Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti masih terjadinya pencurian komponen Penerangan Jalan Umum atau PJU di sejumlah titik. Salah satu komponen yang kerap hilang adalah baterai PJU, sehingga lampu yang sebelumnya menyala kembali padam dan mengganggu penerangan jalan.
Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, mengatakan pengawasan terhadap fasilitas umum tidak cukup hanya dilakukan pemerintah. Masyarakat juga diminta ikut menjaga karena PJU dibangun untuk kepentingan bersama.
“Bukan di lalu lintas saja. Kalau anggaran tersedia, di titik-titik PJU misalnya kita pasang juga CCTV,” ujar Agus.
Menurut Agus, pemasangan CCTV tidak hanya dibutuhkan untuk pemantauan lalu lintas di titik Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau traffic light. Pengawasan serupa juga dibutuhkan pada fasilitas PJU, terutama di titik yang rawan kehilangan komponen.
“Sekarang di PJU kita kadang-kadang banyak yang hilang baterainya,” katanya.
Ia menyayangkan masih adanya pihak yang mengambil komponen PJU. Padahal, fasilitas tersebut dipasang untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya pada malam hari.
“Banyak yang nakal, padahal ini untuk kepentingan masyarakat, untuk PPU terang. Tetapi ada saja masyarakat yang tidak peduli lingkungannya,” jelasnya.
Agus mengatakan, pencurian baterai PJU sering baru diketahui setelah lampu tidak lagi menyala. Dari hasil pengecekan, penyebab padamnya lampu bukan semata-mata kerusakan teknis, melainkan hilangnya baterai pada fasilitas tersebut.
“Ini kemarin hidup, sekarang sudah tidak hidup. Apa sebabnya? Ternyata terjadi kehilangan baterai,” ujarnya.
Dishub PPU menilai kejadian seperti ini merugikan masyarakat. PJU yang padam dapat mengurangi visibilitas pengendara, menurunkan kenyamanan warga, dan berpotensi menimbulkan kerawanan di titik tertentu.
Agus menegaskan, pemerintah daerah melalui Dishub berupaya menyediakan fasilitas penerangan jalan untuk kepentingan publik. Namun, fasilitas itu tidak akan optimal jika tidak dijaga bersama.
“Kita dari Dishub mengadakan fasilitas untuk kepentingan seperti itu,” katanya.
Karena itu, Dishub PPU meminta masyarakat ikut mengawasi keberadaan PJU di wilayah masing-masing. Jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas penerangan jalan, warga diharapkan segera melapor kepada pihak terkait.
“Kita minta kepada seluruh warga untuk mengawasi bersama-sama, karena ini bukan cuma milik pemerintah, dalam hal ini Dishub, tetapi milik kita bersama, seluruh masyarakat Penajam Paser Utara,” tandasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
