Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Air Panas Pemapak Berau Dinilai Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Berkelas

21/07/2026 3:14 PM

Paser International Table Tennis Championship 2026 Jadi Ajang Sport Tourism

21/07/2026 3:08 PM

200 Balita di PPU Terima Bantuan Pangan untuk Dukung Perbaikan Gizi

21/07/2026 2:54 PM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Air Panas Pemapak Berau Dinilai Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Berkelas
  • Paser International Table Tennis Championship 2026 Jadi Ajang Sport Tourism
  • 200 Balita di PPU Terima Bantuan Pangan untuk Dukung Perbaikan Gizi
  • Karies Gigi hingga Tekanan Darah Tinggi Jadi Temuan Terbanyak dalam Program CGK
  • Festival Luuq Melapeh 2026 Kembali Digelar, Promosikan Budaya dan Wisata Kubar
  • Arena Pacu Kuda Pada Eweta Sumba Barat Dipilih Jadi Venue PON XXII/2028
  • Paser Luncurkan Aksi Sakti, Platform AI untuk Pantau Kinerja Pemerintah
  • Masjid Nurul Islam Maccarinna Resmi Dibuka untuk Kegiatan Ibadah dan Sosial
  • Desak Made dan Veddriq Leonardo Raih Emas di World Climbing Series Chamonix 2026
  • Nelayan Kapal 30-200 GT Bakal Dapat BBM Rp15 Ribu per Liter, ESDM Siapkan Aturan Teknis
  • Kutim Siapkan 2.708 Kursi SMA dan SMK, Lampaui Jumlah Lulusan SMP
  • RS eMKA Mulai Beroperasi, Tambah Pilihan Layanan Kesehatan di Kutai Kartanegara
  • Kukar Matangkan Persiapan MTQ Kaltim 2026
  • PPU Imbau Penumpang Gunakan Life Jacket Selama Musim Selatan
  • Patra Logistik Catat Penyaluran BBM 197 Ribu KL di Batam
  • 460 Mahasiswa Jalani KKN Kolaborasi di 48 Desa dan Kelurahan Paser
  • Kementerian Kebudayaan Resmi Kelola KNIU, Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
  • Indonesia dan India Sepakati Konservasi Candi Perwara Prambanan Selama 10 Tahun
  • Pemerintah Masukkan LGBT sebagai Ancaman Nonmiliter, Ini Penjelasan Yusril.
  • Pos Satpolairud Resmi Beroperasi di Desa Lori, Perkuat Keamanan Wilayah Pesisir
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Nasional

PMI Manufaktur Melemah, Pemerintah Siapkan Strategi Pemulihan

Redaksi Daily Kaltim02/07/2025 6:39 AM
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief. (istimewa)

Dailykaltim.co – Kinerja sektor manufaktur nasional mencatat pelemahan pada Juni 2025. Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia tercatat turun dari 47,4 pada Mei menjadi 46,9, mengindikasikan kontraksi aktivitas industri. Penurunan ini sejalan dengan tren negatif di sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Kementerian Perindustrian menilai penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, pelaku industri masih menunggu kepastian deregulasi yang mendukung iklim usaha. Kedua, permintaan pasar ekspor dan domestik yang masih lemah turut menekan aktivitas manufaktur, seiring menurunnya daya beli masyarakat.

“Dua faktor yang menyebabkan PMI Indonesia pada Juni 2025 masih kontraksi dan menurun dibanding bulan Mei 2025 yakni, pertama perusahaan industri masih menunggu kebijakan pro bisnis, dan kedua pelemahan permintaan pasar ekspor dan pasar domestik serta penurunan daya beli di Indonesia,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Selasa (1/7).

Febri menyebut pelaku industri berharap pemerintah segera menyelesaikan sejumlah kebijakan strategis. Salah satu yang ditunggu adalah revisi Permendag Nomor 8 Tahun 2024, khususnya terkait relaksasi impor produk jadi. Pemerintah telah mengumumkan pencabutan kebijakan tersebut pada 30 Juni 2025 sebagai bagian dari paket deregulasi, yang diprediksi akan mulai berdampak positif dalam dua bulan mendatang, terutama bagi industri tekstil, pakaian jadi, dan aksesori.

“Kami menduga dampak pencabutan relaksasi impor terutama pada impor produk tekstil, pakaian jadi dan aksesoris pakaian jadi akan dirasakan dampaknya pada dua bulan mendatang setelah kebijakan ini diumumkan. Perusahaan industri terutama, industri TPT dan industri Pakaian Jadi bersabar menunggu dampak pemberlakuan kebijakan ini. Namun demikian, pengumuman kebijakan ini tentu sinyal positif bagi industri terutama industri TPT dan Pakaian Jadi,” ujar Febri.

Pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan pembatasan pelabuhan masuk (entry port) untuk produk impor. Langkah ini bertujuan menekan volume barang impor murah yang selama ini masuk melalui banyak pelabuhan, dan memberi ruang bagi produk dalam negeri untuk bersaing di pasar domestik.

“Pembatasan entry port bagi produk impor jadi berharga murah sangat penting bagi industri dalam negeri terutama bagi industri yang produknya sulit bersaing dengan produk impor murah yang berasal dari negara produsen yang mengalami oversupply. Kebijakan ini akan mampu meningkatkan permintaan utilisasi industri yang memproduksi produk yang bersaing ketat dengan produk impor murah,” tutur Febri.

Selain itu, pelaku industri juga menanti percepatan penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian ini diharapkan mampu membuka akses pasar ke Eropa dan memperluas peluang ekspor bagi produk manufaktur nasional.

“Perusahaan Industri menunggu penandatanganan perjanjian IEU-CEPA. Mereka optimis setelah penandatanganan IEU-CEPA maka pasar Eropa akan terbuka lebar bagi produk ekspor mereka,” ujar Febri.

