Dailykaltim.co, Penajam – Musim kemarau belum memberi dampak besar terhadap hasil produksi perikanan budidaya di Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Perikanan (Diskan) PPU menyebut, sebagian pembudidaya justru memasuki masa panen pada awal kemarau karena siklus budidaya sudah berjalan sejak beberapa bulan sebelumnya.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar Mulyadi, mengatakan kondisi produksi masih relatif aman. Sebab, banyak pembudidaya yang sudah menebar benih jauh sebelum musim kemarau masuk.
“Hasil produksi, kemarin kebetulan di awal kemarau ini mereka rata-rata banyak panen, bertepatan dengan masa panennya,” ujar Musakkar.
Menurutnya, panen yang terjadi pada awal kemarau merupakan hasil dari proses budidaya yang telah dimulai beberapa bulan sebelumnya. Karena itu, dampak kemarau terhadap produksi belum terlalu terasa pada siklus panen kali ini.
Ia mencontohkan pembudidaya di wilayah Sebakung yang sudah banyak melakukan panen pada Juli. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa produksi ikan budidaya masih berjalan, meski daerah mulai memasuki periode kemarau.
“Seperti di Sebakung kemarin banyak panen. Di bulan Juli kemarin itu, sudah pada panen mereka,” katanya.
Musakkar menjelaskan, pengaruh kemarau terhadap hasil produksi tidak terlalu besar apabila ikan sudah berada dalam masa pemeliharaan akhir atau siap panen. Risiko lebih besar justru muncul ketika pembudidaya memulai penebaran benih baru pada kondisi air yang tidak stabil.
“Tidak terlalu pengaruh, ya, karena budidayanya sudah sejak berbulan-bulan lalu sudah jalan, ya. Cuma kita menyampaikan jangan melakukan penebaran awal lagi saat kondisi seperti ini,” jelasnya.
Karena itu, Diskan PPU lebih menekankan langkah antisipasi untuk siklus budidaya berikutnya. Pembudidaya diminta tidak memaksakan penebaran benih baru selama musim kemarau, terutama jika ketersediaan air di kolam mulai berkurang.
Menurut Musakkar, fase awal budidaya membutuhkan kondisi air yang lebih stabil. Jika benih ditebar saat musim kemarau, pembudidaya berpotensi menghadapi risiko pertumbuhan ikan tidak optimal, kualitas air menurun, hingga kematian benih.
Imbauan tersebut tidak hanya berlaku bagi pembudidaya air tawar. Diskan PPU juga menyampaikan pesan yang sama kepada pembudidaya air payau agar lebih berhati-hati dalam mengatur siklus usaha.
“Nah, nanti pas mungkin musim penghujan silakan melakukan penebaran lagi. Semua kita imbau, bukan di air tawar saja, pembudidaya di air payau pun, ya, kita menyampaikan itu,” pungkasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
