Dailykaltim.co, Penajam – Dinas KUKM Perindag Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pemantauan harga bahan pokok setiap pagi. Pemantauan itu dilakukan untuk melihat perkembangan harga di lapangan, termasuk jika terjadi kenaikan yang berpotensi memengaruhi inflasi daerah.
Sekretaris Dinas KUKM Perindag PPU, Syamsul Adha, mengatakan pihaknya akan mengecek kembali penyebab kenaikan harga di lapangan. Data harga akan diminta dari bidang perdagangan sebagai dasar analisis.
“Kalau itu kita lihat kondisi di lapangan. Nanti kita cek lagi kenapa bisa ada kenaikan, inflasi seperti itu. Nanti saya minta datanya di bagian perdagangan,” ujar Syamsul.
Menurut Syamsul, pemantauan tidak hanya dilakukan pada satu komoditas. Dinas akan melihat perkembangan harga berbagai kebutuhan pokok yang berpengaruh terhadap masyarakat.
“Mungkin bukan hanya minyak. Kita juga akan melihat perkembangan kenaikan harga yang lain. Semaksimal mungkin selalu kita monitor,” katanya.
Pemantauan harga bahan pokok juga menjadi bagian dari sistem nasional. Kementerian Perdagangan memiliki Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok atau SP2KP yang berfungsi mengumpulkan dan melaporkan data harga serta stok atau pasokan bahan pokok secara harian.Â
Syamsul mengatakan, setiap ada data inflasi, Dinas KUKM Perindag PPU akan ikut memantau penyebabnya. Tim bidang perdagangan juga turun ke pasar untuk mengecek kondisi harga secara langsung.
“Setiap ada hasil atau data inflasi kita monitor. Teman-teman di bidang perdagangan juga selalu turun mengecek harga,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemantauan dilakukan setiap pagi. Data tersebut menjadi bahan untuk membaca perubahan harga dan menentukan langkah yang perlu dilakukan.
“Tiap pagi ada datanya. Tiap pagi ada tim yang turun mengecek data kenaikan harga bahan pokok,” ujarnya.
Kementerian Perdagangan juga menyebut pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan bersama pemerintah daerah melalui SP2KP untuk memastikan pasokan mencukupi dan harga tetap terkendali. Sistem itu mencakup ratusan titik pasar di kabupaten/kota.Â
Syamsul menyebut, setelah data diperoleh, pemerintah daerah akan menelusuri penyebab kenaikan. Dengan begitu, respons yang dilakukan tidak hanya berdasarkan gejala harga naik, tetapi juga melihat persoalan pasokan atau distribusi.
“Itu yang kami sikapi, kok bisa naik, ada apa? Persoalannya nanti kita coba cek lagi,” tandasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
