Close Menu
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video

Dapatkan Info Terbaru!

Tetap up-to-date dengan berita hangat dan cerita menarik seputar Kalimantan, bisnis, dan gaya hidup.

Terbaru

BPBD PPU Tekankan Dukungan Penuh untuk Petugas Karhutla di Lapangan

29/08/2026 9:15 AM

Mobil Tangki Jadi Kunci Pemadaman Karhutla di Lokasi Minim Air

29/08/2026 9:10 AM

BPJS Pekerja Rentan Sawit Dialihkan ke Disnaker, 1.485 Peserta Terverifikasi

29/08/2026 8:55 AM
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Breaking
  • BPBD PPU Tekankan Dukungan Penuh untuk Petugas Karhutla di Lapangan
  • Mobil Tangki Jadi Kunci Pemadaman Karhutla di Lokasi Minim Air
  • BPJS Pekerja Rentan Sawit Dialihkan ke Disnaker, 1.485 Peserta Terverifikasi
  • Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman
  • Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan
  • Pemkab PPU Kawal Usulan Infrastruktur Sekolah hingga Layanan SLB
  • Ingin Melesat di Kolam? Coba Latihan Hand Paddle
  • Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial
  • Sepan hingga Riko Jadi Catatan Karhutla Menonjol di PPU
  • Sebaran Karhutla 2026 Lebih Variatif, BPBD PPU Catat 63 Kejadian
  • Gunung Steleng dan Giripurwa Masuk Titik Rawan Kebakaran Lahan di PPU
  • Diskan PPU Usulkan Penambahan Kuota BBM Bersubsidi untuk Nelayan
  • BBM Bersubsidi Jadi Kebutuhan Krusial Nelayan PPU
  • Pemkab PPU Kawal Perbaikan Pelabuhan, Tiga Fasilitas Jadi Prioritas
  • Gen Z Mengubah Cara Belanja, Pengalaman Kini Lebih Penting daripada Kepemilikan
  • Prabowo Bertolak ke Jombang untuk Buka Muktamar ke-35 NU
  • BPBD Kaltim Catat 14.795 Hotspot Sepanjang Agustus, Berau Tertinggi
  • Bupati PPU Promosikan Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
  • Brigade Karlabun Distan PPU Siaga Tangani Kebakaran Lahan
  • Hadapi Musim Selatan, Nelayan PPU Perbaiki Alat Tangkap hingga Kembangkan Bioflok
Instagram TikTok Facebook X (Twitter) YouTube LinkedIn
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
    • Nasional
    • Kaltim
    • Politik
    • Insidental
    • Lipsus
    • Opini
    • Infografis
    • Pariwara
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kukar
    • Kubar
    • Kutim
    • Berau
    • PPU
    • Paser
    • Mahulu
  • Lainnya
    • Internasional
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Budaya
    • Rupa
  • Tertaut
    • Pasang Iklan
    • Media Partner
    • Publikasi Opini
    • Saluran
  • Info
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Hak Koreksi
  • Video
Daily Kaltim
  • Beranda
  • Topik
  • Daerah
  • Lainnya
  • Tertaut
  • Info
  • Video
Budaya

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

Redaksi Daily Kaltim29/08/2026 7:49 AM782 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Ilustrasi pengantin adat. (Pexels.com)

Dailykaltim.co – Pesta pernikahan di Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tidak berhenti setelah akad dan resepsi. Dalam tradisi Mantau Bunting, kedua pengantin akan berkeliling kampung, mengunjungi rumah-rumah warga, dan mencicipi hidangan yang telah disediakan.

Dalam bahasa masyarakat Tanjung Sakti, mantau berarti memanggil, sedangkan bunting berarti pengantin. Tradisi tersebut menjadi cara warga menyambut dan memperkenalkan pasangan pengantin sebagai anggota baru dalam lingkungan masyarakat.

Namun, tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu mulai tergerus perubahan gaya hidup. Prosesi yang panjang, perubahan pola pikir generasi muda, hingga pengaruh media sosial membuat Mantau Bunting tidak lagi dilaksanakan secara utuh.

