Dailykaltim.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menyiapkan sejumlah opsi sumber air alternatif untuk menghadapi penyusutan air baku Perumda AMDT PPU.Â
Beberapa sumber yang mulai dibahas antara lain embung di lahan PT Penajam Prima Coal (PPC), wilayah YonTP di Jenebora, interkoneksi jaringan Waru-Petung, hingga penggalian embung bersama pihak terkait.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengatakan Bupati PPU dijadwalkan memimpin rapat untuk membahas pemanfaatan embung di lahan PT PPC. Berdasarkan dokumen lingkungan perusahaan, embung tersebut disebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih.
“Tapi besok Pak Bupati akan memimpin rapat untuk pemanfaatan embung yang berada di lahannya PT Penajam Prima Coal (PPC). Karena memang di amdalnya mereka ternyata itu untuk air bersih, jadi enggak ada masalah,” ujar Rasyid.
Menurut Rasyid, pembahasan sumber air alternatif menjadi penting karena sejumlah sumber air baku mulai mengalami penurunan. Perumda AMDT PPU tidak bisa hanya mengandalkan sumber yang ada apabila musim kemarau terus berlangsung.
Selain embung PPC, pemerintah daerah juga akan membahas potensi pemanfaatan air di wilayah YonTP, yang diambil dari Yonif TP 826/Benuo Taka Bekerai, di daerah Jenebora. Rasyid menyebut, potensi sumber air di kawasan tersebut memiliki luasan yang lebih besar dibandingkan embung PPC.
“Kemudian yang kedua, besok Pak Bupati juga akan memimpin rapat untuk memanfaatkan air di wilayah YonTP di daerah Jenebora. Itu luasnya dua kali luasannya PPC yang bisa kita manfaatkan.”
Rasyid menjelaskan, upaya mencari sumber air alternatif tidak hanya dilakukan melalui pembahasan embung. Saat ini juga ada pekerjaan interkoneksi jaringan pipa dari Waru ke Petung yang dikerjakan bersama PUPR dan Perumda AMDT PPU.
“Jadi ini sekarang di Jembatan Kuning di Petung itu, sekarang ada project yang dikerjakan PU dengan PDAM, interkoneksi jaringan pipa Waru ke Petung. Itu saja yang bisa kita harapkan,” katanya.
Interkoneksi tersebut menjadi salah satu harapan untuk membantu pelayanan air, khususnya apabila sumber air di wilayah Penajam semakin menurun. Dengan jaringan yang tersambung, suplai air dari Waru dapat menjadi opsi untuk mendukung wilayah yang membutuhkan.
Rasyid menyebut, jika kondisi air di ibu kota kabupaten semakin sulit diolah, pengambilan air dari Waru bisa menjadi alternatif.
“Nah, khusus untuk ibu kota kabupaten, kalau nanti kondisinya memang sudah enggak bisa diolah, kemungkinan kita mengambil dari Waru,” ujarnya.
Selain interkoneksi, upaya normalisasi sungai juga telah dilakukan. Pemerintah melalui PUPR disebut sudah melakukan pendalaman sungai dengan panjang sekitar 1,5 kilometer untuk membantu ketersediaan air baku.
“Kemarin juga ada upaya kan untuk melakukan normalisasi sungai. Untuk pendalaman sudah dilakukan oleh PU sepanjang kurang-kurang lebih sekitar 1,5 kilometer,” jelasnya.
Namun, upaya teknis tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Sebab, tekanan terhadap sumber air tetap besar karena kapasitas produksi dan kebutuhan masyarakat berjalan bersamaan.
Rasyid mengatakan, Perumda AMDT PPU juga bekerja sama dengan Pertamina dan PUPR dalam penggalian embung. Bantuan dari Pertamina digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional pekerjaan, terutama pembelian bahan bakar.
“Ini sekarang yang dilakukan PDAM PPU itu ada sekarang kerja antara PDAM PPU, Pertamina, dan PUPR melakukan penggalian embung. Kebetulan kita dapat bantuan dari Pertamina tuh sebesar Rp350 juta yang kita gunakan untuk pembelian minyak dan solar, ya, solar terutama,” katanya.
Dalam pekerjaan tersebut, Perumda AMDT PPU turut mendukung kebutuhan harian pekerja di lapangan. Penggalian embung sudah berjalan sekitar dua pekan, meski tambahan air yang diperoleh belum terlalu signifikan.
“Kemudian kami yang untuk hariannya untuk membackup pekerja di sana. Ini sudah berlangsung kurang lebih 2 minggu. Tidak terlalu signifikan penambahan airnya, tapi ada harapan untuk bisa kita olah kembali lah,” ujar Rasyid.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
