Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Kayu Bertumpuk dan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman Karhutla di PPU

01/09/2026 3:19 PM

Musim Kemarau Pengaruhi Perikanan Budidaya, Diskan PPU Imbau Tahan Tebar Benih

01/09/2026 3:14 PM

Perkim PPU Dikaji Naik Tipologi, Dua Bidang Dinilai Tak Lagi Ideal

01/09/2026 2:54 PM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Kayu Bertumpuk dan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman Karhutla di PPU
  • Musim Kemarau Pengaruhi Perikanan Budidaya, Diskan PPU Imbau Tahan Tebar Benih
  • Perkim PPU Dikaji Naik Tipologi, Dua Bidang Dinilai Tak Lagi Ideal
  • Perairan Nenang Dangkal, Dishub PPU Tunggu Penlok dan Survei Kelayakan Pelabuhan
  • BPBD PPU Waspadai Karhutla saat Kemarau, Sumber Air dan Lahan Gambut Jadi Perhatian
  • Wilayah PPU Berubah akibat IKN, Pemkab Didorong Segera Tata Ulang Kecamatan
  • RSUD RAPB Punya CT Scan Baru, Pasien Stroke Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Rumah Sakit Lain
  • Diskan PPU Sebut Tangkapan Nelayan Tak Turun Drastis saat Musim Selatan
  • PPU Usulkan Dua Desa Jadi Sentra Budidaya Tematik Nila dan Lele
  • Pelabuhan Penajam Beralih ke Pemprov, Retribusi Rp120 Juta per Tahun Tak Lagi Masuk Pemkab PPU
  • Anggaran BPBD PPU Terbatas, Dana BTT Diusulkan untuk Dukung Penanganan Bencana
  • BPBD PPU Siapkan Dukungan Kesehatan untuk Jaga Stamina Petugas Karhutla
  • Minim Sumber Air Jadi Kendala Pemadaman Karhutla di PPU
  • BPBD PPU Tekankan Dukungan Penuh untuk Petugas Karhutla di Lapangan
  • Mobil Tangki Jadi Kunci Pemadaman Karhutla di Lokasi Minim Air
  • BPJS Pekerja Rentan Sawit Dialihkan ke Disnaker, 1.485 Peserta Terverifikasi
  • Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman
  • Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan
  • Pemkab PPU Kawal Usulan Infrastruktur Sekolah hingga Layanan SLB
  • Ingin Melesat di Kolam? Coba Latihan Hand Paddle
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Pariwara

Musim Kemarau Pengaruhi Perikanan Budidaya, Diskan PPU Imbau Tahan Tebar Benih

Redaksi Daily Kaltim01/09/2026 3:14 PM185 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar Mulyadi. (Dok. Dailykaltim.co)

Dailykaltim.co, Penajam – Musim kemarau mulai menjadi perhatian Dinas Perikanan (Diskan) Penajam Paser Utara (PPU) terhadap aktivitas perikanan budidaya. Kondisi air yang menurun dan kualitas lingkungan kolam yang lebih sulit dikendalikan dinilai dapat memengaruhi keberlangsungan usaha pembudidaya, terutama pada kolam tanah.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar Mulyadi, mengatakan dampak kemarau paling rawan dirasakan pembudidaya yang menggunakan kolam tanah. Jenis kolam tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air dan kondisi alami di sekitar lokasi budidaya.

“Kalau kemarau jelas pengaruh, apalagi kolam tanah, ya. Kolam tanah itu sangat riskan sekali dalam kondisi kemarau,” ujar Musakkar.

Menurutnya, risiko pada kolam tanah perlu diantisipasi sejak awal. Saat musim kemarau, volume air dapat menyusut, suhu kolam lebih mudah berubah, dan kualitas air menjadi lebih sulit dijaga. Kondisi itu dapat berdampak pada pertumbuhan ikan hingga meningkatkan risiko kematian jika tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, Diskan PPU telah mengambil langkah antisipatif sebelum musim kemarau benar-benar masuk. Imbauan disampaikan kepada pembudidaya agar mereka menyesuaikan pola usaha dengan kondisi cuaca.

“Makanya kita sebelum kemarau masuk, masih tahap-tahap awal peralihan itu, kita sudah ada memberikan surat menyampaikan imbauan,” katanya.

Musakkar menjelaskan, penyampaian imbauan juga dilakukan melalui grup kelompok pembudidaya. Saluran komunikasi tersebut digunakan agar informasi cepat diterima oleh pelaku usaha budidaya di lapangan.

“Kita kan ada grup kelompok, itu kita sampaikan ke pembudidaya untuk mengantisipasi tidak melakukan penebaran benih di musim kemarau ini dan segera melakukan panen jika sudah memasuki masa siap panennya,” jelasnya.