Fenomena tersebut dibahas dalam penelitian berjudul Erosi Tradisi Lokal: Studi tentang Pudarnya Tradisi Mantau Bunting di Tengah Perubahan Gaya Hidup Generasi Muda. Kajian itu ditulis Diosi Putri Tasti bersama empat peneliti lainnya dan diterbitkan dalam Jurnal Adat dan Budaya pada Juni 2026.

Penelitian menggunakan pendekatan etnografi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informannya mencakup tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan generasi muda di Kecamatan Tanjung Sakti.

Bukan Sekadar Mengunjungi Rumah Warga

Dalam pelaksanaan tradisionalnya, pengantin mengenakan pakaian adat dan mendatangi rumah warga satu per satu. Setiap keluarga menyajikan makanan, minuman, buah-buahan, atau hasil kebun sebagai bentuk keramahan.

Jumlah rumah yang dikunjungi rata-rata dapat mencapai 50 rumah dalam satu desa. Kegiatan biasanya dilakukan selama dua hari, dimulai setelah akad nikah dan dilanjutkan seusai resepsi pada hari berikutnya.

Mantau Bunting bukan hanya acara mencicipi hidangan. Tradisi ini menjadi ruang memperkenalkan pasangan pengantin kepada keluarga dan masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial.

Persiapannya juga melibatkan banyak warga. Masyarakat bermusyawarah, membentuk panitia, membagi tugas, membangun panggung, hingga memasak bersama. Bantuan yang diberikan warga biasanya dicatat sebagai bagian dari sistem timbal balik. Ketika pemberi bantuan mengadakan hajatan, keluarga yang pernah dibantu memiliki tanggung jawab sosial untuk membalasnya.

Dengan demikian, Mantau Bunting menyimpan nilai gotong royong, kekeluargaan, keramahtamahan, dan tanggung jawab bersama.

Dianggap Melelahkan dan Tidak Praktis

Penelitian menemukan bahwa sebagian generasi muda mulai memandang prosesi tersebut sebagai kegiatan yang rumit, memakan waktu, dan membutuhkan biaya serta tenaga besar.

Kondisi rumah masyarakat yang umumnya berbentuk rumah panggung juga menjadi tantangan. Pengantin harus berulang kali menaiki tangga sambil mengenakan pakaian adat lengkap ketika mengunjungi puluhan rumah.

Pakaian adat kemudian mulai diganti dengan gamis atau kebaya modern yang dinilai lebih ringan dan memudahkan pergerakan. Durasi kegiatan yang sebelumnya berlangsung dua hari satu malam juga mulai dipersingkat menjadi satu hari.

Pernikahan yang hanya dilaksanakan secara administratif di Kantor Urusan Agama turut mempersempit ruang pelaksanaan tradisi. Ketika pernikahan dilakukan secara sederhana dan privat, rangkaian musyawarah, gotong royong, serta kunjungan kepada masyarakat kerap dihilangkan.

Peneliti juga menyoroti melemahnya peran keluarga dan lembaga adat dalam mewariskan pengetahuan budaya. Interaksi langsung antargenerasi berkurang, sementara generasi muda lebih banyak terpapar budaya populer dan konten digital.

Akibatnya, sebagian anak muda mengenal Mantau Bunting hanya sebagai rangkaian acara yang panjang tanpa memahami nilai sosial di baliknya.

Beradaptasi agar Tidak Hilang

Modernisasi tidak harus berakhir dengan hilangnya Mantau Bunting. Penyederhanaan pakaian, pengurangan jumlah rumah yang dikunjungi, atau pemangkasan durasi dapat menjadi jalan tengah agar tradisi tetap dijalankan.

Namun, perubahan tersebut perlu menjaga unsur terpentingnya, yakni penerimaan terhadap pengantin, keterlibatan masyarakat, gotong royong, dan hubungan timbal balik antarwarga.

