Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

Kemenkes Revisi Aturan Internsip Dokter usai Kasus dr. Myta

09/05/2026 8:24 AM

KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi Rp3,6 Miliar ke Indragiri Hilir

09/05/2026 8:17 AM

Kaltim Kirim Enam Pelajar ke Seleksi Paskibraka Nasional 2026

09/05/2026 8:12 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • Kemenkes Revisi Aturan Internsip Dokter usai Kasus dr. Myta
  • KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi Rp3,6 Miliar ke Indragiri Hilir
  • Kaltim Kirim Enam Pelajar ke Seleksi Paskibraka Nasional 2026
  • Baru Sebulan Diperbaiki, Jembatan Sangkima Kembali Berlubang
  • Kukar Jadi Lokasi Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Wilayah Kaltim
  • IGTKI Tanah Grogot Gelar Manasik Haji Cilik untuk Anak TK
  • Usia 40 Tahun dan Ancaman Senyap Obesitas Sentral
  • Pemerintah Siapkan Skema Baru Tambang, Porsi Negara Diperbesar
  • BMKG Sebut Musim Kemarau Masuk Bertahap di Indonesia
  • Damkarmat Kutim Perkuat Relawan Pemadam hingga Tingkat RT
  • Kutim Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Pelajar
  • PPU Perkuat Irigasi Lewat SIPURI, Ajukan Rp53 Miliar untuk 2026
  • Pelatih Timnas U-17 Tetapkan 23 Pemain untuk Piala Asia 2026
  • Waspadai Tren Gula Aren, Konsumsi Berlebih Picu Risiko Kesehatan
  • Kemenhub Terbitkan Sertifikat Tipe Validasi untuk Drone HY100
  • 142 Kios Sementara Rampung, Pedagang Pasar Segiri Kembali Berjualan
  • Porprov Kaltim 2026 Kekurangan Dokter, Dinkes Paser Lakukan Pemetaan
  • Dishub Paser Siapkan 139 Kendaraan untuk Porprov Kaltim 2026
  • Pemkab PPU Gelar Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Kemajuan Pendidikan
  • Pisah Sambut Dandim 0913/PPU, Sinergi Pembangunan Diperkuat
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Rupa

Mantra Lilith dan Luka Psikis Perempuan: Ketika Stigma Menjelma Fabel Horor

Redaksi Daily Kaltim31/12/2025 6:11 AM
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
ilustrasi (pixabay)

Dailykaltim.co – Sastra kerap memotret konflik yang tak tampak oleh mata telanjang: konflik batin yang tumbuh dari lingkungan, dari tradisi, dari relasi kuasa yang timpang. Penelitian berjudul Respons Neurotik Tokoh Perempuan dalam Novel Mantra Lilith Karya Hendri Yulius, yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, menegaskan bahwa tindak diskriminasi bukan sekadar persoalan sosial, melainkan pembentuk struktur psikologis tokoh, terutama perempuan.

Jurnal yangi ditulis oleh Salsabila Athira Santoso dan Sumartini dari Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Jurnal tersebut terbit pada Volume 21 Nomor 2 Tahun 2025, halaman 495–510, dengan ISSN 2086-0609 (cetak) dan 2614-7718 (daring). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca-catat, serta bertumpu pada teori psikoanalisis sosial Karen Horney—teori yang menolak reduksi biologis ala Freud dan menempatkan budaya, tradisi, dan konflik interpersonal sebagai medan utama pembentuk kepribadian.

Jurnal ini mengurai lima bentuk diskriminasi yang dialami tokoh-tokoh perempuan dalam novel Mantra Lilith (PT Elex Media Komputindo, 2017). Subordinasi perempuan menjadi bentuk pertama—terlihat dalam cerita Menjelang Subuh, ketika kelahiran bayi perempuan disambut tanpa syukuran, sementara bayi laki-laki dirayakan dengan pemotongan kambing. Tradisi patriarkal memaksa perempuan menerima bahwa “orang lain lebih penting dari dirinya sendiri,” sebagaimana dijelaskan Horney. Stigma ini bukan hanya dialami tokoh, tetapi bahkan disetujui oleh sesama perempuan, oleh ibu, oleh keluarga, oleh sistem yang mengasuh mereka.

