Dailykaltim.co, Penajam – Pengajuan BBM subsidi untuk kebutuhan pertanian di Penajam Paser Utara (PPU) dilakukan melalui aplikasi XStar. Sistem tersebut digunakan untuk menerbitkan rekomendasi dan barcode yang dipakai petani saat menebus BBM di SPBU.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pertanian (Distan) PPU, Mahfud, mengatakan petani yang mengajukan kebutuhan BBM harus mencantumkan kapasitas mesin. Data tersebut menjadi dasar penginputan dalam aplikasi.
“Ada aplikasi XStar. Petani menuliskan kapasitas mesinnya. Ada proposal kepada kita, kapasitas mesin dan kebenaran alatnya ditandatangani penyuluh,” ujar Mahfud.
XStar merupakan aplikasi penerbitan dan pengelolaan surat rekomendasi pembelian Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan. Surat rekomendasi untuk pembelian BBM tertentu atau khusus penugasan diterbitkan oleh pemerintah daerah melalui OPD yang berwenang.Â
Mahfud mengatakan, Distan PPU tidak menentukan sendiri besaran kuota BBM untuk petani. Setelah data dimasukkan ke aplikasi, sistem akan mengeluarkan volume atau kuota sesuai data alat yang diajukan.
“Kita input di XStar, lalu aplikasi mengeluarkan volume atau kuotanya. Bukan kita yang menentukan kuota, tetapi dari aplikasi. Tinggal kita print, ada barcode-nya. Barcode itu di-scan di SPBU,” katanya.
Penggunaan XStar bertujuan mempermudah penerbitan surat rekomendasi dan membantu penyaluran BBM subsidi lebih tertib, transparan, serta tepat sasaran. Dalam mekanisme tersebut, konsumen pengguna dapat membeli BBM subsidi menggunakan surat rekomendasi yang memiliki barcode di SPBU.Â
Menurut Mahfud, rekapitulasi data pengajuan biasanya baru dapat diketahui pada akhir tahun. Dari data itu, Distan PPU bisa melihat jumlah pengajuan yang masuk dalam satu periode.
“Datanya biasanya kita ketahui saat akhir tahun. Nanti akhir tahun bisa kita rekap keseluruhannya,” jelasnya.
Ia menyebut, pada periode sebelumnya terdapat pengajuan untuk roda dua dan roda empat. Namun, angka itu masih berdasarkan ingatan dan belum menjadi rekap final untuk tahun berjalan.
“Yang lalu, kalau tidak salah ingat, untuk roda dua 1.004, sedangkan roda empat masih sekitar empat puluhan. Itu yang mengusulkan pada periode sebelumnya. Untuk tahun ini nanti akhir tahun bisa kita rekap,” ujarnya.
Mahfud menegaskan, data tersebut tidak bisa langsung dibaca sebagai jumlah petani penerima. Sebab, angka itu berkaitan dengan usulan atau pengajuan yang masuk pada periode sebelumnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
