Dailykaltim.co, Paser – Dinas Perikanan Kabupaten Paser memberikan pendampingan teknis kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Suliliran Baru, Kecamatan Paser Belengkong, dalam pengelolaan usaha perikanan budidaya, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menyasar optimalisasi Keramba Jaring Apung (KJA) yang dikelola BUMDes sebagai salah satu sumber produksi ikan air tawar.
Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Paser, Dadang Suherman, mengatakan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan produktivitas KJA yang dikelola BUMDes Subaru Apik. Menurutnya, penguatan sektor perikanan budidaya menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan protein hewani bagi masyarakat.
“Pembinaan ini merupakan langkah strategis daerah dalam menjaga ketersediaan protein hewani bagi masyarakat,” kata Dadang.
Ia menjelaskan, pembinaan teknis tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelaku budidaya, tetapi juga sebagai dukungan terhadap pemerintah desa yang mengembangkan unit usaha perikanan. Pendampingan difokuskan pada tata kelola produksi agar kegiatan budidaya berjalan lebih efisien.
“Pembinaan ini agar pengelolaan di media keramba ini berjalan optimal dan memberikan hasil maksimal,” ujarnya.
Menurut Dadang, perikanan budidaya air tawar memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, sehingga perlu dikelola secara berkelanjutan melalui pembinaan teknis yang rutin.
Dalam kegiatan tersebut, tim teknis Dinas Perikanan tidak hanya melakukan pemantauan lapangan, tetapi juga memberikan pelatihan terkait teknik fermentasi pakan. Metode ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pakan sekaligus menjaga kondisi perairan di sekitar keramba.
Tim Teknis Dinas Perikanan, Ismujioni, memberikan pelatihan langsung kepada pengelola KJA, Samsudin, mengenai pemanfaatan probiotik EM4 dalam proses fermentasi pakan ikan. Teknik ini dinilai dapat meningkatkan daya serap nutrisi sekaligus mengurangi dampak limbah budidaya.
“Penggunaan EM4 membuat kualitas air lebih terjaga karena membantu penguraian kotoran ikan secara alami. Ini sangat penting untuk menekan kadar amonia yang sering kali menjadi pemicu keracunan pada ikan di keramba,” kata Ismujioni.
Sekretaris Desa Suliliran Baru, Sunardi, menyambut baik pendampingan yang dilakukan Dinas Perikanan. Ia menilai pembinaan teknis tersebut dibutuhkan agar pengelolaan usaha budidaya dapat berjalan sesuai target.
“Kami sangat membutuhkan pendampingan teknis seperti ini agar program benar-benar berhasil hingga masa panen nanti,” kata Sunardi.
Ia berharap pendampingan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. “Terima kasih atas ilmu fermentasi pakan yang diberikan hari ini. Dengan pendampingan yang konsisten, kami yakin hasil produktivitas BUMDes akan jauh lebih maksimal ke depannya,” tuturnya.
[UHD]
Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
