Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) menyusun database alat dan mesin pertanian atau alsintan di setiap desa. Data tersebut akan digunakan untuk memetakan kebutuhan bantuan pada 2027.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Distan PPU, Mahfud, mengatakan database itu disusun untuk melihat ketersediaan alsintan di masing-masing desa. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan luas lahan pertanian yang harus dilayani.
“Sekarang saya masih menyusun database. Maksudnya, keberadaan alsintan di suatu desa berapa, apakah TR2, TR4, atau combine, dibandingkan dengan luas lahan pertanian di daerah itu,” ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, pemetaan itu penting agar Distan PPU dapat mengetahui wilayah mana yang alat pertaniannya sudah mencukupi dan mana yang masih membutuhkan tambahan bantuan.
“Apakah alatnya sudah memungkinkan memenuhi kebutuhan atau masih kurang? Dari situ nanti kita bisa ajukan kepada pemerintah, ini yang masih perlu bantuan,” katanya.
Alsintan memang menjadi bagian penting dalam modernisasi pertanian. Pustaka Kementan menjelaskan unit pelayanan jasa alsintan atau UPJA melayani kebutuhan alat pertanian mulai dari prapanen seperti traktor dan pompa air, alat panen, hingga pascapanen seperti rice milling unit.
Mahfud mengatakan, data dasar sebenarnya sudah tersedia. Namun, Distan PPU masih perlu melakukan pembenahan agar database tersebut lebih rapi dan dapat digunakan sebagai dasar pengajuan bantuan.
“Datanya sudah ada, tetapi masih perlu pembenahan ke depan,” jelasnya.
Menurutnya, penyusunan database tidak hanya mencatat jumlah alat. Distan PPU juga perlu melihat sebaran alat, kondisi lahan, dan kebutuhan setiap wilayah agar pengajuan bantuan lebih tepat sasaran.
Kementerian Pertanian juga mencatat pengajuan bantuan alsintan dilakukan melalui kelembagaan penerima bantuan seperti kelompok tani, gapoktan, UPJA, atau brigade alsintan, bukan diajukan secara individu. Karena itu, data kebutuhan di tingkat wilayah menjadi penting agar usulan dapat disusun secara lebih akurat.
Mahfud menegaskan, hingga kini belum ada hitungan spesifik apakah alokasi bantuan pada 2027 akan bertambah atau berkurang. Distan PPU masih fokus menyusun data kebutuhan terlebih dahulu.
“Belum bisa, belum ada hitungan spesifik apakah alokasi tahun depan bertambah atau berkurang,” ujarnya.
Ia menyebut, database tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk melihat kesenjangan antara jumlah alat dan luas lahan pertanian. Jika suatu wilayah memiliki lahan luas tetapi alsintan terbatas, maka wilayah tersebut dapat diprioritaskan dalam usulan bantuan.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
