Dailykaltim.co – Pemerintah meluncurkan program Dana IndonesiaRaya sebagai pengembangan dari Dana Indonesiana untuk memperkuat pendanaan sektor kebudayaan nasional. Program ini diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperluas dukungan kepada pelaku budaya dengan skema yang dinilai lebih adaptif dan berkelanjutan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan, perubahan nama tersebut tidak sekadar pergantian istilah, melainkan mencerminkan pembaruan dalam tata kelola dan perluasan jangkauan program.
“Program ini sebelumnya dikenal sebagai Dana Indonesiana, kini menjadi Dana IndonesiaRaya sebagai bagian dari transformasi kelembagaan dan penguatan tata kelola agar lebih adaptif dan berdampak luas,” ujarnya dalam peluncuran di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Program ini tetap bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan yang selama ini digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya. Pemerintah mencatat jumlah penerima manfaat meningkat dalam dua tahun terakhir, dari ratusan pada 2024 menjadi ribuan penerima pada 2025. Hingga akhir Maret 2026, total penerima tercatat lebih dari 3.000 dengan nilai penyaluran mencapai ratusan miliar rupiah.
Fadli menyebut, pemerintah akan terus memperluas jangkauan program agar lebih banyak komunitas budaya bisa mengakses pendanaan.
“Ke depan, kami berharap penerima manfaat terus meningkat dan menjangkau lebih banyak komunitas serta pelaku budaya di seluruh Indonesia,” katanya.
Pemerintah juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi. Penilaian proposal dilakukan oleh tim juri profesional dengan mempertimbangkan kelayakan administrasi dan substansi kegiatan. Selain itu, sistem layanan berbasis teknologi mulai dikembangkan untuk mempermudah proses pengajuan.
Pada 2026, pemerintah mengarahkan penguatan program pada sejumlah aspek, mulai dari pengelolaan dana abadi, peningkatan layanan digital, hingga perluasan jenis kegiatan yang didukung. Skema program kini mencakup fasilitasi komunitas, produksi kegiatan budaya, produksi media, serta program strategis lainnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta mengatakan program ini juga diarahkan agar lebih inklusif dengan menjangkau kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.
“Proses seleksi dilakukan secara objektif melalui tim juri profesional dengan mempertimbangkan aspek administrasi dan substansi proposal,” ujarnya.
Program Dana IndonesiaRaya dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas. Pemerintah menargetkan program ini dapat memperkuat ekosistem budaya nasional sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
“Program ini harus menjadi penggerak utama kebudayaan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” pungkas Fadli Zon.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
