Begu Ganjang: Narasi yang Bergeser dalam Masyarakat Batak Toba

10/01/2026 6:55 AM
Budaya

Menari di Antara Dunia: Makna Sakral Tari Tor-Tor Batak Toba

22/12/2025 6:40 AM
Samarinda

Amplang hingga Bubur Peca’ Masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia

17/12/2025 3:15 AM
Samarinda

FESMA 2025 Resmi Dibuka, Mahakam Jadi Panggung Identitas Budaya Samarinda

22/11/2025 5:09 AM
Kubar

Rizky Ahmad Dani dan Nurul Trisia Terpilih Jadi Monaq dan Ringeeng Sendawar 2025

03/11/2025 4:04 AM
Iklan
Demo
Trending

PPU Gelar Diskusi Sawit Berkelanjutan,Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas

07/11/2024 3:21 AM

7PaceRunners Gelar Lari di Car Free Day PPU, Kampanye Gaya Hidup Sehat dan Dukung UMKM

15/02/2025 4:17 AM

Disdukcapil PPU Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Soal Pelaporan Akta Kematian

29/04/2025 2:11 PM

Anopheles Tak Selalu Jadi Musuh: Fokus Dinkes PPU Kini ke Penularan Aktif di Sotek

11/06/2025 2:07 PM

PPU Borong Tiga Penghargaan Gender Champion Kaltim 2026, Peran Perempuan Jadi Sorotan

30/04/2026 10:01 AM
Terbaru
Pariwara

DP3AP2KB PPU Siapkan Tim Masuk Sekolah, Sasar Isu Kekerasan hingga Pernikahan Dini

By Redaksi Daily Kaltim20/06/2026 1:39 PM

Dailykaltim.co, Penajam – Sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat edukasi pencegahan kekerasan terhadap…

DP3AP2KB PPU Sebut Pernikahan Dini Dinilai Rentan Picu Perceraian dan KDRT

20/06/2026 1:37 PM

BRIN Abadikan Jejak Bintang di Langit Timau, Tunjukkan Bukti Rotasi Bumi

20/06/2026 6:28 AM

Pengrajin Wastra di IKN Kembangkan Motif Batik Bernuansa Kota Masa Depan

20/06/2026 5:47 AM

RSUD Kudungga Jadi Rujukan Layanan Intervensi Jantung Nonbedah

20/06/2026 5:41 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

KMP Muchlisa Dianggap Rawan, BPBD Ingatkan Ancaman di Jalur Lalu Lintas Pesisir dan Objek Vital

10/06/2025 10:49 AM

Program KAIGO Buka Peluang Kerja Caregiver Indonesia di Jepang

14/07/2025 3:32 AM

IKN Dorong Ekonomi Lokal Lewat Budidaya Lebah Kalulut dan Ekowisata Berkelanjutan

26/10/2025 3:37 PM
TERBARU

DP3AP2KB PPU Siapkan Tim Masuk Sekolah, Sasar Isu Kekerasan hingga Pernikahan Dini

20/06/2026 1:39 PM

DP3AP2KB PPU Sebut Pernikahan Dini Dinilai Rentan Picu Perceraian dan KDRT

20/06/2026 1:37 PM

BRIN Abadikan Jejak Bintang di Langit Timau, Tunjukkan Bukti Rotasi Bumi

20/06/2026 6:28 AM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version