Faktor lain yang turut melemahkan kinerja manufaktur adalah penurunan permintaan ekspor dan konsumsi domestik. Meskipun tensi perang dagang global mulai mereda, efeknya masih dirasakan oleh industri dalam negeri. Banyak produsen yang kini mengalihkan fokus ke pasar domestik, yang justru menghadapi tekanan dari produk impor dan lemahnya daya beli.

Konsumen lebih memprioritaskan belanja kebutuhan pokok, sementara kelompok menengah atas cenderung menahan konsumsi dan lebih memilih menabung atau berinvestasi.

Di sisi lain, belanja pemerintah untuk produk manufaktur mulai berjalan pada pertengahan Juni, khususnya pada sektor infrastruktur dan konstruksi. Dampaknya mulai dirasakan oleh industri keramik, semen, baja, dan kaca. Pemerintah juga menyalurkan insentif gaji ke-13 dan program liburan sekolah yang mendorong pertumbuhan di sektor makanan, minuman, kertas, tekstil, dan pakaian.

“Kami mengapresiasi insentif pemerintah berupa gaji ke-13, insentif liburan anak sekolah dan momen memasuki tahun ajaran baru yang akan meningkatkan demand, utilisasi dan penyerapan tenaga kerja pada beberapa subsektor industri. Dengan dimulai belanja pemerintah atas produk manufaktur dan juga insentif liburan sekolah serta kenaikan permintaan menjelang tahun ajaran baru diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat terutama untuk membeli produk-produk manufaktur ke depannya,” ujar Febri.

Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, mencatat penurunan aktivitas sektor manufaktur Indonesia pada pertengahan tahun disebabkan oleh lemahnya permintaan domestik. Kondisi ini mendorong perusahaan melakukan efisiensi dengan memangkas tenaga kerja dan menurunkan aktivitas pembelian.

“Ke depannya, perusahaan kurang begitu optimis terhadap perkiraan output, bahkan kepercayaan diri juga turun ke posisi terendah dalam delapan bulan,” imbuhnya.

Arus kontraksi PMI juga tercatat di sejumlah negara lain seperti Vietnam, Malaysia, Myanmar, Inggris, Prancis, Korea Selatan, dan Jerman. Pemerintah berharap bauran kebijakan yang tengah disiapkan dapat segera memulihkan kepercayaan pelaku usaha dan mendorong pertumbuhan industri manufaktur nasional.

[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Manufaktur PMI
Follow on Google News

Related Posts

Nasional

Karies Gigi hingga Tekanan Darah Tinggi Jadi Temuan Terbanyak dalam Program CGK

18/07/2026 4:32 AM
Nasional

Nelayan Kapal 30-200 GT Bakal Dapat BBM Rp15 Ribu per Liter, ESDM Siapkan Aturan Teknis

15/07/2026 8:54 AM
Nasional

Patra Logistik Catat Penyaluran BBM 197 Ribu KL di Batam

13/07/2026 9:03 AM
Nasional

Kementerian Kebudayaan Resmi Kelola KNIU, Perkuat Peran Indonesia di UNESCO

09/07/2026 6:54 AM
Nasional

Indonesia dan India Sepakati Konservasi Candi Perwara Prambanan Selama 10 Tahun

09/07/2026 6:47 AM
Nasional

Pemerintah Masukkan LGBT sebagai Ancaman Nonmiliter, Ini Penjelasan Yusril.

09/07/2026 6:32 AM
Iklan
Demo
Trending

PPU Gelar Diskusi Sawit Berkelanjutan,Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas

07/11/2024 3:21 AM

7PaceRunners Gelar Lari di Car Free Day PPU, Kampanye Gaya Hidup Sehat dan Dukung UMKM

15/02/2025 4:17 AM

Disdukcapil PPU Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Soal Pelaporan Akta Kematian

29/04/2025 2:11 PM

Anopheles Tak Selalu Jadi Musuh: Fokus Dinkes PPU Kini ke Penularan Aktif di Sotek

11/06/2025 2:07 PM

PPU Borong Tiga Penghargaan Gender Champion Kaltim 2026, Peran Perempuan Jadi Sorotan

30/04/2026 10:01 AM
Terbaru
Berau

Air Panas Pemapak Berau Dinilai Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Berkelas

By Redaksi Daily Kaltim21/07/2026 3:14 PM

Dailykaltim.co, Berau – Potensi wisata Air Panas Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten…

Paser International Table Tennis Championship 2026 Jadi Ajang Sport Tourism

21/07/2026 3:08 PM

200 Balita di PPU Terima Bantuan Pangan untuk Dukung Perbaikan Gizi

21/07/2026 2:54 PM

Karies Gigi hingga Tekanan Darah Tinggi Jadi Temuan Terbanyak dalam Program CGK

18/07/2026 4:32 AM

Festival Luuq Melapeh 2026 Kembali Digelar, Promosikan Budaya dan Wisata Kubar

18/07/2026 4:19 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

Membangun Penerimaan Diri Anak Panti: Investasi Mental yang Sering Terlupakan

29/12/2025 7:23 AM

Menhub Resmikan Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2025

22/03/2025 4:16 AM

Pemerintah Sesuaikan Jadwal Pengangkatan CASN 2024

07/03/2025 10:35 PM
TERBARU

Air Panas Pemapak Berau Dinilai Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Berkelas

21/07/2026 3:14 PM

Paser International Table Tennis Championship 2026 Jadi Ajang Sport Tourism

21/07/2026 3:08 PM

200 Balita di PPU Terima Bantuan Pangan untuk Dukung Perbaikan Gizi

21/07/2026 2:54 PM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version