Dailykaltim.co, Penajam – BPBD Penajam Paser Utara (PPU) menangani sejumlah kejadian karhutla dalam satu hari pada 25 Agustus 2026 lalu. Pada hari tersebut, kejadian tersebar di beberapa kecamatan dengan kondisi penanganan yang berbeda-beda, mulai dari titik yang dapat langsung diselesaikan hingga lokasi yang membutuhkan pendinginan lanjutan.
Berdasarkan rekap BPBD PPU, pada 25 Agustus 2026 terdapat delapan kejadian karhutla baru, yakni di Kelurahan Sotek 0,50 hektare, Perumahan Korpri Kelurahan Sungai Parit 0,03 hektare, Desa Babulu Darat 0,001 hektare, Kelurahan Pantai Lango 1,03 hektare, Desa Sukaraja 0,10 hektare, Desa Sesulu 0,44 hektare, Kelurahan Riko 5,07 hektare, dan Desa Gunung Intan 0,10 hektare. Total delapan titik baru tersebut sekitar 7,27 hektare.Â
Pada hari yang sama, penanganan karhutla di RT 03 Kelurahan Sepan juga masih tercatat dalam rekap dengan luasan 10,66 hektare. Jika dikaitkan dengan penanganan lanjutan Sepan, total luasan area yang ditangani pada hari itu mendekati 17 hektare.Â
Kepala BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan intensitas kejadian dalam satu hari tersebut cukup tinggi. Petugas harus membagi kekuatan untuk menangani beberapa lokasi yang muncul hampir bersamaan.
“Kalau kejadian sehari, seperti kemarin sampai delapan titik, ya, dengan luasan kurang lebih 17-an hektar,” ujar Nurlaila.
Menurut Nurlaila, tidak semua titik memiliki tingkat kesulitan yang sama. Beberapa lokasi bisa langsung dinyatakan selesai setelah api dipadamkan. Namun, sebagian lainnya masih memerlukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
“Kita lakukan semua penanganan. Ada yang clear, ada yang membutuhkan clean up atau pendinginan lagi di hari ini. Kalau material yang terbakar jenisnya mineral, tidak ada, hanya rumput dan pepohonan, itu sebentar,” paparnya.
Ia menjelaskan, material lahan sangat memengaruhi durasi penanganan. Jika yang terbakar hanya semak, rumput, atau pepohonan biasa di lahan mineral, proses pemadaman biasanya lebih cepat.
Namun, kondisi berbeda terjadi jika api mengenai material yang tebal, bertumpuk, atau menyimpan panas. Lokasi seperti itu membutuhkan tenaga tambahan dan waktu lebih panjang untuk memastikan api benar-benar padam.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
