Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) mengatur pembagian bahan bakar minyak atau BBM untuk petani secara proporsional. Langkah itu dilakukan agar petani yang sudah antre pada hari penyaluran tetap mendapat bagian.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Distan PPU, Mahfud, mengatakan penyaluran BBM untuk petani biasanya dilakukan pada Senin dan Kamis. Namun, dalam praktiknya, petani yang berada di antrean belakang kerap tidak mendapat BBM.
“Penyaluran biasanya Senin dan Kamis. Keluhannya, kadang sudah antre tetapi yang di belakang tidak dapat,” ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, Distan PPU kemudian mencoba mengatur pembagian berdasarkan jumlah BBM yang tersedia, jumlah petani yang antre, serta kebutuhan yang diajukan. Dengan cara itu, seluruh petani yang datang pada hari penyaluran bisa memperoleh bagian.
“Sekitar dua bulan kemarin saya membagi secara proporsional: berapa yang mau disalurkan, berapa orang yang antre, dan berapa yang diminta. Akhirnya delapan ton itu harus bisa diterima semua yang antre. Jadi tidak ada lagi keluhan, ‘Saya enggak dapat, Pak.’” katanya.
Kebutuhan BBM pertanian di PPU sebelumnya juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab PPU pernah mengupayakan penyediaan SPBU khusus petani untuk memenuhi kebutuhan BBM sektor pertanian, terutama karena petani membutuhkan pasokan BBM bersubsidi yang berkelanjutan untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian.
Mahfud menjelaskan, dalam satu kali penyaluran, BBM yang tersedia sekitar delapan ton. Pada masa normal, penyaluran biasanya dilakukan sekali dalam sepekan. Namun, saat musim tanam, Distan PPU meminta agar penyaluran dilakukan dua kali.
“Delapan ton untuk sekali penyaluran. Biasanya satu kali seminggu. Kalau musim tanam kita minta dua kali penyaluran, biasanya Senin dan Kamis, sehingga sekitar enam belas ton,” jelasnya.
Menurut Mahfud, kebutuhan BBM petani masih cukup besar. Ia menyebut, informasi dari Pertamina menunjukkan kuota di SPBU Babulu terbatas, sehingga pembagian perlu dilakukan secara lebih tertib.
“Dari informasi Pertamina, kuota di SPBU Babulu hanya 37 ton,” ujarnya.
Mahfud mengatakan, pembenahan pola penyaluran dilakukan setelah muncul keluhan dari petani. Distan PPU juga sempat melakukan koordinasi karena penyaluran sebelumnya dinilai belum cukup menjawab kebutuhan saat musim tanam.
“Akhir tahun 2025 sampai sekitar bulan April kemarin hanya sekali disalurkan. Kami sempat komplain, lalu rapat koordinasi,” tutupnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
