Buah yang memiliki nama ilmiah Phoenix dactylifera ini kemudian menyebar luas ke wilayah Mesir, Afrika Utara, hingga Asia Selatan. Hingga kini kurma tetap menjadi komoditas penting di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, bahkan menjadi bagian dari budaya pangan masyarakat di daerah kering dan gurun.
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mencatat jumlah pohon kurma di dunia mencapai sekitar 90 juta hingga 100 juta batang. Produksi globalnya diperkirakan berada di kisaran 9–10 juta ton per tahun.
Negara-negara seperti Mesir, Arab Saudi, Iran, dan Aljazair tercatat sebagai produsen utama kurma dunia.
Ratusan Varietas Kurma
Kurma dikenal memiliki ratusan varietas yang berkembang selama ribuan tahun budidaya. Para ahli menyebut jumlah kultivar kurma dapat mencapai lebih dari 600 jenis.
Perbedaan varietas biasanya terlihat dari ukuran buah, warna, kadar air, serta teksturnya. Secara umum, kurma dibagi menjadi tiga kategori utama.
Pertama, kurma lunak seperti Medjool atau Sukari yang terkenal sangat manis dan lembut. Kedua, kurma semi-kering seperti Deglet Noor yang sering digunakan untuk campuran makanan. Ketiga, kurma kering yang lebih kecil dan memiliki daya simpan lebih lama.
Selain varietas, tingkat kematangan juga memengaruhi rasa kurma. Buah ini melalui beberapa fase pematangan, mulai dari Khalal, Rutab hingga Tamar. Pada fase Tamar, kadar air berkurang sehingga rasa manisnya menjadi lebih pekat.
Sumber Energi Alami
Kurma dikenal sebagai makanan padat energi. Dalam 100 gram kurma terkandung sekitar 280 kilokalori dengan kandungan karbohidrat sekitar 75 gram.
Sebagian besar karbohidrat tersebut berasal dari gula alami seperti glukosa dan fruktosa, yang membuat kurma cepat memberikan energi bagi tubuh.
Selain itu, kurma juga mengandung serat, kalium, magnesium, serta sejumlah vitamin B kompleks. Kandungan mineral ini berperan dalam menjaga fungsi saraf, otot, serta keseimbangan tekanan darah.
Tidak hanya itu, kurma juga mengandung senyawa antioksidan seperti polifenol yang membantu tubuh melawan stres oksidatif.
Tetap Perlu Porsi
Meski memiliki nilai gizi yang baik, kurma tetap tergolong makanan manis. Oleh karena itu, konsumsi kurma tetap perlu memperhatikan porsi.
Bagi orang sehat, dua hingga tiga butir kurma umumnya cukup sebagai camilan atau pembuka makan. Sementara bagi penderita diabetes atau gangguan metabolik, kurma tetap dapat dikonsumsi, tetapi perlu dihitung sebagai bagian dari asupan karbohidrat harian.
Mengombinasikan kurma dengan makanan berprotein atau lemak sehat seperti kacang atau yoghurt dapat membantu memperlambat lonjakan gula darah.
Dengan pendekatan yang tepat, kurma dapat menjadi pilihan camilan sehat yang memadukan energi, serat, mineral, dan antioksidan dalam satu buah kecil.
[UHD]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
