Dailykaltim.co, Penajam – Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain resmi memasuki fase produksi gas setelah PT Indosino Oil and Gas (ISOG) menggelar First Gas Ceremony di Karamba Field, Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin, 29 Juni 2026.
Peresmian gas perdana tersebut menandai dimulainya produksi dari Lapangan Karamba yang dikelola PT Indosino Oil and Gas. Produksi awal telah berjalan sejak 24 Juni 2026 dengan kapasitas sekitar 3,5 juta kaki kubik per hari dan ditargetkan meningkat menjadi 7,35 juta kaki kubik per hari pada kuartal IV 2026.
Kegiatan itu turut dihadiri Bupati PPU Mudyat Noor, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, jajaran SKK Migas, unsur Forkopimda, serta manajemen PT Indosino Oil and Gas.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Timur Bambang Arwanto yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi atas dimulainya produksi gas dari Lapangan Karamba.
“Selamat atas dimulainya gas perdana lapangan Keramba Wilayah Kerja Wain. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar, memperkuat perekonomian daerah, membuka peluang kerja bagi masyarakat serta menjadi bagian dari perjalanan Kalimantan Timur menuju masa depan yang lebih baik”, ucap Bambang.
Menurut Bambang, pengembangan sektor migas membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah dan masyarakat.
“Tidak ada pembangunan besar yang dapat berjalan sendiri. Diperlukan kerja bersama antar pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Ke depan kami berharap kerjasama seperti ini terus diperkuat sehingga Kalimantan Timur dapat terus menjadi daerah yang produktif, maju, dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional”, lanjutnya.
Bupati PPU Mudyat Noor menilai dimulainya penyaluran gas dari Lapangan Karamba menjadi capaian penting dalam pengembangan sektor energi di daerah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada PT Indosino dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pencapaian ini, penyaluran gas perdana dari lapangan Karamba merupakan tonggak penting yang menandai keberhasilan kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi energi yang dimiliki daerah”, ucap Mudyat.
Ia menyebut keberadaan Lapangan Karamba turut memperkuat posisi PPU dalam mendukung kebutuhan energi nasional, terutama di tengah perannya sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami menyambut baik pencapaian ini dan berharap operasional lapangan Karamba dapat terus berkembang, memberikan manfaat yang berkelanjutan serta menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab”, lanjutnya.
Mudyat juga berharap operasional Lapangan Karamba dapat memberikan dampak terhadap peningkatan penerimaan daerah.
“Kami berharap dengan adanya apa dengan milestone project punya Indosino ini bisa sedikit meningkatkan dana bagi hasil kepada kami di Kabupaten PPU”, pungkasnya.
Sementara itu, General Manager PT Indosino Oil and Gas Tang Zhongfu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten PPU dan seluruh pihak yang mendukung operasional perusahaan selama beberapa tahun terakhir.
“Kami juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Penajam selaku pemimpin daerah serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penuh, sehingga memastikan kelancaran dan keamanan operasional kami selama tiga tahun terakhir,” kata Tang Zhongfu dalam terjemahan sambutannya.
Menurut dia, pencapaian gas perdana tersebut juga tidak terlepas dari dukungan dan koordinasi bersama SKK Migas selama proses pengembangan proyek.
“Manajemen SKK Migas melakukan koordinasi yang tepat waktu, memberikan panduan regulasi yang jelas serta arahan teknis, dan melakukan pemecahan masalah secara efisien, hal-hal ini telah membantu kami mengatasi berbagai tantangan, menjaga kelancaran proyek, serta memenuhi seluruh standar keselamatan dan kualitas yang ditetapkan. Kepercayaan, pengawasan ketat, kolaborasi, dan dukungan dalam pemecahan masalah dari SKK Migas benar-benar mewujudkan pencapaian hari ini”, ujar Tang Zhongfu dalam terjemahan sambutannya.
Tang Zhongfu menambahkan perusahaan berkomitmen mengembangkan kegiatan usaha sekaligus mendorong keterlibatan tenaga kerja dan produk lokal dalam operasional perusahaan.
“Kami berkomitmen untuk mengembangkan bisnis kami dengan pesat di masa mendatang, serta memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan penggunaan produk lokal. Sebagaimana kita ketahui, gas alam merupakan pilar penting bagi transisi energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia”, tutupnya.
Lapangan Karamba sebelumnya memperoleh persetujuan Plan of Development (POD) pertama pada 2017. Namun pengembangannya sempat terhenti sebelum kembali dilanjutkan PT Indosino Oil and Gas pada 2023.
Perusahaan menggelontorkan investasi eksplorasi sekitar 25,95 juta dolar AS yang mencakup studi geologi, akuisisi seismik, hingga pengeboran sumur Karamba Updeep 1 (KUD-1).
Gas yang diproduksi dari Lapangan Karamba akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi operasional Kilang RU V Balikpapan melalui kerja sama pemanfaatan infrastruktur dengan Pertamina Hulu Kalimantan Timur.
[UHD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
