Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Sawit Jadi Grand Design Pembangunan Kutai Timur Sejak 2001

08/08/2026 4:56 AM

CISSReC: Viral di Media Sosial Bukan Jaminan Informasi Benar

08/08/2026 4:41 AM

Indonesia Bangun AI Factory 1 GW, Bidik Posisi sebagai Pusat AI Asia Tenggara

08/08/2026 4:34 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Sawit Jadi Grand Design Pembangunan Kutai Timur Sejak 2001
  • CISSReC: Viral di Media Sosial Bukan Jaminan Informasi Benar
  • Indonesia Bangun AI Factory 1 GW, Bidik Posisi sebagai Pusat AI Asia Tenggara
  • Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen
  • Laba Varia Niaga Capai Rp3,62 Miliar, Andi Harun Soroti Ketergantungan pada Satu Bisnis
  • Pemkab Kutai Barat Perkuat Kompetensi Aparatur dalam Pengadaan Digital
  • 26 Perusahaan Buka 250 Lowongan di Job Fair PPU 2026
  • Kesempatan Langka! Masyarakat Bisa Ikut Upacara HUT RI di Istana
  • PLTS 100 GW Diklaim Bisa Tekan Impor Energi hingga US$28,9 Miliar
  • Prabowo Terima Medali Pasukan Khusus Kerajaan Thailand
  • Guru Besar UNY: Nilai Budaya Jawa Tetap Relevan Menjaga Kerukunan
  • Kemkomdigi Panggil YouTube Buntut Konten Promosi Vape Libatkan Anak
  • Bantuan Beras untuk 33,24 Juta Keluarga Mulai Disalurkan 17 Agustus
  • PPU Masuk Wilayah Sasaran Rehabilitasi Mangrove Program M4CR
  • Timnas Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0 Pada ASEAN Championship 2026
  • Kutim Gandeng Kemenhub Siapkan SDM Transportasi untuk Dukung Infrastruktur Strategis
  • PT WKP Kantongi Penghargaan Pemkab PPU Berkat Komitmen Tanggung Jawab Sosial
  • Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Didorong Jadi Identitas Budaya Baru Berau
  • MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028
  • Bedah Robotik Kian Berkembang, Indonesia Siapkan Ekosistem AI dan Pelatihan Dokter
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Rupa

Mantra Lilith dan Luka Psikis Perempuan: Ketika Stigma Menjelma Fabel Horor

Redaksi Daily Kaltim31/12/2025 6:11 AM
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
ilustrasi (pixabay)

Dailykaltim.co – Sastra kerap memotret konflik yang tak tampak oleh mata telanjang: konflik batin yang tumbuh dari lingkungan, dari tradisi, dari relasi kuasa yang timpang. Penelitian berjudul Respons Neurotik Tokoh Perempuan dalam Novel Mantra Lilith Karya Hendri Yulius, yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, menegaskan bahwa tindak diskriminasi bukan sekadar persoalan sosial, melainkan pembentuk struktur psikologis tokoh, terutama perempuan.

Jurnal yangi ditulis oleh Salsabila Athira Santoso dan Sumartini dari Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Jurnal tersebut terbit pada Volume 21 Nomor 2 Tahun 2025, halaman 495–510, dengan ISSN 2086-0609 (cetak) dan 2614-7718 (daring). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca-catat, serta bertumpu pada teori psikoanalisis sosial Karen Horney—teori yang menolak reduksi biologis ala Freud dan menempatkan budaya, tradisi, dan konflik interpersonal sebagai medan utama pembentuk kepribadian.

Jurnal ini mengurai lima bentuk diskriminasi yang dialami tokoh-tokoh perempuan dalam novel Mantra Lilith (PT Elex Media Komputindo, 2017). Subordinasi perempuan menjadi bentuk pertama—terlihat dalam cerita Menjelang Subuh, ketika kelahiran bayi perempuan disambut tanpa syukuran, sementara bayi laki-laki dirayakan dengan pemotongan kambing. Tradisi patriarkal memaksa perempuan menerima bahwa “orang lain lebih penting dari dirinya sendiri,” sebagaimana dijelaskan Horney. Stigma ini bukan hanya dialami tokoh, tetapi bahkan disetujui oleh sesama perempuan, oleh ibu, oleh keluarga, oleh sistem yang mengasuh mereka.

