- Ketika Hilirisasi Nikel Mengancam Air dan Ruang Hidup Warga
- Delapan MPP Terdampak Bencana Butuh Perbaikan Segera, PANRB Siapkan Layanan Jemput Bola
- RISE TO IPO 2026 Jangkau 153 Usaha Menengah, Dorong Akses ke Pasar Modal
- Prabowo Ancam Cabut Izin 95 Korporasi yang Diduga Terlibat Karhutla
- Bea Cukai Sita 29 Kilogram Emas di Empat Bandara, Nilainya Rp73,3 Miliar
- RTH Depan Stadion PPU Mulai Bisa Dimanfaatkan Masyarakat dan Pelaku UMKM
- Perizinan Makin Digital, DPMPTSP PPU Benahi Website dan Informasi Investasi
- Disdukcapil PPU Jemput Bola ke Desa, Kejar KTP hingga Akta Kematian
- KURIKULUM 2013: JEJAK PERUBAHAN YANG MENGUBAH WAJAH PEMBELAJARAN DI INDONESIA
- Disperkimtan PPU Pastikan Pekerjaan RTH Korpri Sesuai Hasil Pengecekan Lapangan
- DPMPTSP PPU Tegaskan Pelayanan Perizinan Gratis, ASN Diminta Jaga Integritas
- Keterbatasan Fiskal Hambat Realisasi MPP PPU, DPMPTSP Berharap Tetap Terwujud
- Urus Akta Kelahiran di PPU Kini Sekaligus Dapat KK dan KIA
- Hutan Kota PPU Bakal Dilengkapi Menara Pantau, Perencanaan Umum Sudah Dilakukan
- Layanan Adminduk Makin Digital, Disdukcapil PPU Perketat Perlindungan Data Pribadi
- Kurangi Ketergantungan Dana Transfer, PPU Petakan Potensi Pajak dan Retribusi
- PT STN Perkuat Respons Karhutla di Babulu Darat Bersama BPBD PPU
- Data Desil Penerima BSPS di PPU Tak Selalu Sesuai Kondisi Lapangan
- Disdukcapil PPU Tegaskan Semua Layanan Adminduk Gratis, Warga Diminta Waspadai Pungutan
- Serambi Nusantara Catat 9.808 Permohonan, Warga PPU Bisa Urus Adminduk dari Rumah
Penulis: Redaksi Daily Kaltim
Dailykaltim.co – Mahasiswa tak hanya bergelut dengan mata kuliah dan nilai IPK. Di balik layar kelas daring maupun tatap muka, banyak dari mereka diam-diam memikul kelelahan akademik yang mendalam—sebuah kondisi yang dikenal sebagai academic burnout. Ini bukan sekadar rasa lelah biasa, melainkan sebuah kelelahan emosional, penurunan minat belajar, dan rasa tidak kompeten yang menghantui. Sebuah studi komprehensif berjudul Factors Affecting Academic Burnout in College Students: Scoping Review, yang ditulis oleh Lauren David Rangga Wardhana, Nono Hery Yoenanto, dan Nur Ainy Fardhana dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, menyisir berbagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi fenomena ini. Penelitian ini dipublikasikan dalam…
Dailykaltim.co – Dalam tiga tahun pertama pernikahan, sepasang suami istri biasanya tengah berlayar di perairan baru yang penuh ketidakpastian: mencoba memahami karakter masing-masing, menata ritme hidup bersama, dan mengelola berbagai tuntutan sosial maupun emosional. Fase awal inilah yang sering kali menyulut friksi. Namun bagaimana jika salah satu pihak—dalam hal ini sang istri—tidak memiliki aktivitas di luar rumah seperti pekerjaan tetap? Apa strategi yang mereka miliki untuk bertahan menghadapi guncangan di titik-titik awal perkawinan? Sebuah studi terkini dari Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta mencoba menjawab persoalan tersebut dengan menyoroti ketangguhan atau resilience para istri yang tidak bekerja dalam menghadapi problematika pernikahan. Riset…
Dailykaltim.co – Di tengah tekanan kerja yang semakin kompleks dan tuntutan sosial yang kian membebani, guru-guru sekolah dasar kerap dihadapkan pada fenomena burnout—sebuah kondisi kelelahan emosional dan penurunan performa yang berkelanjutan. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Volume 13 No. 2, Juni 2025, menyoroti secara khusus dua faktor utama yang mempengaruhi burnout: stres kerja dan kecerdasan emosional. Studi berjudul The Dynamics of Burnout in Elementary School Teachers: The Role of Work Stress and Emotional Intelligence ini dilakukan oleh Fricylya dan tim dari Universitas Prima Indonesia dan Universitas Medan Area. Mereka mengambil sampel 167 guru dari seluruh SD…
Dailykaltim.co – Sebuah riset terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Bahasa, Sastra, dan Studi Budaya Vol. 9 No. 1 Januari 2025 menyajikan temuan yang unik sekaligus reflektif: penamaan kontak telepon teman dalam ponsel tidak sekadar soal memudahkan pencarian nomor, tetapi juga cermin hubungan sosial, kedekatan emosional, dan dinamika identitas dalam era digital. Penelitian ini berjudul Proximity Relationship in Naming Friends’ Telephone Numbers: A Socio-onomastic Analysis, ditulis oleh Yuliana Kristianti dan I Dewa Putu Wijana dari Universitas Gadjah Mada. Berangkat dari perspektif sosio-onomastik—cabang kajian linguistik yang mengaitkan nama dengan relasi sosial—penelitian ini menggali bagaimana mahasiswa Magister Hubungan Internasional Universitas Indonesia memberi nama…
