Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan usulan pengadaan 400 rambu lalu lintas untuk dipasang di titik-titik rawan se-Kabupaten PPU. Namun, realisasi program tersebut masih menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, mengatakan usulan pengadaan rambu lalu lintas sebenarnya sudah disiapkan. Hanya saja, pelaksanaannya tetap bergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah daerah.
“Memang kan usulan kita sudah ada, tetapi kan nanti tergantung dari ketersediaan anggaran kita,” ujar Agus.
Menurut Agus, Dishub PPU tetap akan menjalankan program tersebut apabila anggaran tersedia. Namun, jika kondisi keuangan belum memungkinkan, pengadaan rambu akan ditunda sementara hingga situasi fiskal daerah kembali stabil.
“Kalau anggaran kita tersedia ya kita jalankan, kalau tidak ya kita stop dulu menunggu hingga keuangan daerah normal,” katanya.
Agus menyebut, kondisi keuangan saat ini membuat sejumlah kegiatan fisik perlu disesuaikan. Program yang belum terlalu mendesak kemungkinan akan ditunda agar penggunaan anggaran tetap mengikuti skala prioritas.
“Sekarang ini kan kondisi keuangan negara sampai ke daerah sedang terseok-seok, maka kegiatan-kegiatan yang sifatnya fisik dan tidak terlalu urgent itu akan kita tunda sementara,” jelasnya.
Meski begitu, Dishub PPU tetap memetakan kebutuhan rambu lalu lintas di lapangan. Dari total 400 rambu yang diusulkan, pemasangan akan dibagi ke empat kecamatan di PPU.
Agus mengatakan, Kecamatan Penajam menjadi wilayah yang paling mendesak untuk mendapat perhatian. Sebab, aktivitas lalu lintas di wilayah tersebut lebih padat dibandingkan kecamatan lain.
“Dari total empat ratus ini dibagi di empat kecamatan, tetapi yang paling urgent sebenarnya di Kecamatan Penajam karena memang kondisinya padat lalu lintas,” ujarnya.
Rambu lalu lintas tersebut nantinya akan diprioritaskan pada lokasi yang dinilai rawan. Penempatan rambu diperlukan untuk membantu pengendara mengenali potensi bahaya, mengatur arus kendaraan, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Penempatan rambu ini nantinya di titik-titik rawan se-Kabupaten PPU,” kata Agus.
Dishub PPU berharap pengadaan rambu dapat terealisasi penuh. Dengan begitu, lebih banyak titik yang membutuhkan penguatan keselamatan lalu lintas dapat terpasang rambu sesuai kebutuhan.
“Kalau bisa itu terealisasi seratus persen supaya nanti bisa banyak tempat yang terpasang rambu-rambu,” jelasnya.
Agus menambahkan, prioritas pemasangan rambu akan diarahkan terlebih dahulu pada jalan kabupaten. Hal itu menyesuaikan kewenangan pemerintah daerah dalam pengelolaan infrastruktur dan perlengkapan jalan.
Namun, Dishub PPU tidak menutup kemungkinan rambu juga dipasang pada ruas yang terhubung dengan jalan nasional. Sebab, beberapa akses jalan kabupaten di PPU memiliki konektivitas langsung dengan jalan nasional.
“Yang kita utamakan memang jalan kabupaten dulu, tetapi itu tidak menutup kemungkinan kita pakai juga untuk jalan nasional karena beberapa jalan tembus jalan nasional,” katanya.
Menurut Agus, keberadaan rambu lalu lintas menjadi bagian penting dalam menekan potensi kecelakaan. Terutama pada titik rawan, kawasan padat kendaraan, persimpangan, dan jalur yang membutuhkan petunjuk atau peringatan bagi pengguna jalan.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
