Dailykaltim.co, Penajam – Meningkatnya potensi gelombang laut selama musim selatan mendorong berbagai pihak memperketat pengawasan keselamatan di jalur penyeberangan Penajam–Kampung Baru. Pemantauan dilakukan di Dermaga Speedboat dan Kelotok Penajam pada Selasa, 14 Juli 2026, untuk memastikan kesiapan sarana keselamatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan alat pelindung saat berlayar.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Penajam Paser Utara (PPU), TNI, Polri, Kejaksaan, TNI Angkatan Laut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Musim selatan diperkirakan berlangsung hingga awal November 2026 dengan puncak kondisi cuaca terjadi pada Agustus. Situasi tersebut dinilai perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan tinggi gelombang dan risiko kecelakaan di jalur transportasi laut.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan keselamatan penumpang menjadi perhatian utama, terutama bagi masyarakat yang setiap hari memanfaatkan layanan penyeberangan antardaerah.
“Musim selatan diperkirakan berlangsung hingga awal November dengan puncaknya sekitar pertengahan hingga akhir Agustus. Kondisi cuaca saat ini perlu diwaspadai karena gelombang laut dapat meningkat sewaktu-waktu. Oleh karena itu, kami bersama seluruh unsur terkait turun langsung ke lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan pelayaran,” ujarnya.
Menurut Waris, upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas dan operator angkutan, tetapi juga membutuhkan kesadaran pengguna jasa penyeberangan untuk mematuhi prosedur keselamatan.
“Hari ini kita turun bersama melihat langsung situasi di dermaga. Ada TNI Angkatan Laut, Polri, Kejaksaan, DPRD, BPBD, Dinas Perhubungan beserta seluruh tim. Kehadiran kita di sini untuk mengingatkan masyarakat agar selalu memakai life jacket sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
Dalam pemantauan tersebut, ketersediaan pelampung atau life jacket juga menjadi perhatian. Dari lebih dari 100 unit yang sebelumnya disediakan, jumlah yang tersedia saat ini disebut tersisa sekitar 30 unit.
Waris mengajak masyarakat dan operator angkutan menjaga fasilitas keselamatan tersebut agar tetap dapat digunakan oleh seluruh penumpang.
“Kita berharap pelampung yang ada dapat dipelihara dengan baik karena ini untuk kepentingan bersama. Setelah digunakan, mohon dilepas dan dikembalikan kepada petugas agar bisa dipakai kembali oleh penumpang lainnya. Kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga fasilitas ini tetap tersedia,” ungkapnya.
Ia menilai penggunaan life jacket perlu menjadi kebiasaan setiap penumpang sebelum menaiki speedboat maupun kelotok, mengingat kondisi cuaca di laut dapat berubah sewaktu-waktu.
“Musibah tidak pernah kita ketahui kapan datangnya. Karena itu, kami mengimbau seluruh masyarakat agar sebelum naik speedboat maupun kelotok sudah mengenakan life jacket. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Melalui pemantauan tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan pelayaran semakin meningkat sehingga aktivitas penyeberangan di lintasan Penajam–Kampung Baru dapat berlangsung aman selama musim selatan.
[UHD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