Dailykaltim.co – Dalam adat pernikahan masyarakat Batak Toba, umpasa tidak sekadar dilantunkan sebagai pelengkap seremoni. Ia adalah untaian kata penuh makna yang mengalirkan nilai, doa, hingga filosofi hidup yang diwariskan lintas generasi. Sebuah penelitian terkini dari Universitas Gadjah Mada mengungkap kedalaman makna kultural umpasa pernikahan dalam konteks masyarakat Batak Toba perantauan di Samarinda. Penelitian yang dilakukan oleh Lova Daniel dan Sulistyowati ini bertajuk “Makna Kultural Umpasa pada Upacara Pernikahan Batak Toba di Samarinda”, dipublikasikan dalam Jurnal Lingua, Volume 9 Nomor 1, Januari 2025, halaman 109–122, dan telah terakreditasi Sinta 4. Studi ini menyoroti peran umpasa sebagai seni verbal tradisional yang…
Dailykaltim.co – Sangatta, ibukota Kabupaten Kutai Timur di Kalimantan Timur, tak sekadar tumbuh sebagai wilayah administratif modern. Di balik nama-nama desanya, tersimpan warisan kebudayaan, memori sosial, hingga lanskap ekologis yang membentuk identitas masyarakatnya. Sebuah penelitian etnografi yang dilakukan oleh Nicholaus Manuturi Tambunan, Ahmad Mubarok, dan Ian Wahyuni dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman mencoba menggali kembali akar-akar penamaan desa di dua kecamatan utama di kawasan ini: Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Penelitian bertajuk “Toponimi Nama Desa di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur: Kajian Antropolinguistik” ini dipublikasikan dalam Jurnal Budaya Sastra, Seni dan Bahasa (JBSSB), Volume 9…
Dailykaltim.co – Di sebuah kampung di Kutai Barat, ketika matahari mulai tergelincir di balik rimbun hutan Kalimantan, terdengar suara bersyair yang lirih namun meresap. Itulah rijoq—nyanyian khas suku Dayak Benuaq—yang dahulu mengalun tanpa iringan musik, hanya suara yang saling bersahutan setelah seharian membakar ladang. Kini, nyanyian itu perlahan bertransformasi. Masih setia pada akarnya, namun berani merambah panggung-panggung digital, kanal YouTube, hingga festival budaya modern. Rijoq tak sekadar hiburan. Ia adalah identitas. Ia adalah narasi yang menampung nilai, filosofi, bahkan spiritualitas masyarakat Dayak Benuaq. Di tengah arus globalisasi yang deras, warisan ini sempat nyaris tenggelam. Namun penyanyi-penyanyi lokal seperti Martinus Sigum…
Dailykaltim.co – Belanja daring bukan lagi sekadar aktivitas fungsional untuk memenuhi kebutuhan. Bagi generasi Z, ia telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup digital, budaya konsumsi, bahkan pelarian dari tekanan psikologis. Dengan sekali klik dan swipe, barang datang mengetuk pintu. Namun di balik kemudahan itu, terhampar lanskap konsumsi yang kian impulsif dan sulit dikendalikan. Hal tersebut terungkap dalam riset berjudul “Gaya Hidup Konsumtif Generasi Z dalam Era Belanja Daring Indonesia”yang ditulis oleh Marsha Zafirah Pohan, Tasya Azzahra Nasution, dan Syafruddin Pohan dari Program Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Sumatera Utara. Artikel ini dimuat dalam Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia,…
Dailykaltim.co – Di sebuah sudut sunyi di Desa Salaon, Kabupaten Samosir, ada pohon-pohon tua yang bukan sekadar tumbuhan. Mereka adalah penjaga, saksi bisu, sekaligus penghubung spiritual antara manusia dan Sang Pencipta. Di bawah naungan rimbunnya, masyarakat Batak Toba dari marga Sitanggang Lipan melaksanakan ritual Martangiang hu Aek Pohon-pohonan, sebuah upacara adat sakral yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ritual ini tak hanya menjadi warisan budaya, tapi juga menjadi cara hidup, cara berdoa, dan cara menjaga hubungan dengan alam. Penelitian bertajuk “Ritual Martangiang hu Aek Pohon-pohonan Ni Sitanggang Lipan Suku Batak Toba di Desa Salaon, Kabupaten Samosir” yang dilakukan oleh Anella…
Dailykaltim.co – Dalam lanskap hutan tropis Papua Selatan, kearifan lokal tetap tegak meski zaman terus bergerak. Tradisi adat Sasi yang dipraktikkan oleh suku Kanum, Yei, dan Marind di wilayah adat Anim Ha, Papua Selatan, bukan sekadar warisan budaya—ia adalah sistem konservasi yang hidup dan dihayati bersama oleh masyarakat adat. Tak hanya melindungi hutan dan perairan dari eksploitasi, adat ini juga membentuk moral kolektif dan struktur sosial yang erat dengan keseimbangan ekologis. Itulah pokok temuan dari riset berjudul “Kearifan Lokal dalam Pelestarian Alam: Implementasi Adat Sasi pada Suku-Suku di Bumi Anim Ha”, ditulis oleh Putri Ayu Lestari dkk. dari Universitas Musamus…