Diskriminasi berikutnya berupa pembatasan nilai dan harga diri perempuan. Dalam cerita Bulan Merah Darah, tokoh Aku dibesarkan dengan keyakinan bahwa keberhasilan perempuan diukur dari pinggul “gitar,” dada “kencang,” dan tubuh yang laku di pasaran. Ketika kecantikan memudar oleh kanker otak dan kemoterapi, ia mengalami frustasi ekstrem—menandakan bahwa rasa aman yang berlebihan pun dapat mengekang dan melahirkan permusuhan baru ketika standar itu runtuh.

Novel Mantra Lilith juga menyuguhkan diskriminasi dalam bentuk kekerasan fisik—terlihat pada tokoh Susan, maneken yang tubuhnya dipajang setiap hari, lalu diperlakukan sebagai objek yang “dicacah,” “dibongkar,” bahkan “mampu disakiti oleh sentuhan lelaki di tempat kerja.” Kekerasan ini, menurut kajian antropologis yang disinggung jurnal, merupakan praktik yang juga terjadi dalam realita: sunat perempuan, kawin tangkap, hingga honor killing berkedok budaya siri’, yang menilai keperawanan sebagai penentu martabat keluarga.

Maria, dalam cerita Berahi Perempuan Berambut Ular, menjadi representasi tragis ketika tubuh dan hasratnya dipersekusi oleh keluarga, dukun, dan ibu sendiri yang menyetujui sunat agar “nafsunya berkurang.” Namun, bukannya pulih, Maria tumbuh sebagai pribadi neurotik yang memendam basic hostility—karena dukungan emosional, biologis, dan rasa aman yang seharusnya diberikan orang tua, justru diganti dengan legitimasi kekerasan.

Diskriminasi terakhir adalah eksploitasi tenaga kerja dan seksual, yang terdapat dalam Riwayat Timun Mas yang Tak Pernah Diceritakan. Tokoh Aku disewakan pada sirkus pasar malam karena tubuhnya mungil—lalu dipaksa menari dan “menggosok buah pelir lelaki,” hingga akhirnya dieksploitasi ke industri pornografi. Novel dan jurnal ini sama-sama menegaskan: tubuh perempuan kerap menjadi medan rampasan ekonomi sekaligus seksual, ruang di mana kekuasaan diambil paksa, tanpa kesempatan menolak.

Dari lima bentuk diskriminasi itu, penelitian ini menemukan dua respon neurotik dominan yang digunakan tokoh perempuan untuk mengatasi kecemasannya:

  1. Moving Towards People (Mendekati Orang Lain) → tokoh menjadi penurut, penuh ketergantungan, sangat membutuhkan kasih sayang dan penerimaan, mencari pasangan yang lebih kuat sebagai pelindung, dan takut ditinggalkan. Pola ini terlihat pada tokoh Kolongwewe, Susan, dan Aku yang kabur ke negeri empat musim.
  2. Moving Against People (Melawan Orang Lain) → tokoh berkembang menjadi agresif, kompetitif, manipulatif, melihat orang lain lebih rendah, memanfaatkan keunikan diri untuk membalas dendam, dan mencari kuasa agar tak ada lagi sosok yang lebih unggul darinya. Pola ini terlihat pada tokoh Maria dan Aku dalam Bulan Merah Darah.

Dalam kerangka Horney, kedua pola ini lahir bukan dari biologi, melainkan dari relasi interpersonal yang salah, dari lingkungan yang gagal memberi ruang aman, dan dari konflik sosial yang berulang-ulang.

