Dailykaltim.co – Menjelang Idulfitri, banyak orang mulai menyiapkan berbagai kue kering untuk disajikan kepada keluarga dan tamu. Dalam proses pembuatannya, dua bahan yang paling sering digunakan adalah butter dan margarin. Meski sama-sama mengandung lemak yang membantu mengurangi pembentukan gluten pada adonan, keduanya menghasilkan aroma, rasa, dan tekstur kue yang berbeda.
Lemak pada butter maupun margarin berfungsi membuat kue kering menjadi lebih renyah dan tidak keras. Namun, pilihan bahan ini dapat memengaruhi kualitas rasa serta karakter kue yang dihasilkan.
Butter dari Susu Sapi, Margarin dari Lemak Nabati
Perbedaan paling mendasar antara butter dan margarin terletak pada bahan pembuatnya. Butter, atau mentega, dibuat dari lemak hewani yang berasal dari krim susu sapi. Karena berasal dari susu, butter memiliki aroma yang harum, creamy, dan memberikan cita rasa yang lebih kaya pada kue.
Butter juga memiliki titik leleh yang relatif rendah sehingga mudah meleleh pada suhu ruang. Karakter ini turut memengaruhi tekstur kue yang menjadi lebih lembut.
Di sisi lain, margarin dibuat dari lemak nabati atau minyak tumbuh-tumbuhan yang diproses melalui hidrogenasi. Warnanya biasanya lebih kuning cerah dibandingkan butter. Meski aromanya tidak seharum butter, margarin lebih stabil pada suhu ruang sehingga sering dipilih dalam proses pembuatan kue dalam jumlah besar.
Perbedaan Aroma pada Kue
Penggunaan butter pada kue kering menghasilkan aroma susu yang lembut dan menggoda. Wangi yang muncul terasa gurih, creamy, dan memiliki sentuhan manis alami khas susu sapi. Karena itu, kue berbahan butter sering dianggap memiliki rasa yang lebih premium.
Sementara itu, kue yang menggunakan margarin cenderung memiliki aroma gurih yang lebih netral. Beberapa produk margarin juga diberi tambahan perisa sehingga dapat menghasilkan aroma mentega atau bahkan wangi buah.
Perbedaan Tekstur Kue
Selain aroma, butter dan margarin juga memberikan tekstur yang berbeda pada kue kering. Kue yang menggunakan butter biasanya memiliki tekstur lebih lembut dan mudah lumer di mulut. Saat digigit, kue terasa halus dan cepat hancur.
Sebaliknya, kue berbahan margarin cenderung lebih renyah dan kokoh. Struktur kuenya lebih padat sehingga tidak mudah rapuh.
Menjelang Lebaran, memahami perbedaan kedua bahan ini dapat membantu pembuat kue menentukan pilihan sesuai hasil yang diinginkan. Bahkan, sebagian orang memilih mengombinasikan butter dan margarin untuk mendapatkan keseimbangan antara aroma yang harum dan tekstur kue yang renyah.
[UH
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