Diskriminasi berikutnya berupa pembatasan nilai dan harga diri perempuan. Dalam cerita Bulan Merah Darah, tokoh Aku dibesarkan dengan keyakinan bahwa keberhasilan perempuan diukur dari pinggul “gitar,” dada “kencang,” dan tubuh yang laku di pasaran. Ketika kecantikan memudar oleh kanker otak dan kemoterapi, ia mengalami frustasi ekstrem—menandakan bahwa rasa aman yang berlebihan pun dapat mengekang dan melahirkan permusuhan baru ketika standar itu runtuh.

Novel Mantra Lilith juga menyuguhkan diskriminasi dalam bentuk kekerasan fisik—terlihat pada tokoh Susan, maneken yang tubuhnya dipajang setiap hari, lalu diperlakukan sebagai objek yang “dicacah,” “dibongkar,” bahkan “mampu disakiti oleh sentuhan lelaki di tempat kerja.” Kekerasan ini, menurut kajian antropologis yang disinggung jurnal, merupakan praktik yang juga terjadi dalam realita: sunat perempuan, kawin tangkap, hingga honor killing berkedok budaya siri’, yang menilai keperawanan sebagai penentu martabat keluarga.

Maria, dalam cerita Berahi Perempuan Berambut Ular, menjadi representasi tragis ketika tubuh dan hasratnya dipersekusi oleh keluarga, dukun, dan ibu sendiri yang menyetujui sunat agar “nafsunya berkurang.” Namun, bukannya pulih, Maria tumbuh sebagai pribadi neurotik yang memendam basic hostility—karena dukungan emosional, biologis, dan rasa aman yang seharusnya diberikan orang tua, justru diganti dengan legitimasi kekerasan.

Diskriminasi terakhir adalah eksploitasi tenaga kerja dan seksual, yang terdapat dalam Riwayat Timun Mas yang Tak Pernah Diceritakan. Tokoh Aku disewakan pada sirkus pasar malam karena tubuhnya mungil—lalu dipaksa menari dan “menggosok buah pelir lelaki,” hingga akhirnya dieksploitasi ke industri pornografi. Novel dan jurnal ini sama-sama menegaskan: tubuh perempuan kerap menjadi medan rampasan ekonomi sekaligus seksual, ruang di mana kekuasaan diambil paksa, tanpa kesempatan menolak.

Dari lima bentuk diskriminasi itu, penelitian ini menemukan dua respon neurotik dominan yang digunakan tokoh perempuan untuk mengatasi kecemasannya:

  1. Moving Towards People (Mendekati Orang Lain) → tokoh menjadi penurut, penuh ketergantungan, sangat membutuhkan kasih sayang dan penerimaan, mencari pasangan yang lebih kuat sebagai pelindung, dan takut ditinggalkan. Pola ini terlihat pada tokoh Kolongwewe, Susan, dan Aku yang kabur ke negeri empat musim.
  2. Moving Against People (Melawan Orang Lain) → tokoh berkembang menjadi agresif, kompetitif, manipulatif, melihat orang lain lebih rendah, memanfaatkan keunikan diri untuk membalas dendam, dan mencari kuasa agar tak ada lagi sosok yang lebih unggul darinya. Pola ini terlihat pada tokoh Maria dan Aku dalam Bulan Merah Darah.

Dalam kerangka Horney, kedua pola ini lahir bukan dari biologi, melainkan dari relasi interpersonal yang salah, dari lingkungan yang gagal memberi ruang aman, dan dari konflik sosial yang berulang-ulang.

