Dailykaltim.co, Penajam – Dinas KUKM Perindag Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan rencana penyediaan website informasi harga pasar. Ke depan, masyarakat diharapkan dapat mengakses data harga kebutuhan pokok secara lebih terbuka dan terkini.
Sekretaris Dinas KUKM Perindag PPU, Syamsul Adha, mengatakan pemerintah daerah akan melakukan berbagai cara untuk menekan potensi inflasi. Salah satunya dengan memperkuat transparansi informasi harga.
“Ke depan, skenario apa pun yang membuat kita tidak mengalami inflasi akan kita lakukan. Semua yang bisa kita lakukan, kita lakukan,” ujar Syamsul.
Menurut Syamsul, website tersebut nantinya dapat digunakan masyarakat untuk melihat pergerakan harga pasar. Data harga akan diperbarui agar publik mengetahui kondisi harga secara lebih cepat.
“Ke depan nanti ada website yang bisa diakses semuanya untuk melihat harga pasar secara bergerak atau terkini. Itu kita lakukan terus,” katanya.
Rencana tersebut sejalan dengan praktik pengelolaan data harga secara nasional. Portal Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan memuat informasi harga bahan pokok yang terhubung dengan SP2KP, yakni data hasil survei pasar dari kabupaten/kota.Â
Syamsul menjelaskan, tim bidang perdagangan Dinas KUKM Perindag PPU saat ini sudah turun setiap pagi untuk mengecek harga bahan pokok. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar pembaruan informasi di website.
“Yang jelas, di dinas kita tim bidang perdagangan tiap pagi turun mengecek harga kebutuhan pokok,” jelasnya.
“Makanya nanti di-update, datanya bisa diakses,” lanjutnya.
Namun, saat ini data harga pasar di PPU belum dapat diperbarui melalui website. Data masih disimpan secara manual di bidang perdagangan dan digunakan sebagai bahan rapat inflasi.
“Saat ini masih belum bisa kita update di website. Masih secara manual, ada di bidang perdagangan, sebagai laporan untuk rapat inflasi setiap hari Senin,” ujarnya.
Kemendag juga memiliki Sistem Informasi Sarana Perdagangan yang menampilkan sebaran pasar serta informasi harga bahan pokok, termasuk data SP2KP yang diolah untuk kebutuhan pemantauan harga.Â
Syamsul menyebut, sebelum website tersedia, masyarakat yang membutuhkan data harga masih dapat datang langsung ke bidang perdagangan.
“Nanti ke depan juga akan seperti itu. Kalau misalnya ada orang datang, datanya masih ada di bidang perdagangan,” pungkasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
