Dailykaltim.co, Penajam – Diskominfo PPU masih mendata kebutuhan internet publik dan wilayah blank spot di desa maupun kelurahan. Namun, proses pendataan berjalan lambat karena belum banyak tanggapan dari desa dan kelurahan melalui kecamatan.
Kepala Bidang Sumberdaya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Statistik Diskominfo PPU, Fitriani, mengatakan pihaknya sudah menyurati desa dan kelurahan melalui kecamatan. Surat tersebut dikirim untuk meminta data lokasi pelayanan publik yang membutuhkan internet dan daerah yang belum memiliki akses memadai.
“Sekarang kami masih tahap mendata. Sudah menyurati desa dan kelurahan melalui kecamatan. Sudah lebih dari sebulan, tetapi suratnya belum ada balasan,” ujar Fitriani.
Menurut Fitriani, banyak masyarakat meminta difasilitasi internet melalui desa dan kelurahan. Namun, ketika Diskominfo meminta data kebutuhan, respons yang diterima belum secepat yang diharapkan.
“Banyak masyarakat melalui desa dan kelurahan meminta difasilitasi. Giliran kami meminta pendataan, responsnya lambat. Kita ingin cepat. Kalau datanya cepat, bisa cepat dieksekusi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten PPU sebelumnya memang berupaya memperluas layanan internet publik. Berdasarkan informasi yang berkembang sebelumnya, layanan internet gratis sudah dipasang di sejumlah area publik, sementara beberapa titik blank spot masih ditinjau untuk menentukan jenis layanan yang sesuai.Â
Fitriani mengatakan, karena tanggapan belum banyak masuk, Diskominfo PPU berencana melakukan jemput bola ke kecamatan. Jika diperlukan, rapat bersama kecamatan juga akan dilakukan untuk mempercepat pendataan.
“Karena belum ada tanggapan, saya berencana jemput bola, mendatangi kecamatan. Kalau perlu dibuatkan rapat,” jelasnya.
Ia menyebut, data tersebut dibutuhkan untuk rencana tambahan WiFi publik atau layanan internet masyarakat. Sasaran pendataan juga mencakup wilayah jauh dan sekolah di daerah blank spot yang belum mendapatkan akses internet.
“Tambahan WiFi publik untuk layanan internet masyarakat, termasuk wilayah jauh atau sekolah di daerah blank spot yang belum mendapat akses,” ujarnya.
Fitriani berharap kecamatan dapat menjadi penghubung antara Diskominfo dan desa/kelurahan. Kecamatan diminta membantu menyampaikan kebutuhan data agar desa dan kelurahan segera memberikan informasi lokasi yang membutuhkan internet.
“Kami berharap kecamatan memediasi dan menyampaikan kepada desa/kelurahan bahwa kami butuh data lokasi pelayanan publik yang membutuhkan internet serta daerah blank spot. Sudah disampaikan, tetapi belum banyak tanggapan,” tandasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