Penelitian ini menggarisbawahi bahwa novel Mantra Lilith bukan hanya teks horor, melainkan laboratorium psikologis kultural, tempat stigma, tradisi, dan kekerasan menjadi mantra yang diwariskan lintas generasi. Ia mengajak pembaca, terutama audiens modern Lexora, untuk merenungkan:

Bahwa perempuan bukan makhluk gagal jika tak memenuhi standar fisik. Bahwa “kerudung merah” bisa jadi bukan perlindungan, melainkan simbol penghakiman. Bahwa “senyum yang digunting” bukan cinta, melainkan strategi bertahan dari cemas. Dan bahwa notifikasi Ping! dalam novel Borneo dan ajakan Mantra Lilith sama-sama menagih kesadaran serupa: bahwa sastra bukan hanya dibaca—ia menyembuhkan, jika kita memberi ruang mendengarkan.

Follow on Google News

Related Posts

Rupa

BRIN Temukan Dua Genotipe Cabai Tahan Hama Kutudaun

29/06/2026 3:23 PM
Rupa

Indonesia Naik Tiga Peringkat, Tempati Posisi Kedua Destinasi Ramah Muslim Dunia

22/06/2026 3:32 AM
Rupa

BRIN Abadikan Jejak Bintang di Langit Timau, Tunjukkan Bukti Rotasi Bumi

20/06/2026 6:28 AM
Rupa

BRIN Kembangkan Teknologi Penyaring Air dari Limbah Botol Plastik

12/06/2026 7:31 AM
Rupa

BRIN Kembangkan Chatbot AI untuk Edukasi Pasien Cuci Darah

09/06/2026 8:24 AM
Rupa

BRIN Kembangkan Bata Tahan Api dari Limbah Aluminium

25/05/2026 3:01 AM
Iklan
Demo
Trending

PPU Gelar Diskusi Sawit Berkelanjutan,Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas

07/11/2024 3:21 AM

7PaceRunners Gelar Lari di Car Free Day PPU, Kampanye Gaya Hidup Sehat dan Dukung UMKM

15/02/2025 4:17 AM

Disdukcapil PPU Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Soal Pelaporan Akta Kematian

29/04/2025 2:11 PM

Anopheles Tak Selalu Jadi Musuh: Fokus Dinkes PPU Kini ke Penularan Aktif di Sotek

11/06/2025 2:07 PM

PPU Borong Tiga Penghargaan Gender Champion Kaltim 2026, Peran Perempuan Jadi Sorotan

30/04/2026 10:01 AM
Terbaru
Daerah

Sawit Jadi Grand Design Pembangunan Kutai Timur Sejak 2001

By Redaksi Daily Kaltim08/08/2026 4:56 AM

Dailykaltim.co, Kutim – Perkebunan kelapa sawit tak tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi Kutai Timur…

CISSReC: Viral di Media Sosial Bukan Jaminan Informasi Benar

08/08/2026 4:41 AM

Indonesia Bangun AI Factory 1 GW, Bidik Posisi sebagai Pusat AI Asia Tenggara

08/08/2026 4:34 AM

Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen

05/08/2026 7:19 AM

Laba Varia Niaga Capai Rp3,62 Miliar, Andi Harun Soroti Ketergantungan pada Satu Bisnis

05/08/2026 7:15 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

Balikpapan Atasi Kelangkaan BBM, Wali Kota Tegaskan Tak Akan Terulang

22/05/2025 3:37 PM

Pemkab Kubar Tindaklanjuti Banjir di RSUD Mangku Jaya

16/04/2025 5:14 AM

BKKBN Intensifkan Layanan KB di Mahulu untuk Tekan Angka Stunting

03/11/2024 2:26 PM
TERBARU

Sawit Jadi Grand Design Pembangunan Kutai Timur Sejak 2001

08/08/2026 4:56 AM

CISSReC: Viral di Media Sosial Bukan Jaminan Informasi Benar

08/08/2026 4:41 AM

Indonesia Bangun AI Factory 1 GW, Bidik Posisi sebagai Pusat AI Asia Tenggara

08/08/2026 4:34 AM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version