Dailykaltim.co – Â Puasa Ramadan tidak hanya dipandang sebagai ibadah wajib bagi umat Islam, tetapi juga dinilai memberi sejumlah manfaat kesehatan, termasuk bagi sistem pencernaan. Sejumlah kajian kesehatan menunjukkan pola makan yang lebih teratur selama bulan puasa dapat membantu menjaga kondisi tubuh, mulai dari meningkatkan stamina hingga menekan risiko penyakit metabolik seperti hipertensi dan diabetes.
Selama Ramadan, umat Islam menahan makan dan minum sejak fajar hingga matahari terbenam. Perubahan pola makan ini memengaruhi kerja organ pencernaan, terutama lambung, yang kerap dianggap rentan mengalami gangguan saat puasa.
Risiko Asam Lambung Dinilai Lebih Terkontrol
Puasa disebut dapat membantu mengendalikan produksi asam lambung. Dalam kondisi tertentu, kadar asam lambung yang berlebih dapat melukai dinding lambung dan memicu keluhan seperti nyeri maupun sensasi terbakar. Dengan pola makan yang lebih teratur, sekresi asam lambung dinilai lebih stabil sehingga risiko iritasi pada lambung dapat berkurang. Kondisi ini dinilai memberi manfaat bagi penderita gangguan asam lambung selama puasa dijalankan sesuai anjuran kesehatan.
Sistem Pencernaan Memiliki Waktu Istirahat
Selama puasa, frekuensi makan berkurang dan hanya dilakukan saat sahur serta berbuka. Pola tersebut membuat aktivitas lambung dan usus tidak seintensif hari biasa. Berkurangnya pergerakan pencernaan disebut membantu mengurangi risiko iritasi akibat gesekan, sekaligus memberi kesempatan organ pencernaan untuk beristirahat dan melakukan pemulihan alami.
Pengaruh Psikologis terhadap Lambung
Kondisi psikologis turut berpengaruh terhadap kesehatan lambung. Stres diketahui dapat memicu peningkatan asam lambung pada sebagian orang. Saat menjalankan puasa, sebagian individu merasa lebih tenang dan mampu mengendalikan emosi karena fokus pada aktivitas spiritual. Kondisi ini dinilai dapat membantu menjaga kestabilan sistem pencernaan secara tidak langsung.
Pola Makan Tetap Jadi Kunci
Meski dinilai memiliki manfaat, dampak positif puasa terhadap lambung tetap bergantung pada pola makan saat sahur dan berbuka. Konsumsi makanan berlebihan, terlalu pedas, atau tidak seimbang justru berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan.
Tenaga medis juga menyarankan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit lambung untuk berkonsultasi sebelum menjalankan puasa. Dengan pola makan yang tepat dan pemantauan kondisi kesehatan, puasa Ramadan dinilai dapat dijalankan tanpa mengganggu kesehatan lambung.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
