Dailykaltim.co, Paser – Ketersediaan tenaga medis untuk pelaksanaan Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser masih menjadi perhatian. Dinas Kesehatan setempat menyebut jumlah dokter yang disiapkan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Paser, Amri Yulihardi, yang juga menjabat Ketua Bidang Kesehatan PB Porprov Kaltim, mengatakan keterbatasan tersebut berkaitan dengan jumlah venue pertandingan yang cukup banyak.
“Jika diperlukan dokter untuk stand by di masing-masing venue yang berjumlah 64, Dinas Kesehatan tidak bisa memenuhi semuanya. Kami harus berbagi, karena sebagian harus tetap ada di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah Panglima Sebaya) dan Puskesmas untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sebagai mana mestinya,” kata Amri.
Menurutnya, pembagian tenaga medis harus tetap mempertimbangkan layanan kesehatan umum agar tidak terganggu selama pelaksanaan ajang olahraga tersebut.
Meski demikian, Dinas Kesehatan akan melakukan pemetaan untuk menentukan skema penempatan tenaga medis di setiap venue.
“Yang jelas kami perlu konsultasi lebih mendalam dengan KONI Provinsi, karena bagaimanapun pertandingan tidak boleh berjalan tanpa adanya tenaga medis, terutama dokter,” kata Amri.
Ia menegaskan fokus penanganan akan diarahkan pada cabang olahraga yang dipertandingkan di Paser. Sementara itu, pelaksanaan cabang olahraga di Balikpapan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat bersama KONI.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
