Dailykaltim.co, Samarinda – Tiga karya budaya khas Samarinda resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) Tahun 2025. Amplang Samarinda, Amparan Tatak, dan Bubur Peca’ masuk dalam daftar penetapan yang diumumkan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menandai pengakuan nasional terhadap kekayaan budaya lokal Samarinda.
Penetapan tersebut diumumkan dalam kegiatan Apresiasi Warisan Budaya Takbenda (AWBTB) Indonesia 2025 yang digelar pada 15 Desember 2025. Agenda nasional ini berlangsung di Gedung A, Ruang Plasa Insan Berprestasi, serta dirangkaikan dengan lokakarya dan pameran Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan sebanyak 514 warisan budaya takbenda baru sepanjang 2025. Dengan penambahan tersebut, total WBTbI Indonesia kini mencapai 2.727 objek. Penetapan ini dinilai tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelestarian budaya yang berkelanjutan serta memperkuat pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah pusat turut menyerahkan sertifikat penetapan WBTbI kepada sejumlah daerah, termasuk Provinsi Kalimantan Timur. Dari total 13 WBTbI yang ditetapkan untuk Kalimantan Timur pada 2025, Kota Samarinda menjadi satu-satunya daerah yang berhasil memperoleh tiga sertifikat penetapan sekaligus.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Barlin Hadi Kesuma, menyebut capaian ini memiliki arti penting bagi daerah. Ia menuturkan, Samarinda baru kembali memperoleh penetapan WBTbI setelah sembilan tahun, sejak Sarung Tenun Samarinda ditetapkan sebagai WBTbI pada 2016.
“Proses menuju penetapan ini sangat panjang, mulai dari inventarisasi karya budaya, penyusunan kajian akademik, hingga pembuatan video pendukung. Persiapan sudah dilakukan sekitar satu tahun sebelumnya dengan dukungan komunitas, masyarakat, dan Pemkot Samarinda. Alhamdulillah, tiga usulan kita berhasil ditetapkan, meski satu usulan yakni Kapal Tambangan masih tertunda dan akan kembali diajukan tahun depan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian AWBTB Indonesia 2025, Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda turut menampilkan Amplang Samarinda dalam Pameran Kuliner Nusantara. Partisipasi ini menarik perhatian Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI I Made Dharma Suteja serta Inspektur Jenderal Kebudayaan Fryda Lucyana, yang secara langsung mengunjungi stan Samarinda.
Menurut Barlin, pihak kementerian memberikan apresiasi terhadap kehadiran Amplang Samarinda dalam pameran tersebut. Produk kuliner khas Samarinda itu dinilai menonjol dan menjadi salah satu stan yang paling banyak dikunjungi berkat cita rasa serta teksturnya yang khas.
Ke depan, upaya pencatatan karya budaya lokal di tingkat nasional akan terus diperkuat. Selain itu, karya budaya yang telah berstatus WBTbI, seperti Sarung Tenun Samarinda, juga didorong untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO, mengikuti jejak batik, kebaya, dan pencak silat.
Penetapan tiga Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2025 ini menjadi langkah penting dalam pelestarian dan penguatan identitas budaya Samarinda, sekaligus menempatkan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari mozaik kebudayaan nasional.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
