Dailykaltim.co — Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi subspesies baru tanaman bisbul (Diospyros blancoi) yang berasal dari Papua. Subspesies tersebut diberi nama Diospyros blancoi subsp. papuensis dan telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Egyptian Journal of Botany Volume 66 Nomor 2 tahun 2026.
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Irvan Fadli Wanda bersama tim kolaborator dari berbagai institusi. Kajian dilakukan dengan menganalisis variasi morfologi serta hubungan kekerabatan genetik menggunakan pendekatan fenetik dan filogenetik.
Dalam penelitian tersebut, tim menganalisis 93 karakter morfologi yang terdiri dari 53 karakter vegetatif dan 40 karakter generatif. Hasilnya menunjukkan 32 karakter memiliki variasi signifikan, terutama pada bagian buah dan biji yang menjadi pembeda utama antara populasi Papua dan Filipina.
Irvan menjelaskan perbedaan tersebut terlihat pada sejumlah ciri utama tanaman.
“Subspesies dari Papua memiliki jumlah biji lebih banyak, berkisar 5–10 biji per buah, dengan bentuk biji menyerupai irisan (wedge-shaped), serta kepadatan rambut pada permukaan buah yang lebih rendah dibandingkan dengan populasi dari Filipina,” ujarnya.
Selain pendekatan morfologi, penelitian ini juga menggunakan analisis molekuler melalui penanda DNA gen matK dan psbA-trnH. Hasil analisis filogenetik menunjukkan populasi Papua membentuk kelompok tersendiri yang berbeda secara genetik dari populasi lainnya.
“Pendekatan kombinasi antara morfologi dan data molekuler memberikan bukti yang kuat bahwa populasi dari Papua memiliki jalur evolusi yang berbeda, sehingga layak ditetapkan sebagai subspesies baru,” jelas Irvan.
Penelitian ini turut memanfaatkan spesimen koleksi Kebun Raya Bogor sebagai sumber data yang mendukung kajian biodiversitas dan konservasi tumbuhan di Indonesia.
Bisbul (Diospyros blancoi) merupakan tanaman buah tropis yang memiliki nilai ekonomi serta dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini umumnya ditemukan di Filipina dan kawasan Asia Tenggara, namun sebelumnya belum tercatat secara resmi di Papua.
Temuan ini menambah catatan persebaran Diospyros blancoi di kawasan Malesia, khususnya Papua. Penelitian juga menunjukkan variasi morfologi tanaman dipengaruhi faktor lingkungan seperti intensitas cahaya dan kondisi habitat, serta faktor genetik yang memengaruhi karakter reproduktif.
BRIN menilai temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan morfologi dan molekuler dalam kajian taksonomi, sekaligus mendukung upaya konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
