Dailykaltim.co – Indonesia dan India memperkuat kerja sama pelestarian warisan budaya dunia melalui program konservasi dan restorasi Kompleks Candi Perwara Prambanan. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga situs Warisan Dunia UNESCO sekaligus mempererat hubungan kebudayaan kedua negara yang telah terjalin selama berabad-abad.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Kompleks Candi Prambanan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda tersebut.
Kerja sama yang diberi nama Indonesia–India Collaborative Culture Heritage Conservation itu merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent for the Conservation and Restoration of Prambanan Temple Complex yang menjadi bagian dari penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia dan India.
Program konservasi akan dijalankan selama 10 tahun oleh Indonesian Heritage Agency bersama Archaeological Survey of India (ASI). Kedua pihak akan mengedepankan pendekatan ilmiah, pertukaran keahlian, serta pemanfaatan teknologi modern dalam proses pelestarian kawasan cagar budaya tersebut.
Pada tahap awal, proyek akan difokuskan pada pemugaran 54 Candi Perwara di kuadran timur laut Kompleks Candi Prambanan. Kawasan tersebut dipilih sebagai proyek percontohan sebelum program diperluas ke bagian lain kompleks candi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Prambanan memiliki posisi penting sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu mahakarya arsitektur Hindu di Asia Tenggara.
Menurutnya, keberadaan relief Ramayana dan Krishnayana mencerminkan hubungan panjang antara Nusantara dan India yang telah berlangsung selama berabad-abad melalui pertukaran budaya, pengetahuan, dan seni.
“Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu mahakarya arsitektur Hindu di Asia Tenggara. Relief Ramayana dan Krishnayana menjadi bukti nyata bahwa hubungan Nusantara dan India telah terjalin selama berabad-abad,” ujar Menbud.
Fadli menjelaskan, salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah pemugaran 224 Candi Perwara yang mengelilingi tiga candi utama Prambanan. Hingga saat ini, baru enam candi yang berhasil dipugar secara utuh, sementara ratusan lainnya masih berada dalam kondisi reruntuhan.
Proses pemugaran dinilai cukup kompleks karena ribuan batu andesit asli masih tersebar di berbagai titik kawasan. Sebagian batu bercampur dengan struktur bangunan lain, sementara sebagian lainnya sudah tidak ditemukan. Selain itu, keterbatasan dokumentasi masa lalu membuat proses anastilosis atau penyusunan kembali struktur candi harus dilakukan melalui penelitian arkeologi yang mendalam.
Untuk mendukung proses tersebut, tim konservasi akan memanfaatkan berbagai teknologi, mulai dari pemetaan digital berbasis LiDAR, fotogrametri, kajian struktur bangunan, analisis hidrologi dan geoteknik, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu rekonstruksi digital dan analisis teknis.
“Kami berharap momentum kunjungan ini mempercepat realisasi pemugaran dengan tetap menjaga standar ilmiah, keaslian, dan integritas Prambanan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO,” kata Fadli Zon.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Narendra Modi juga meninjau langsung kawasan Candi Perwara yang akan menjadi lokasi awal pelaksanaan proyek konservasi.
Presiden Prabowo menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia dan India yang tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi dan politik, tetapi juga pelestarian warisan budaya.
“Semoga persahabatan Indonesia dan India semakin kokoh, semakin erat, dan terus menghasilkan kerja sama yang nyata serta saling menguntungkan bagi kedua negara dan rakyatnya,” ujar Presiden.
Sementara itu, Narendra Modi menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Indonesia dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya dunia. Ia berharap proyek konservasi Prambanan dapat menjadi simbol persahabatan yang semakin mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
Selain berfokus pada pelestarian fisik bangunan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat peran Prambanan sebagai living heritage atau warisan budaya yang tetap hidup melalui pendidikan, kegiatan kebudayaan, pariwisata, serta pengembangan ekonomi kreatif.
Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia dan India berharap pelestarian Prambanan tidak hanya menjaga nilai sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran lintas peradaban bagi generasi mendatang.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