Imbauan untuk menahan penebaran benih dinilai penting karena fase awal pemeliharaan ikan membutuhkan kondisi air yang stabil. Jika benih ditebar saat ketersediaan air menurun, pembudidaya berisiko menghadapi masalah pada pertumbuhan ikan maupun tingkat kelangsungan hidupnya.

Selain itu, Diskan PPU juga meminta pembudidaya segera melakukan panen apabila ikan sudah memasuki ukuran siap panen. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban kolam dan mencegah kerugian akibat kualitas air yang semakin menurun selama kemarau.

Musakkar mengatakan, pembudidaya yang tetap menjalankan usaha pada musim kemarau perlu menyesuaikan kepadatan ikan di kolam. Salah satu langkah yang dapat dilakukan yakni mengurangi jumlah benih yang ditebar.

“Iya, mereka kan juga sudah melanjutkan usahanya kan. Di dalam posisi kemarau, ya jangan melakukan penebaran benih yang terlalu banyak, mengurangi padat tebar,” ujarnya.

Pengurangan padat tebar menjadi salah satu strategi agar ikan tidak terlalu padat dalam satu kolam. Dengan kepadatan yang lebih rendah, kebutuhan oksigen dan kualitas air dapat lebih mudah dikendalikan.

Menurut Musakkar, pembudidaya perlu membaca kondisi kolam masing-masing. Jika sumber air terbatas, penebaran benih dalam jumlah besar justru dapat memperbesar risiko kegagalan budidaya.

Sementara itu, untuk pembudidaya yang menggunakan kolam terpal, pengelolaan kualitas air menjadi perhatian utama. Kolam terpal dinilai lebih memungkinkan untuk dikontrol, tetapi tetap membutuhkan pengawasan rutin selama kemarau.

“Nah, kalau untuk yang kolam terpal itu, ya dimaksimalkan untuk bisa mengatur kualitas airnya,” tutup Musakkar.

[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]

*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.

Follow on Google News

Related Posts

Pariwara

Kayu Bertumpuk dan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman Karhutla di PPU

01/09/2026 3:19 PM
Pariwara

Perairan Nenang Dangkal, Dishub PPU Tunggu Penlok dan Survei Kelayakan Pelabuhan

01/09/2026 2:50 PM
Pariwara

BPBD PPU Waspadai Karhutla saat Kemarau, Sumber Air dan Lahan Gambut Jadi Perhatian

01/09/2026 5:02 AM
Pariwara

RSUD RAPB Punya CT Scan Baru, Pasien Stroke Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Rumah Sakit Lain

31/08/2026 2:01 PM
Pariwara

Diskan PPU Sebut Tangkapan Nelayan Tak Turun Drastis saat Musim Selatan

31/08/2026 9:38 AM
Pariwara

PPU Usulkan Dua Desa Jadi Sentra Budidaya Tematik Nila dan Lele

31/08/2026 9:34 AM
Iklan
Demo
Trending

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

29/08/2026 7:04 AM

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

28/08/2026 12:13 PM

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM

Gen Z Mengubah Cara Belanja, Pengalaman Kini Lebih Penting daripada Kepemilikan

27/08/2026 2:33 PM

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Diduga Terima Rp3,25 Miliar

27/08/2026 8:17 AM
Terbaru
Pariwara

Kayu Bertumpuk dan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman Karhutla di PPU

By Redaksi Daily Kaltim01/09/2026 3:19 PM

Dailykaltim.co, Penajam – BPBD Penajam Paser Utara (PPU) menyebut karakter material yang terbakar menjadi salah…

Musim Kemarau Pengaruhi Perikanan Budidaya, Diskan PPU Imbau Tahan Tebar Benih

01/09/2026 3:14 PM

Perkim PPU Dikaji Naik Tipologi, Dua Bidang Dinilai Tak Lagi Ideal

01/09/2026 2:54 PM

Perairan Nenang Dangkal, Dishub PPU Tunggu Penlok dan Survei Kelayakan Pelabuhan

01/09/2026 2:50 PM

BPBD PPU Waspadai Karhutla saat Kemarau, Sumber Air dan Lahan Gambut Jadi Perhatian

01/09/2026 5:02 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

KPU Bontang Catat 6 Petugas Pemilu Jatuh Sakit karena Kelelahan

22/02/2024 10:33 AM

Pemkab Kubar Dorong Warga Bongan Manfaatkan Lahan Kosong untuk Tingkatkan Kesejahteraan

05/10/2024 3:35 AM

Pemkab Kubar Kirimkan Bantuan Starlink dan Infocus ke Sekolah Blankspot

12/11/2024 12:48 AM
TERBARU

Kayu Bertumpuk dan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman Karhutla di PPU

01/09/2026 3:19 PM

Musim Kemarau Pengaruhi Perikanan Budidaya, Diskan PPU Imbau Tahan Tebar Benih

01/09/2026 3:14 PM

Perkim PPU Dikaji Naik Tipologi, Dua Bidang Dinilai Tak Lagi Ideal

01/09/2026 2:54 PM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version