Dailykaltim.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mempercepat pengembangan infrastruktur irigasi untuk mendukung program Swasembada Pangan Nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pemanfaatan Aplikasi Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (SIPURI) sebagai penghubung usulan daerah dengan pemerintah pusat.
Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Weliam Yunior, pada Selasa (5/5/2026), menjelaskan bahwa SIPURI menjadi sarana pengajuan berbagai kegiatan, mulai dari rehabilitasi hingga pembangunan jaringan irigasi, termasuk program optimalisasi lahan (oplah).
“Melalui SIPURI, usulan dari kabupaten bisa langsung terhubung dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan swasembada pangan,” kata Weliam.
Ia menambahkan, proses administrasi usulan dikelola oleh Bidang Pengairan PUPR PPU bersama Dinas Pertanian PPU sebelum diteruskan ke BWS Kalimantan IV.
Sepanjang 2025, sejumlah proyek irigasi sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di antaranya pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak empat unit di Desa Labangka Barat, Desa Babulu Darat, Desa Labangka, dan Desa Rawa dengan nilai anggaran sekitar Rp8,5 miliar. Selain itu, peningkatan jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Waru juga telah direalisasikan dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Untuk kelanjutan program, lima titik pembangunan JIAT yang masuk dalam rencana 2025 dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2026. Lokasinya berada di Desa Labangka, Gunung Mulia, Gunung Intan, dan Kelurahan Petung, dengan total anggaran sekitar Rp10 miliar yang bersumber dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan BWS Kalimantan IV.
Pemkab PPU juga mengajukan usulan program irigasi untuk 2026 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp53 miliar. Usulan tersebut mencakup peningkatan jaringan irigasi di empat daerah irigasi, yaitu DI Waru, DI Babulu Darat, DI Rawa Labangka, dan DI Waru Masyarakat.
Selain itu, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah turut direncanakan di beberapa titik, termasuk DI Rawa Sebakung sebanyak 12 titik dan DI Rawa Labangka sebanyak 3 titik.
Weliam menuturkan, sejumlah program infrastruktur lain mulai berjalan setelah adanya audiensi antara Bupati PPU Mudyat Noor, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR PPU Muhajir, dan BWS Kalimantan IV, di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Beberapa program tersebut meliputi normalisasi Sungai Lawe-Lawe, Sungai Riko, dan Sungai Sesulu yang direncanakan berlangsung pada 2026.
“Ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat berjalan baik, terutama dalam mendukung ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur irigasi,” ujar Weliam.
[UHD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
