Dailykaltim.co, Penajam – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka atau Perumda AMDT Penajam Paser Utara (PPU) mulai menghadapi tekanan serius akibat penyusutan air baku pada musim kemarau.Â
Debit air yang menjadi sumber produksi disebut telah turun hampir separuh, sementara kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih tetap tinggi.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengatakan penurunan air baku sudah cukup signifikan. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan produksi dan distribusi air ke pelanggan.
“Kita sudah turun sekarang tuh hampir-hampir mendekati 50 persen, ya, air kita yang turun,” ujar Rasyid saat ditemui awak media pada Senin, (31/8/2026) kemarin.Â
Menurut Rasyid, penurunan paling menjadi perhatian berada pada sistem induk Lawe-Lawe. Sumber air tersebut menjadi salah satu penopang utama layanan Perumda AMDT PPU, terutama untuk wilayah ibu kota kabupaten dan sekitarnya.
Ia menjelaskan, penurunan debit tidak hanya terlihat dari tinggi muka air, tetapi juga dari kemampuan produksi yang ikut menyusut. Dalam kondisi normal, kapasitas produksi berada pada angka yang lebih tinggi, namun saat ini telah berkurang cukup besar.
“Debitnya sekarang di Lawe-Lawe, sekarang penurunannya 160 cm dari 215 cm.
Nah, tapi 160 cm ini bukan 160 cm yang didistribusikan. Kapasitas produksi kita kan 140. Kalau 160 ini sekitar 80 L per detik. Jadi sudah hampir separuhnya berkurang,” jelasnya.
Penyusutan tersebut membuat Perumda AMDT PPU harus menyesuaikan pola pengolahan dan distribusi. Sebab, produksi air bersih sangat bergantung pada ketersediaan air baku yang masih bisa diolah.
Rasyid menyebut, tekanan terhadap sumber air semakin terasa karena kebutuhan masyarakat juga tetap tinggi. Di sisi lain, musim kemarau membuat pasokan air baku tidak cepat pulih.
“Cuma karena memang apa, kapasitas produksi kita ini tinggi, masyarakat juga demand-nya tinggi, ya airnya semakin berangsur-angsur habis,” katanya.
Kondisi ini membuat Perumda AMDT PPU harus berhati-hati dalam mengatur produksi. Jika air baku terus menyusut, distribusi kepada masyarakat tidak bisa dilakukan dengan pola normal seperti sebelumnya.
Meski demikian, Rasyid meminta masyarakat, khususnya di Kecamatan Penajam, tidak panik. Perumda AMDT PPU tetap berupaya mengalirkan air kepada pelanggan meski kapasitas distribusi harus dikurangi.
“Tapi untuk masyarakat enggak usah khawatir. Meskipun ada pengurangan kapasitas distribusi, tapi masyarakat enggak perlu khawatir untuk yang Kecamatan Penajam karena tetap akan ada air yang kita alirkan,” ujarnya.
Menurutnya, penyesuaian distribusi menjadi langkah yang perlu dilakukan agar air tetap bisa menjangkau pelanggan. Polanya bisa berubah dari distribusi penuh menjadi distribusi bergilir sesuai kondisi air baku dan kebutuhan wilayah.
Rasyid mengatakan, pihaknya sedang menyusun jadwal distribusi untuk sejumlah titik. Jadwal itu diperlukan agar pelayanan tetap berjalan meski pasokan air tidak lagi berada dalam kondisi ideal.
“Meskipun mungkin nanti dialirkan di sore hari atau mungkin di malam hari. Kita lagi ngatur schedule pembagiannya. Misalnya Petung itu tanggal berapa, hari apa, jam berapa, ini kita lagi kondisikan, gitu. Secara umum kita masih bisa mengalirkan ke masyarakat,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, pelanggan diharapkan dapat menyesuaikan penggunaan air. Masyarakat juga diminta menampung air saat distribusi berjalan agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Rasyid menegaskan, kondisi Lawe-Lawe menjadi perhatian utama karena berhubungan langsung dengan pasokan induk. Jika sumber air tersebut terus menurun, Perumda AMDT PPU harus mengoptimalkan sumber alternatif dan pengaturan distribusi.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