Dokumentasi digital juga dapat digunakan untuk mengenalkan kembali tradisi kepada generasi muda. Tantangannya, promosi melalui media sosial jangan sampai hanya menjadikan Mantau Bunting sebagai tontonan visual dan menghilangkan makna sosialnya.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa tradisi tidak selalu harus dipertahankan dalam bentuk yang sepenuhnya sama. Mantau Bunting dapat beradaptasi dengan kehidupan modern, selama perubahan itu tidak menghapus nilai kebersamaan yang menjadi inti tradisi tersebut.

Follow on Google News

Related Posts

Budaya

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

28/08/2026 12:13 PM
Budaya

Guru Besar UNY: Nilai Budaya Jawa Tetap Relevan Menjaga Kerukunan

03/08/2026 2:08 PM
Budaya

Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Didorong Jadi Identitas Budaya Baru Berau

31/07/2026 2:43 AM
Budaya

Ruwat Laut Carita: Tradisi Syukur yang Bertahan di Tengah Arus Wisata

23/02/2026 6:20 PM
Budaya

Begu Ganjang: Narasi yang Bergeser dalam Masyarakat Batak Toba

10/01/2026 6:55 AM
Budaya

Menari di Antara Dunia: Makna Sakral Tari Tor-Tor Batak Toba

22/12/2025 6:40 AM
Iklan
Demo
Trending

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

29/08/2026 7:04 AM

Sering Pamer di Media Sosial? Flexing Bisa Jadi Tanda Tekanan Sosial

28/08/2026 12:13 PM

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM

Gen Z Mengubah Cara Belanja, Pengalaman Kini Lebih Penting daripada Kepemilikan

27/08/2026 2:33 PM

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai, Diduga Terima Rp3,25 Miliar

27/08/2026 8:17 AM
Terbaru
Pariwara

BPBD PPU Tekankan Dukungan Penuh untuk Petugas Karhutla di Lapangan

By Redaksi Daily Kaltim29/08/2026 9:15 AM

Dailykaltim.co, Penajam – Penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla tidak hanya membutuhkan armada dan…

Mobil Tangki Jadi Kunci Pemadaman Karhutla di Lokasi Minim Air

29/08/2026 9:10 AM

BPJS Pekerja Rentan Sawit Dialihkan ke Disnaker, 1.485 Peserta Terverifikasi

29/08/2026 8:55 AM

Pengantin Harus Keliling hingga 50 Rumah, Tradisi Mantau Bunting Tergerus Zaman

29/08/2026 7:49 AM

Nelayan Bajo Mulai Tak Ingin Anaknya Jadi Nelayan

29/08/2026 7:04 AM
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Iklan
Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

DailyKaltim.co adalah portal berita online yang berkomitmen untuk menyajikan berita terkini dan berkualitas seputar Kalimantan Timur.

Mari #Merajutinformasikaltim bersama kami!

Email: Redaksi@dailykaltim.co
Kontak: +62 82154313156

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn TikTok
Pilihan

Menkominfo Imbau Seluruh Instansi Pemerintah Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber

26/07/2024 5:18 AM

Sosialisasi RIRA, Rumah Ibadah Didorong Jadi Pusat Pendidikan Anak

06/09/2024 5:26 AM

Distribusi Air Bersih di Waru Dinilai Meningkat, Tapi Masih Belum Merata

22/03/2025 12:35 PM
TERBARU

BPBD PPU Tekankan Dukungan Penuh untuk Petugas Karhutla di Lapangan

29/08/2026 9:15 AM

Mobil Tangki Jadi Kunci Pemadaman Karhutla di Lokasi Minim Air

29/08/2026 9:10 AM

BPJS Pekerja Rentan Sawit Dialihkan ke Disnaker, 1.485 Peserta Terverifikasi

29/08/2026 8:55 AM
© 2023-2024 Copyright by Daily Kaltim. All rights reserved.
  • Redaksi
  • Hak Koreksi
  • Pedoman Siber
  • Media Partner

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version