Dailykaltim.co, Penajam – Musim kemarau mulai menambah tekanan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Selain munculnya risiko gagal panen, pemerintah daerah juga mewaspadai dampaknya terhadap ketersediaan dan harga pangan di pasar.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab PPU, Hadi Saputro, mengatakan kondisi minimnya curah hujan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani.
“Sehingga daya beli masyarakat itu, apalagi sekarang di kondisi yang tidak terdapat hari hujan. Ini juga berpengaruh secara ekonomi? Sangat, terlebih kasihan petani,” kata Hadi.
Menurutnya, tanaman yang sudah mendekati masa panen sekalipun tetap menghadapi risiko apabila kondisi kekeringan terus berlangsung.
“Petani kita itu sekarang, ya, bisa dikatakan kasihan. Yang sudah mau panen bisa gagal panen,” ujarnya.
Sebagian petani, terutama di wilayah Babulu, menurut Hadi, telah memiliki sumur bor yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian ketika hujan tidak turun. Namun, fasilitas tersebut belum dimiliki seluruh petani.
“Bisa, tapi kan masih ada tersedia sumur-sumur bor di Babulu. Itu tersedia sumur-sumur bor untuk pertanian, ya. Rata-rata sebagian ada yang punya sumur, tapi kan banyak yang tidak,” jelasnya.
Tekanan terhadap sektor produksi bersamaan dengan tingginya harga sejumlah komoditas pangan. Hadi mencontohkan harga cabai merah yang berdasarkan informasi yang diperolehnya dari pedagang telah mencapai Rp95 ribu.
“Kemarin saya tanya-tanya sama tukang sayur, Rp95.000 cabai merah. Itu kan tinggi banget itu. Padahal kan kita juga penghasil cabai, ya,” katanya.
Meski menjadi salah satu daerah penghasil, produksi cabai PPU tidak seluruhnya beredar di pasar lokal. Sebagian hasil produksi juga dipasarkan ke luar daerah.
“Tapi gini, cabai kita itu kan tidak hanya dipasarkan di PPU,” ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab PPU mulai menyusun langkah pengendalian harga dengan memetakan rantai pangan secara lebih terukur. Pemerintah ingin mengetahui produksi, jadwal tanam hingga perkiraan panen untuk mendapatkan gambaran neraca pangan daerah.
“Ini kemarin kita sudah rapatkan dengan dinas terkait bagaimana pengendalian harga. Kita mulai dari rencana produksi sampai rencana tanam, rencana panen berapa, harian, mingguan,” kata Hadi.
“Ini kita mau pantau sehingga kita tahu sebenarnya berapa sih neraca pangan kita itu. Nah, ini bisa pantau setiap pasar,” sambungnya.
Menurut Hadi, tahapan tersebut mulai dijalankan. Koordinasi sementara dilakukan di tingkat pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) hingga petugas penyuluh.
“Ini sedang kita jalankan, tapi tahapan ini baru di tataran pimpinan OPD sampai di teman-teman penyuluh,” ujarnya.
Tahap selanjutnya akan memperluas koordinasi dengan pelaku dalam rantai distribusi pangan. Pemerintah berencana melibatkan pemasok sembako, sayur-mayur hingga distributor.
“Nah, ini berikutnya nanti kita ke teman-teman para penyuplai sembako dan juga sayur-mayur atau distributor,” katanya.
Hadi menilai seluruh pihak perlu memiliki pemahaman yang sama dalam menjaga keseimbangan harga. Pemerintah menghadapi dua kepentingan yang harus dijaga sekaligus, yakni biaya produksi yang dikeluarkan petani dan kemampuan konsumen membeli kebutuhan pangan.
“Ini harus kita samakan, satu visi, satu bahasa. Sehingga, ya, memang serba salah. Petani mengeluarkan biaya cost untuk tanam,” ujarnya.
Di satu sisi, petani membutuhkan harga jual yang dapat menutup biaya produksi. Namun, di sisi lain masyarakat menginginkan harga kebutuhan pangan tetap terjangkau.
“Tetapi dari sisi konsumen dia juga enggak mau harganya mahal. Tapi bagaimana kita bisa tata kelola ini bisa disamakan. Tidak rugi petani. Petaninya tidak terlalu berat bagi konsumen. Ini yang sedang kita upayakan,” jelasnya.
Saat ini, koordinasi pengendalian tersebut masih berada pada tahap awal dengan melibatkan perangkat daerah dan asosiasi pedagang.
“Tapi ini tahapan baru kita koordinasi di tataran SKPD dan juga asosiasi pedagang,” pungkas Hadi.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
