Dailykaltim.co, Penajam – Bantuan buku dari Bank Indonesia untuk perpustakaan di Penajam Paser Utara (PPU) dinilai menjadi momentum memperkuat budaya literasi. Pemkab PPU menilai, literasi tidak cukup hanya didorong dari sekolah, tetapi juga harus dimulai dari keluarga.
Sekda PPU, Tohar, mengatakan hal itu usai kegiatan Rangkaian Sinergi dan Kolaborasi Penanggulangan Karhutla dan Inflasi Daerah bersama Bank Indonesia di Kantor Bupati PPU, Kamis (8/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, turut diserahkan bantuan buku untuk perpustakaan.
“Kemudian yang kedua terkait dengan literasi. Ada bantuan buku tadi ke perpustakaan, ada empat judul buku. Persoalannya ini maknanya bahwa sebetulnya menumbuhkan budaya literasi menjadi beban kita,” ujar Tohar.
Menurut Tohar, membangun budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua, guru, dan lingkungan pendidikan harus mengambil peran dalam membiasakan anak membaca.
“Beban orang tua, termasuk beban kita juga, beban para guru. Tantangannya apa sekarang? Itu berdampingan dan yang jelas tidak mungkin kita hindari, perkembangan informasi dan teknologi,” katanya.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menekankan pentingnya sinergi rumah dan sekolah dalam memperkuat budaya literasi. Dalam publikasi terkait Sistem Informasi Perbukuan Indonesia, Kemendikdasmen menyebut rumah sebagai tempat pertama dan utama dalam menanamkan karakter serta menumbuhkan minat baca.
Tohar mengatakan, perkembangan teknologi informasi tidak bisa dihindari. Masyarakat kini dapat mencari informasi melalui gawai dan internet. Namun, menurutnya, membaca buku dan sekadar menelusuri informasi secara cepat memiliki dampak yang berbeda.
“Kita sekarang mau apa? Tidak boleh mencari buku? Browsing itu bisa. Tapi akan beda orang yang membaca dan melihat, sama hanya membuka, otak-atik. Browsing itu akan berbeda,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya keteladanan orang tua. Anak tidak cukup hanya diminta membaca, tetapi perlu melihat contoh dari lingkungan terdekatnya.
“Ini harus dimulai dari kita sebagai orang tua supaya menjadi patron bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Kemendikdasmen juga menyebut peran orang tua dan pendidik penting dalam membangun budaya literasi sejak dini, antara lain melalui pembiasaan membaca nyaring yang dapat menumbuhkan minat baca anak secara alami.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
