Dailykaltim.co – Arena Pacu Kuda Pada Eweta di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga Pacu Kuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 yang akan digelar di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman setelah meninjau langsung arena dan menyaksikan babak semifinal Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat 2026.
Penetapan itu sekaligus menandai langkah baru bagi Pacu Kuda Tradisional yang untuk pertama kalinya akan dipertandingkan pada ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia.
Marciano menilai Arena Pada Eweta telah memenuhi syarat untuk menjadi lokasi pertandingan setelah melihat langsung kondisi lintasan, fasilitas pendukung, serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga berkuda.
“Pertandingan Pacu Kuda Tradisional tempatnya di sini. Terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan seluruh pegiat olahraga berkuda di Sumba,” ujar Marciano.
Selain melakukan peninjauan, Marciano juga menyerahkan perlengkapan keselamatan berupa body protector dan helm produksi dalam negeri kepada para joki. Dukungan tersebut ditujukan untuk meningkatkan standar keselamatan, terutama bagi joki cilik yang selama ini menjadi bagian dari tradisi pacuan kuda di Pulau Sumba.
Menurutnya, kesiapan arena tidak hanya terlihat dari kualitas lintasan, tetapi juga fasilitas pendukung seperti tribun penonton dan pagar pengaman yang dinilai mampu menunjang pelaksanaan pertandingan secara aman dan tertib.
Keputusan menjadikan Sumba Barat sebagai venue Pacu Kuda Tradisional pada PON 2028 mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Gubernur NTT sekaligus Ketua KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebut penetapan tersebut sebagai kabar baik bagi masyarakat Sumba Barat dan dunia olahraga NTT.
“Itu yang akan menjadi keputusan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI NTT besok malam. Selamat untuk masyarakat Sumba Barat,” katanya.
Bupati Sumba Barat Yohanes Dade menilai keputusan tersebut menjadi momentum penting karena olahraga yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Sumba kini mendapat panggung di tingkat nasional.
“Saya kira ini merupakan berkat untuk Sumba Barat karena untuk pertama kalinya Pacu Kuda Tradisional diangkat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada tingkat nasional,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Pengurus Provinsi Pordasi Pacu NTT Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga. Ia mengatakan masyarakat Sumba menyambut keputusan tersebut dengan antusias karena Pacu Kuda Tradisional akhirnya menjadi bagian dari agenda resmi PON.
“Peristiwa ini menjadi kegembiraan besar bagi masyarakat Sumba karena Pacu Kuda Tradisional kini resmi dipertandingkan di PON, ajang olahraga tertinggi di Indonesia,” katanya.
Sebelum digunakan pada PON XXII/2028, Arena Pacu Kuda Pada Eweta juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacu Kuda 2026. Ajang tersebut akan menjadi salah satu tahapan persiapan sekaligus uji kesiapan venue menuju penyelenggaraan PON.
Masuknya Pacu Kuda Tradisional ke dalam daftar cabang olahraga PON disebut sebagai hasil perjuangan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi, Triwatty Marciano, mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk memberikan ruang lebih luas bagi olahraga tradisional agar berkembang di level nasional.
“Sekitar empat hingga lima tahun lalu saya berjanji kepada para pecinta pacu kuda tradisional bahwa olahraga ini akan kami angkat ke tingkat nasional. Alhamdulillah, kini janji tersebut telah terwujud,” ujarnya.
Kehadiran Pacu Kuda Tradisional di PON tidak hanya diharapkan melahirkan atlet-atlet baru, tetapi juga membuka peluang pengembangan sport tourism, industri olahraga, peternakan kuda lokal, serta aktivitas ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Dengan ditetapkannya Arena Pada Eweta sebagai venue resmi, Sumba Barat kini menjadi salah satu daerah yang akan mendapat sorotan dalam pelaksanaan PON XXII/2028, sekaligus memperkenalkan tradisi pacuan kuda khas Sumba kepada masyarakat Indonesia yang lebih luas.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
