Dailykaltim.co – Pemerintah menegaskan bahwa seluruh food tray yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan material minimal stainless steel 304. Kebijakan ini diposisikan sebagai bagian dari penguatan keamanan pangan sekaligus perlindungan kesehatan anak yang menjadi sasaran program.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Y. Kristianto Widiwardono, menyampaikan bahwa pemberlakuan SNI bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi alat kontrol kualitas yang memastikan produk yang beredar tidak membahayakan masyarakat.
“Food tray sudah menjadi SNI, sudah ada Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) yang ditunjuk untuk melakukan sertifikasi. Sudah ada produk Indonesia yang mendapatkan tanda SNI,” jelasnya di Jakarta, Rabu, 26 November 2025.
Kristianto menuturkan bahwa standar material stainless steel 304 dipilih karena ketahanannya terhadap korosi, sifatnya yang aman bagi makanan, dan rekam jejaknya dalam standar food grade internasional. Setiap produk yang tidak memenuhi ketentuan tersebut dipastikan tidak dapat digunakan dalam rantai pasok MBG.
Ia menjelaskan bahwa sistem pendukung SNI untuk keamanan pangan sudah tersedia secara menyeluruh. Selain produk fisik, terdapat standar manajemen keamanan pangan dan SNI untuk jasa katering yang menjamin proses pengolahan makanan berjalan higienis.
“Sistem keamanan pangan dan catering juga ada SNI-nya. Sistem ini yang sudah ada dan bisa digunakan memperkuat program MBG,” kata Kristianto.
Menurut Kristianto, penerapan SNI dibagi ke dalam dua skema: wajib (mandatory) bagi produk yang berkaitan langsung dengan kesehatan publik, serta sukarela (voluntary) untuk mendorong daya saing industri. Pada produk seperti food tray MBG, skema wajib diberlakukan untuk mencegah masuknya produk bermutu rendah, terutama impor yang tidak sesuai standar.
“Dengan pemberlakuan SNI wajib, seluruh produk di pasar harus memenuhi SNI. Produk impor yang substandar otomatis tidak bisa masuk,” tegasnya.
BSN mencatat tren positif adopsi SNI secara sukarela oleh sektor industri. Target penerbitan 1.000 sertifikat SNI manajemen usaha kecil dan menengah (UKM/SME) pada tahun 2025 juga hampir tercapai.
Kristianto turut memaparkan program SNI Bina UMK yang diarahkan khusus bagi pelaku UMKM melalui sistem OSS. Program ini memberikan jalur pembinaan intensif agar UMKM mampu memahami persyaratan SNI, menerapkan standar teknis, hingga memperoleh sertifikasi.
“Saat mereka mendaftar melalui OSS, sudah ada sistem untuk menggunakan SNI Bina UMK. Ada komitmen untuk memenuhi persyaratan SNI,” jelasnya.
Pendampingan ini diharapkan melahirkan UMKM yang lebih tangguh, berdaya saing, dan siap masuk pasar nasional maupun global. Program tersebut sekaligus menjadi langkah proteksi terhadap produk lokal yang selama ini menghadapi tekanan dari produk impor murah tanpa standardisasi.
Dengan pemberlakuan SNI pada kategori produk tertentu—termasuk food tray MBG—BSN menilai pasar nasional akan lebih terlindungi dari produk substandar.
“Produk nasional yang menerapkan SNI akan terlindungi dari produk substandar, walaupun murah, tapi kualitasnya di bawah standar,” ujar Kristianto.
Implementasi SNI pada food tray tidak hanya berkaitan dengan keamanan konsumsi, tetapi juga menjaga kredibilitas program nasional MBG. Pemerintah ingin memastikan bahwa intervensi gizi tidak menimbulkan risiko kesehatan seperti kontaminasi atau residu logam.
Penguatan standar juga membuka peluang pertumbuhan industri stainless steel dalam negeri. Produsen yang memenuhi SNI berpotensi menjadi pemasok utama kebutuhan MBG, menciptakan rantai pasok yang lebih sehat, stabil, dan berkelanjutan.
Melalui penerapan standar stainless steel SNI 304, sertifikasi produk, sistem keamanan pangan yang terintegrasi, serta pembinaan UMKM lewat SNI Bina UMK, BSN menempatkan standardisasi sebagai instrumen proteksi pasar, jaminan keselamatan konsumen, dan penggerak daya saing industri nasional.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
