Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) menyebut kelancaran pasokan BBM menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung musim tanam. Mahalnya harga BBM yang harus dibeli petani dapat menghambat pengolahan lahan dan berdampak pada luas tambah tanam atau LTT.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Distan PPU, Mahfud, mengatakan BBM berkaitan langsung dengan LTT. Sebab, petani membutuhkan BBM untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian sebelum tanam.
“BBM terkait dengan LTT, luas tambah tanam. Itu dipantau setiap hari oleh kementerian. Bagaimana kita mau menanam kalau lahan tidak diolah?” ujar Mahfud.
LTT memang menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat dalam menjaga produksi pangan. Kementerian Pertanian menekankan pemantauan luas tambah tanam dilakukan secara harian untuk mendukung target swasembada pangan, termasuk melalui pelaporan yang konsisten dari daerah.Â
Mahfud mengatakan, petani pernah mengeluhkan harga BBM yang tinggi. Kondisi itu membuat sebagian petani tidak dapat mengolah lahan dan akhirnya menunda tanam.
“Petani mengeluh karena harga BBM saat itu tinggi, sampai Rp26.000. Akhirnya mereka tidak menanam,” katanya.
Mahfud tidak merinci jenis BBM, lokasi pembelian, maupun periode harga tersebut. Karena itu, angka tersebut diposisikan sebagai keluhan petani di lapangan, bukan harga resmi di SPBU.
Menurutnya, jika petani kesulitan memperoleh BBM sesuai kebutuhan, maka proses tanam ikut terganggu. Lahan tidak dapat diolah, sementara jadwal tanam terus berjalan.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Distan PPU melakukan koordinasi dengan Pertamina dan bidang ekonomi. Dari koordinasi itu, penyaluran BBM pada musim tanam atau musim panen diupayakan berlangsung dua kali dalam sepekan.
“Kita rapat dengan Pertamina dan bidang ekonomi. Diputuskan bahwa selanjutnya pada musim tanam atau musim panen ada dua kali penyaluran, Senin dan Kamis,” jelasnya.
Menurut Mahfud, penyaluran dua kali sepekan penting karena kebutuhan petani meningkat saat musim tanam maupun panen. Pada masa itu, alsintan bekerja lebih banyak, baik untuk mengolah tanah, menanam, memanen, maupun menangani hasil panen.
Kementerian Pertanian juga menempatkan bantuan alsintan, pupuk, benih, dan pemanfaatan pompa sebagai bagian dari upaya mendorong LTT dan menjaga produksi pangan. Dalam konteks itu, ketersediaan BBM menjadi faktor pendukung agar alat yang tersedia benar-benar dapat digunakan petani.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
