Dailykaltim.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kemiskinan Daerah Tahun 2026 kepada 405 keluarga penerima manfaat (KPM). Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp1,62 juta untuk periode Januari hingga Juni 2026.
Penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, di Kantor Bankaltimtara Cabang Penajam, Selasa (2/6/2026).
Melalui program tersebut, masing-masing penerima memperoleh Rp270 ribu per bulan yang dibayarkan sekaligus untuk enam bulan pertama. Bantuan menyasar warga miskin dan rentan miskin yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun BLT Dana Desa.
Mudyat mengatakan pemerintah daerah terus menjalankan berbagai upaya untuk menekan angka kemiskinan, baik melalui bantuan sosial maupun program pemberdayaan masyarakat.
“Pemerintah Daerah terus berupaya menjalankan berbagai strategi penanggulangan kemiskinan, baik melalui pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat maupun penurunan kantong-kantong kemiskinan,” kata Mudyat.
Menurutnya, sejak 2023 pemerintah daerah melalui Dinas Sosial telah menyalurkan berbagai program bantuan, seperti BLT Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE), BLT Kemiskinan Daerah, bantuan permakanan bagi masyarakat terlantar, hingga bantuan alat bantu untuk penyandang disabilitas.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengurangi risiko kemiskinan ekstrem.
“Melalui bantuan ini diharapkan masyarakat dapat terbantu memenuhi kebutuhan pokoknya dan lebih fokus meningkatkan taraf hidup sehingga dapat terhindar dari kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial PPU, Ainie, menjelaskan penerima bantuan ditetapkan melalui proses verifikasi yang mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dari 743 usulan keluarga penerima yang diajukan desa dan kelurahan di seluruh wilayah PPU, sebanyak 407 keluarga ditetapkan sebagai penerima. Namun setelah proses penetapan, dua penerima meninggal dunia dan tercatat sebagai kepala keluarga tunggal sehingga jumlah penerima yang menerima bantuan berkurang menjadi 405 keluarga.
“Namun setelah penetapan terdapat dua KPM meninggal dunia dengan KK tunggal, sehingga jumlah penerima yang disalurkan menjadi 405 KPM,” jelas Ainie.
Berdasarkan data Dinas Sosial, penerima bantuan tersebar di empat kecamatan, yakni 274 KPM di Kecamatan Penajam, 36 KPM di Kecamatan Waru, 54 KPM di Kecamatan Sepaku, dan 41 KPM di Kecamatan Babulu.
Selain itu, sebanyak 191 penerima telah memiliki rekening Bankaltimtara, sementara 214 penerima lainnya difasilitasi pembukaan rekening baru melalui jaringan kantor Bankaltimtara di masing-masing kecamatan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kemiskinan di Kabupaten PPU terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tingkat kemiskinan tercatat 6,97 persen atau 11.190 jiwa. Angka tersebut turun menjadi 6,69 persen pada 2024 dan kembali menurun menjadi 5,78 persen atau 9.340 jiwa pada 2025.
Penyaluran BLT Kemiskinan Daerah menjadi salah satu program yang diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka kemiskinan di Kabupaten PPU.
[UHD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