Penelitian ini menggarisbawahi bahwa novel Mantra Lilith bukan hanya teks horor, melainkan laboratorium psikologis kultural, tempat stigma, tradisi, dan kekerasan menjadi mantra yang diwariskan lintas generasi. Ia mengajak pembaca, terutama audiens modern Lexora, untuk merenungkan:

Bahwa perempuan bukan makhluk gagal jika tak memenuhi standar fisik. Bahwa “kerudung merah” bisa jadi bukan perlindungan, melainkan simbol penghakiman. Bahwa “senyum yang digunting” bukan cinta, melainkan strategi bertahan dari cemas. Dan bahwa notifikasi Ping! dalam novel Borneo dan ajakan Mantra Lilith sama-sama menagih kesadaran serupa: bahwa sastra bukan hanya dibaca—ia menyembuhkan, jika kita memberi ruang mendengarkan.

Follow on Google News

Related Posts

Rupa

Homalomena Bungamerah, Spesies Baru dari Sumatra Utara

25/04/2026 4:13 AM
Rupa

BRIN Temukan Subspesies Baru Bisbul Asal Papua

23/04/2026 10:52 PM
Rupa

BRIN Ungkap Spesies Keong Darat Baru dari Karst Sumatra Selatan

12/03/2026 9:51 PM
Rupa

BRIN Temukan Spesies Tanaman Baru Homalomena lingua-felis Endemik Sumatra Utara

09/03/2026 6:51 PM
Rupa

Dari Buah hingga Kayu, Kurma Dijuluki Pohon Kehidupan

09/03/2026 3:36 PM
Rupa

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Ramadan, Puncaknya Saat Berbuka

02/03/2026 7:34 AM
Iklan
Demo
Trending

PPU Gelar Diskusi Sawit Berkelanjutan,Tingkatkan Daya Saing dan Kualitas

07/11/2024 3:21 AM

7PaceRunners Gelar Lari di Car Free Day PPU, Kampanye Gaya Hidup Sehat dan Dukung UMKM

15/02/2025 4:17 AM

Disdukcapil PPU Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Soal Pelaporan Akta Kematian

29/04/2025 2:11 PM

Anopheles Tak Selalu Jadi Musuh: Fokus Dinkes PPU Kini ke Penularan Aktif di Sotek

11/06/2025 2:07 PM

PPU Sambut Delegasi Internasional, Tawarkan Potensi Investasi Besar

12/11/2024 6:56 AM
Terbaru
Nasional

Kemenkes Revisi Aturan Internsip Dokter usai Kasus dr. Myta

By Redaksi Daily Kaltim09/05/2026 8:24 AM

Dailykaltim.co – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta revisi standar operasional program internsip dokter segera…

KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi Rp3,6 Miliar ke Indragiri Hilir

09/05/2026 8:17 AM

Kaltim Kirim Enam Pelajar ke Seleksi Paskibraka Nasional 2026

09/05/2026 8:12 AM

Baru Sebulan Diperbaiki, Jembatan Sangkima Kembali Berlubang

09/05/2026 4:37 AM

Kukar Jadi Lokasi Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Wilayah Kaltim

08/05/2026 6:44 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

Samarinda Jadi Proyek Percontohan Transportasi Berkelanjutan

26/02/2025 3:22 AM

Penyediaan Air Bersih di PPU, Akmal Malik Tekankan Sinergi dan Kolaborasi

11/06/2024 12:26 PM

Peringatan Hari Otda, PPU Soroti Sinkronisasi dan Layanan Publik

27/04/2026 8:48 AM
TERBARU

Kemenkes Revisi Aturan Internsip Dokter usai Kasus dr. Myta

09/05/2026 8:24 AM

KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi Rp3,6 Miliar ke Indragiri Hilir

09/05/2026 8:17 AM

Kaltim Kirim Enam Pelajar ke Seleksi Paskibraka Nasional 2026

09/05/2026 8:12 AM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version